Hukum Menyolati Janin yang Meninggal Dalam Kandungan

Bagaimana hukum bayi yang meninggal di dalam kandungan, apakah dia juga dimandikan, dishalati dan dikafani sebagaimana layaknya orang dewasa?

Jawab: Bayi yang meninggal dalam kandungan diperlakukan seperti jenazah orang dewasa kalau dia telah berumur empat bulan dalam kandungan, karena pada umur itulah roh ditiupkan ke dalam tubuhnya. Hal ini berdasarkan hadits yang masyhur dari Ibnu Mas’ud riwayat Al-Bukhari dan Muslim tentang penulisan takdir setiap janin ketika dia masih di dalam perut ibunya. Artinya, jika si ibu keguguran sebelum janinnya berumur 4 bulan maka tidak ada kewajiban untuk memandikan dan dan tidak pula menyolatinya. Cukup dibungkus dengan baik kemudian langsung dikuburkan, wallahu a’lam.

Sumber: http://al-atsariyyah.com/?p=150

About these ads

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 05/02/2010, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Assalamu alaikum…
    Jadi gimana kalo by yg meninggal dlm kndngan pas usia kndngn 9 bln cm di mandikan n dikafani tp tdk dishalati.trima ksh

  2. Assalamu alaikum, bagaimana jika janin usia 5 bulan meninggal dalam kandungan apakah hukumnya apa harus di mandikan,di kafani dan di tahlilkan di rumah sampai 7 hari.

  3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    إن أحدكم يُجمع خلقُه في بطن أمه أربعين يوما، ثم يكون علقة مثلَ ذلك، ثم يكون مضغة مثل ذلك، ثم يبعث الله ملكاً يؤمر بأربع كلمات ويقال له: اكتب عمله وأجله ورزقه وشقي أو سعيد. ثم ينفخ فيه الروح

    “Sesungguhnya salah seorang kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari, kemudian berubah menjadi ‘alaqah (segumpal darah) dalam waktu yang sama (40 hari -pen-), kemudian berubah menjadi mudhghah (segumpal daging) dalam waktu yang sama (40 hari -pen-). Kemudian Allah mengutus malaikat untuk menulis beberapa kalimat (catatan takdir). Dikatakan padanya: “Tulislah catatan amalnya, ajalnya, rizkinya, celaka atau kebahagiaannya. Kemudian ditiupkan padanya ruh.”[HR. Al-Bukhari]

    Kapan janin berhak mendapat hukum-hukum pengurusan jenazah (dimandikan, dikafani dan dishalati)?

    Jika janin telah mencapai usia 4 bulan. Dihitung dari usia janin ketika diciptakan di perut ibunya, 40 hari + 40 hari + 40 hari. Karena ketika itu malaikat telah meniupkan ruh pada janin tersebut.

    Bagaimana jika keluarga belum mengetahui hukumnya ketika itu, sehingga janin yang telah mencapai umur 4 bulan atau lebih tersebut tidak dishalati?

    Mudah-mudahan Allah memaafkan kita atas apa yang telah terjadi di masa lalu.

    Apakah harus ditahlilkan selama 7 hari?

    Ketika putra Rasulullah yang bernama Ibrahim meninggal, beliau tidak mentahlikannya selama 7 hari. Insya Allah doa kedua orang tua dan keluarganya sudah cukup.

    Jika ada yang berkata: Bukankah tahlilan itu baik?

    Rasulullah menjawab:

    وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ

    “Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad -shallallahu ‘alaihi wasallam-”.[HR. Muslim, An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad]

    Allahua’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.259 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: