Perbedaan Al Qur’an dengan Hadits Qudsi

Tanya: Bismillah. Apa yang dimaksud dengan hadits qudsy dan apa perbedaannya dgn Al-Qur’an? Jazakumullahu khoiron.

Jawab: Hadits qudsi adalah hadits yang disnisbatkan kepada Zat yang quds (suci), yaitu Allah Ta’ala. Yang mana hadits qudsi ini disampaikan kepada kita oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Adapun perbedaan antara dia dengan Al-Qur’an, maka ada beberapa perkara yang disebutkan oleh para ulama. Di antaranya:

1. Lafazh dan makna Al-Qur’an berasal dari Allah, sementara lafazh hadis Qudsi berasal dari Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam walaupun tentunya maknanya dari Allah.

2. Sanad periwayatan Al-Qur’an secara umum adalah mutawatir, yakni bisa dipastikan keabsahannya dari Nabi -alaihishshalatu wassalam-. Berbeda halnya dengan hadits qudsi, karena di antaranya ada yang merupakan hadits shahih, ada yang hasan, ada yang lemah, bahkan ada yang palsu. Jadi keabsahannya dari Nabi -alaihishshalatu wassalam- belum bisa dipastikan kecuali setelah memeriksa semua sanadnya.

3. Kita berta’abbud (beribadah) kepada Allah dengan membaca Al-Qur’an, dalam artian satu huruf mendapatkan sepuluh kebaikan. Sedangkan membaca hadits qudsi tidak mendapatkan pahala huruf perhuruf seperti itu.

4. Tidak diperbolehkan membaca hadits qudsi di dalam shalat, bahkan shalatnya batal kalau dia membacanya. Berbeda halnya dengan membaca Al-Qur`an yang merupakan inti dari shalat.

5. Ayat Al-Qur`an jumlahnya kurang lebih 6666 ayat (menurut hitungan sebagian ulama dan sebagian lainnya berpendapat jumlahnya 6.236), sementara jumlah hadits qudsi yang shahih tidak sebanyak itu. Abdur Rauf Al-Munawi sendiri dalam kitabnya Al-Ittihafat As-Saniyah bi Al-Ahaditsi Al-Qudsiyah hanya menyebutkan 272 hadits.

Demikian beberapa perbedaan antara keduanya, wallahu Ta’ala a’lam.

Sumber: http://al-atsariyyah.com/?p=1686

About these ads

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 05/02/2010, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. 45t49firull0h

    assalamu’alaykum Ust ana mw nanya gimana posisi kita berdiri jika da 2 orng yang meninggal laki-laki dan perempuan…….sekian mohon jaawabannya ust jazakallahu khaeran katsiro.

    • Dalam Ahkamul Janaiz (terbitan Ash-Shaf Media, Tegal hal. 224), Syaikh Al-Albani menerangkan:
      Apabila terkumpul beberapa jenazah baik laki-laki maupun perempuan, maka mereka dishalatkan dengan satu shalat. Dan diletakkan jenazah laki-laki dekat imam walaupun anak kecil. Adapun jenazah perempuan dekat kiblat. (yakni posisinya berjajar ke arah kiblat, -admin blog) -selesai-

      Sehingga -Allahu a’lam- posisi imam berdiri di dekat kepala jenazah (karena yang di depannya adalah jenazah laki-laki).

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.286 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: