Mengenal Akidah Jama’ah Tabligh

Jamaah Tabligh tentu bukan nama yang asing lagi bagi masyarakat kita, terlebih bagi mereka yang menggeluti dunia dakwah. Dengan menghindari ilmu-ilmu fiqh dan aqidah yang sering dituding sebagai ‘biang pemecah belah umat’, membuat dakwah mereka sangat populer dan mudah diterima masyarakat berbagai lapisan.
Bahkan saking populernya, bila ada seseorang yang berpenampilan mirip mereka atau kebetulan mempunyai ciri-ciri yang sama dengan mereka, biasanya akan ditanya: ”Mas, Jamaah Tabligh, ya?” atau “Mas, karkun, ya?” Yang lebih tragis jika ada yang berpenampilan serupa meski bukan dari kalangan mereka, kemudian langsung dihukumi sebagai Jamaah Tabligh. Pro dan kontra tentang mereka pun meruak. Lalu bagaimanakah hakikat jamaah yang berkiblat ke India ini? Kajian kali ini adalah jawabannya.

Siapa Pendiri Jamaah Tabligh?

Jamaah Tabligh didirikan oleh seorang sufi dari tarekat Jisytiyyah yang berakidah Maturidiyyah (1) dan bermadzhab fiqih Hanafi. Ia bernama Muhammad Ilyas bin Muhammad Isma’il Al-Hanafi Ad-Diyubandi Al-Jisyti Al-Kandahlawi kemudian Ad-Dihlawi. Al-Kandahlawi merupakan nisbat dari Kandahlah, sebuah desa yang terletak di daerah Sahranfur. Sementara Ad-Dihlawi dinisbatkan kepada Dihli (New Delhi), ibukota India. Di tempat dan negara inilah, markas gerakan Jamaah Tabligh berada. Adapun Ad-Diyubandi adalah nisbat dari Diyuband, yaitu madrasah terbesar bagi penganut madzhab Hanafi di semenanjung India. Sedangkan Al-Jisyti dinisbatkan kepada tarekat Al-Jisytiyah, yang didirikan oleh Mu’inuddin Al-Jisyti.

Muhammad Ilyas sendiri dilahirkan pada tahun 1303 H dengan nama asli Akhtar Ilyas. Ia meninggal pada tanggal 11 Rajab 1363 H. (Bis Bri Musliman, hal.583, Sawanih Muhammad Yusuf, hal. 144-146, dinukil dari Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 2)

Latar Belakang Berdirinya Jamaah Tabligh

Asy-Syaikh Saifurrahman bin Ahmad Ad-Dihlawi mengatakan, ”Ketika Muhammad Ilyas melihat mayoritas orang Meiwat (suku-suku yang tinggal di dekat Delhi, India) jauh dari ajaran Islam, berbaur dengan orang-orang Majusi para penyembah berhala Hindu, bahkan bernama dengan nama-nama mereka, serta tidak ada lagi keislaman yang tersisa kecuali hanya nama dan keturunan, kemudian kebodohan yang kian merata, tergeraklah hati Muhammad Ilyas. Pergilah ia ke Syaikhnya dan Syaikh tarekatnya, seperti Rasyid Ahmad Al-Kanhuhi dan Asyraf Ali At-Tahanawi untuk membicarakan permasalahan ini. Dan ia pun akhirnya mendirikan gerakan tabligh di India, atas perintah dan arahan dari para syaikhnya tersebut.” (Nazhrah ‘Abirah I’tibariyyah Haulal Jama’ah At-Tablighiyyah, hal. 7-8, dinukil dari kitab Jama’atut Tabligh Aqa’iduha Wa Ta’rifuha, karya Sayyid Thaliburrahman, hal. 19)

Merupakan suatu hal yang ma’ruf di kalangan tablighiyyin (para pengikut jamah tabligh, red) bahwasanya Muhammad Ilyas mendapatkan tugas dakwah tabligh ini setelah kepergiannya ke makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 3)

Markas Jamaah Tabligh

Markas besar mereka berada di Delhi, tepatnya di daerah Nizhamuddin. Markas kedua berada di Raywind, sebuah desa di kota Lahore (Pakistan). Markas ketiga berada di kota Dakka (Bangladesh). Yang menarik, pada markas-markas mereka yang berada di daratan India itu, terdapat hizb (rajah) yang berisikan Surat Al-Falaq dan An-Naas, nama Allah yang agung, dan nomor 2-4-6-8 berulang 16 kali dalam bentuk segi empat, yang dikelilingi beberapa kode yang tidak dimengerti. (2) (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 14)

Yang lebih mengenaskan, mereka mempunyai sebuah masjid di kota Delhi yang dijadikan markas oleh mereka, di mana di belakangnya terdapat empat buah kuburan. Dan ini menyerupai orang-orang Yahudi dan Nashrani, di mana mereka menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih dari kalangan mereka sebagai masjid. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid, bahkan mengkhabarkan bahwasanya mereka adalah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Lihat Al-Qaulul Baligh Fit Tahdziri Min Jama’atit Tabligh, karya Asy- Syaikh Hamud At-Tuwaijiri, hal. 12)

Asas dan Landasan Jamaah Tabligh

Jamaah Tabligh mempunyai suatu asas dan landasan yang sangat teguh mereka pegang, bahkan cenderung berlebihan. Asas dan landasan ini mereka sebut dengan al-ushulus sittah (enam landasan pokok) atau ash-shifatus sittah (sifat yang enam), dengan rincian sebagai berikut:

Sifat Pertama: Merealisasikan Kalimat Thayyibah Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah.

Mereka menafsirkan makna Laa Ilaha Illallah dengan: “mengeluarkan keyakinan yang rusak tentang sesuatu dari hati kita dan memasukkan keyakinan yang benar tentang dzat Allah, bahwasanya Dialah Sang Pencipta, Maha Pemberi Rizki, Maha Mendatangkan Mudharat dan Manfaat, Maha Memuliakan dan Menghinakan, Maha Menghidupkan dan Mematikan”. Kebanyakan pembicaraan mereka tentang tauhid, hanya berkisar pada tauhid rububiyyah semata. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 4)

Padahal makna Laa Ilaha Illallah sebagaimana diterangkan para ulama adalah: “Tiada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Allah.” (Lihat Fathul Majid, karya Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alusy Syaikh, hal. 52-55). Adapun makna merealisasikannya adalah merealisasikan tiga jenis tauhid; al-uluhiyyah, ar-rububiyyah, dan al-asma wash shifat (Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha, karya Abu Ibrahim Ibnu Sulthan Al-‘Adnani, hal. 10). Dan juga sebagaimana dikatakan Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan: “Merealisasikan tauhid artinya membersihkan dan memurnikan tauhid (dengan tiga jenisnya, pen) dari kesyirikan, bid’ah, dan kemaksiatan.” (Fathul Majid, hal. 75)

Oleh karena itu, Asy-Syaikh Saifurrahman bin Ahmad Ad-Dihlawi mengatakan bahwa di antara ‘keistimewaan’ Jamaah Tabligh dan para pemukanya adalah apa yang sering dikenal dari mereka bahwasanya mereka adalah orang-orang yang berikrar dengan tauhid. Namun tauhid mereka tidak lebih dari tauhidnya kaum musyrikin Quraisy Makkah, di mana perkataan mereka dalam hal tauhid hanya berkisar pada tauhid rububiyyah saja, serta kental dengan warna-warna tashawwuf dan filsafatnya. Adapun tauhid uluhiyyah dan ibadah, mereka sangat kosong dari itu. Bahkan dalam hal ini, mereka termasuk golongan orang-orang musyrik. Sedangkan tauhid asma wash shifat, mereka berada dalam lingkaran Asya’irah serta Maturidiyyah, dan kepada Maturidiyyah mereka lebih dekat. (Nazhrah ‘Abirah I’tibariyyah Haulal Jamaah At-Tablighiyyah, hal. 46)

Sifat Kedua: Shalat dengan Penuh Kekhusyukan dan Rendah Diri.

Asy-Syaikh Hasan Janahi berkata: “Demikianlah perhatian mereka kepada shalat dan kekhusyukannya. Akan tetapi, di sisi lain mereka sangat buta tentang rukun-rukun shalat, kewajiban-kewajibannya, sunnah-sunnahnya, hukum sujud sahwi, dan perkara fiqih lainnya yang berhubungan dengan shalat dan thaharah. Seorang tablighi (pengikut Jamaah Tabligh, red) tidaklah mengetahui hal-hal tersebut kecuali hanya segelintir dari mereka.” (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 5- 6)

Sifat ketiga: Keilmuan yang Ditopang dengan Dzikir. (3)

Mereka membagi ilmu menjadi dua bagian. Yakni ilmu masail dan ilmu fadhail. Ilmu masail, menurut mereka, adalah ilmu yang dipelajari di negeri masing-masing. Sedangkan ilmu fadhail adalah ilmu yang dipelajari pada ritus khuruj (lihat penjelasan sifat keenam, red) dan pada majlis-majlis tabligh. Jadi, yang mereka maksudkan dengan ilmu adalah sebagian dari fadhail amal (amalan-amalan utama, pen) serta dasar-dasar pedoman Jamaah (secara umum), seperti sifat yang enam dan yang sejenisnya, dan hampir-hampir tidak ada lagi selain itu.

Orang-orang yang bergaul dengan mereka tidak bisa memungkiri tentang keengganan mereka untuk menimba ilmu agama dari para ulama, serta tentang minimnya mereka dari buku-buku pengetahuan agama Islam. Bahkan mereka berusaha untuk menghalangi orang-orang yang cinta akan ilmu, dan berusaha menjauhkan mereka dari buku-buku agama dan para ulamanya. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 6 dengan ringkas)

Sifat Keempat: Menghormati Setiap Muslim.

Sesungguhnya Jamaah Tabligh tidak mempunyai batasan-batasan tertentu dalam merealisasikan sifat keempat ini, khususnya dalam masalah al-wala (kecintaan) dan al-bara (kebencian). Demikian pula perilaku mereka yang bertentangan dengan kandungan sifat keempat ini di mana mereka memusuhi orang-orang yang menasehati mereka atau yang berpisah dari mereka dikarenakan beda pemahaman, walaupun orang tersebut ‘alim rabbani. Memang, hal ini tidak terjadi pada semua tablighiyyin, tapi inilah yang disorot oleh kebanyakan orang tentang mereka. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 8 )

Sifat Kelima: Memperbaiki Niat.

Tidak diragukan lagi bahwasanya memperbaiki niat termasuk pokok agama dan keikhlasan adalah porosnya. Akan tetapi semuanya membutuhkan ilmu. Dikarenakan Jamaah Tabligh adalah orang-orang yang minim ilmu agama, maka banyak pula kesalahan mereka dalam merealisasikan sifat kelima ini. Oleh karenanya engkau dapati mereka biasa shalat di masjid-masjid yang dibangun di atas kuburan. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 9)

Sifat Keenam: Dakwah dan Khuruj di Jalan Allah subhanahu wa ta’ala.

Cara merealisasikannya adalah dengan menempuh khuruj (keluar untuk berdakwah, pen) bersama Jamaah Tabligh, empat bulan untuk seumur hidup, 40 hari pada tiap tahun, tiga hari setiap bulan, atau dua kali berkeliling pada tiap minggu. Yang pertama dengan menetap pada suatu daerah dan yang kedua dengan cara berpindah-pindah dari suatu daerah ke daerah yang lain. Hadir pada dua majelis ta’lim setiap hari, majelis ta’lim pertama diadakan di masjid sedangkan yang kedua diadakan di rumah. Meluangkan waktu 2,5 jam setiap hari untuk menjenguk orang sakit, mengunjungi para sesepuh dan bersilaturahmi, membaca satu juz Al Qur’an setiap hari, memelihara dzikir-dzikir pagi dan sore, membantu para jamaah yang khuruj, serta i’tikaf pada setiap malam Jum’at di markas. Dan sebelum melakukan khuruj, mereka selalu diberi hadiah-hadiah berupa konsep berdakwah (ala mereka, pen) yang disampaikan oleh salah seorang anggota jamaah yang berpengalaman dalam hal khuruj. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 9)

Asy-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan berkata: “Khuruj di jalan Allah adalah khuruj untuk berperang. Adapun apa yang sekarang ini mereka (Jamaah Tabligh, pen) sebut dengan khuruj maka ini bid’ah. Belum pernah ada (contoh) dari salaf tentang keluarnya seseorang untuk berdakwah di jalan Allah yang harus dibatasi dengan hari-hari tertentu. Bahkan hendaknya berdakwah sesuai dengan kemampuannya tanpa dibatasi dengan jamaah tertentu, atau dibatasi 40 hari, atau lebih sedikit atau lebih banyak.” (Aqwal Ulama As-Sunnah fi Jama’atit Tabligh, hal. 7)

Asy-Syaikh Abdurrazzaq ‘Afifi berkata: “Khuruj mereka ini bukanlah di jalan Allah, tetapi di jalan Muhammad Ilyas. Mereka tidaklah berdakwah kepada Al Qur’an dan As Sunnah, akan tetapi berdakwah kepada (pemahaman) Muhammad Ilyas, syaikh mereka yang ada di Banglades (maksudnya India, pen). (Aqwal Ulama As Sunnah fi Jama’atit Tabligh, hal. 6)

Aqidah Jamaah Tabligh dan Para Tokohnya

Jamaah Tabligh dan para tokohnya, merupakan orang-orang yang sangat rancu dalam hal aqidah. (4) Demikian pula kitab referensi utama mereka Tablighi Nishab atau Fadhail A’mal karya Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi, merupakan kitab yang penuh dengan kesyirikan, bid’ah, dan khurafat. Di antara sekian banyak kesesatan mereka dalam masalah aqidah adalah: (5)

1. Keyakinan tentang wihdatul wujud (bahwa Allah menyatu dengan alam ini). (Lihat kitab Tablighi Nishab, 2/407, bab Fadhail Shadaqat, cet. Idarah Nasyriyat Islam Urdu Bazar, Lahore)

2. Sikap berlebihan terhadap orang-orang shalih dan keyakinan bahwa mereka mengetahui ilmu ghaib. (Lihat Fadhail A’mal, bab Fadhail Dzikir, hal. 468-469, dan hal. 540-541, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore)

3. Tawassul kepada Nabi (setelah wafatnya) dan juga kepada selainnya, serta berlebihannya mereka dalam hal ini. (Lihat Fadhail A’mal, bab Shalat, hal. 345, dan juga bab Fadhail Dzikir, hal. 481-482, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore)

4. Keyakinan bahwa para syaikh sufi dapat menganugerahkan berkah dan ilmu laduni. (Lihat Fadhail A’mal, bab Fadhail Qur’an, hal. 202- 203, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore)

5. Keyakinan bahwa seseorang bisa mempunyai ilmu kasyaf, yakni bisa menyingkap segala sesuatu dari perkara ghaib atau batin. (Lihat Fadhail A’mal, bab Dzikir, hal. 540- 541, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore)

6. Hidayah dan keselamatan hanya bisa diraih dengan mengikuti tarekat Rasyid Ahmad Al-Kanhuhi. (Lihat Shaqalatil Qulub, hal. 190). Oleh karena itu, Muhammad Ilyas sang pendiri Jamaah Tabligh telah membai’atnya di atas tarekat Jisytiyyah pada tahun 1314 H, bahkan terkadang ia bangun malam semata-mata untuk melihat wajah syaikhnya tersebut. (Kitab Sawanih Muhammad Yusuf, hal. 143, dinukil dari Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 2)

7. Saling berbai’at terhadap pimpinan mereka di atas empat tarekat sufi: Jisytiyyah, Naqsyabandiyyah, Qadiriyyah, dan Sahruwardiyyah. (Ad-Da’wah fi Jaziratil ‘Arab, karya Asy-Syaikh Sa’ad Al-Hushain, hal. 9-10, dinukil dari Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 12)

8. Keyakinan tentang keluarnya tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari kubur beliau untuk berjabat tangan dengan Asy-Syaikh Ahmad Ar-Rifa’i. (Fadhail A’mal, bab Fadhail Ash-Shalati ‘alan Nabi, hal. 19, cet. Idarah Isya’at Diyanat Anarkli, Lahore)

9. Kebenaran suatu kaidah, bahwasanya segala sesuatu yang menyebabkan permusuhan, perpecahan, atau perselisihan -walaupun ia benar- maka harus dibuang sejauh-jauhnya dari manhaj Jamaah. (Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha, hal. 10)

10. Keharusan untuk bertaqlid. (Lihat Dzikir Wa I’tikaf Key Ahmiyat, karya Muhammad Zakaria Al-Kandahlawi, hal. 94, dinukil dari Jama’atut Tabligh ‘Aqaiduha wa Ta’rifuha, hal. 70)

11. Banyaknya cerita-cerita khurafat dan hadits-hadits lemah/palsu di dalam kitab Fadhail A’mal mereka, di antaranya apa yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Hasan Janahi dalam kitabnya Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 46-47 dan hal. 50-52.) Bahkan cerita-cerita khurafat dan hadits-hadits palsu inilah yang mereka jadikan sebagai bahan utama untuk berdakwah. Wallahul Musta’an.

Fatwa Para Ulama Tentang Jamaah Tabligh (6)

1. Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Siapa saja yang berdakwah di jalan Allah bisa disebut “muballigh” artinya: (Sampaikan apa yang datang dariku (Rasulullah), walaupun hanya satu ayat), akan tetapi Jamaah Tabligh India yang ma’ruf dewasa ini mempunyai sekian banyak khurafat, bid’ah dan kesyirikan. Maka dari itu, tidak boleh khuruj bersama mereka kecuali bagi seorang yang berilmu, yang keluar (khuruj) bersama mereka dalam rangka mengingkari (kebatilan mereka) dan mengajarkan ilmu kepada mereka. Adapun khuruj, semata ikut dengan mereka maka tidak boleh.”

2. Asy Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali (7) berkata: “Semoga Allah merahmati Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz (atas pengecualian beliau tentang bolehnya khuruj bersama Jamaah Tabligh untuk mengingkari kebatilan mereka dan mengajarkan ilmu kepada mereka, pen), karena jika mereka mau menerima nasehat dan bimbingan dari ahlul ilmi maka tidak akan ada rasa keberatan untuk khuruj bersama mereka.

Namun kenyataannya, mereka tidak mau menerima nasehat dan tidak mau rujuk dari kebatilan mereka, dikarenakan kuatnya fanatisme mereka dan kuatnya mereka dalam mengikuti hawa nafsu. Jika mereka benar-benar menerima nasehat dari ulama, niscaya mereka telah tinggalkan manhaj mereka yang batil itu dan akan menempuh jalan ahlut tauhid dan ahlus sunnah. Nah, jika demikian permasalahannya, maka tidak boleh keluar (khuruj) bersama mereka sebagaimana manhaj as-salafush shalih yang berdiri di atas Al Qur’an dan As Sunnah dalam hal tahdzir (peringatan) terhadap ahlul bid’ah dan peringatan untuk tidak bergaul serta duduk bersama mereka.

Yang demikian itu (tidak bolehnya khuruj bersama mereka secara mutlak, pen), dikarenakan termasuk memperbanyak jumlah mereka dan membantu mereka dalam menyebarkan kesesatan. Ini termasuk perbuatan penipuan terhadap Islam dan kaum muslimin, serta sebagai bentuk partisipasi bersama mereka dalam hal dosa dan kekejian. Terlebih lagi mereka saling berbai’at di atas empat tarekat sufi yang padanya terdapat keyakinan hulul, wihdatul wujud, kesyirikan dan kebid’ahan.”

3. Asy-Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Ibrahim Alusy Syaikh (8) rahimahullah berkata: “Bahwasanya organisasi ini (Jamaah Tabligh, pen) tidak ada kebaikan padanya. Dan sungguh ia sebagai organisasi bid’ah dan sesat. Dengan membaca buku-buku mereka, maka benar-benar kami dapati kesesatan, bid’ah, ajakan kepada peribadatan terhadap kubur-kubur dan kesyirikan, sesuatu yang tidak bisa dibiarkan. Oleh karena itu -insya Allah- kami akan membantah dan membongkar kesesatan dan kebatilannya.”

4. Asy-Syaikh Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata: “Jamaah Tabligh tidaklah berdiri di atas manhaj Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam serta pemahaman as-salafus shalih.”

Beliau juga berkata: “Dakwah Jamaah Tabligh adalah dakwah sufi modern yang semata-mata berorientasi kepada akhlak. Adapun pembenahan terhadap aqidah masyarakat, maka sedikit pun tidak mereka lakukan, karena -menurut mereka- bisa menyebabkan perpecahan.”

Beliau juga berkata: “Maka Jamaah Tabligh tidaklah mempunyai prinsip keilmuan, yang mana mereka adalah orang-orang yang selalu berubah-ubah dengan perubahan yang luar biasa, sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.”

5. Asy-Syaikh Al-Allamah Abdurrazzaq ‘Afifi (9) berkata: “Kenyataannya mereka adalah ahlul bid’ah yang menyimpang dan orang-orang tarekat Qadiriyyah dan yang lainnya. Khuruj mereka bukanlah di jalan Allah, akan tetapi di jalan Muhammad Ilyas. Mereka tidaklah berdakwah kepada Al Qur’an dan As Sunnah, akan tetapi kepada Muhammad Ilyas, syaikh mereka di Bangladesh (maksudnya India, pen).”

Demikianlah selayang pandang tentang hakikat Jamaah Tabligh, semoga sebagai nasehat dan peringatan bagi pencari kebenaran. Wallahul Muwaffiq wal Hadi Ila Aqwamith Thariq.
_______________
(1) Para pengikut Abu Manshur Al-Maturidi yang menafikan (menolak) sebagian nama dan sifat Allah. Mereka membatasi sifat Allah hanya 13. (ed)

(2) Yang semacam ini sangat dilarang dalam agama menurut kesepakatan ulama. Memang terdapat perbedaan pendapat jika tamimah/’rajah’ tersebut dibuat hanya dari ayat Al Qur’an. Namun yang rajih, hal ini tetap tidak diperbolehkan menurut banyak shahabat dan ulama yang setelah mereka. (ed)

(3) Di antara dzikir mereka, mereka mengucapkan kalimat syahadat secara terpisah. Yaitu ‘Laa ilaaha’ dibaca sekian kali secara tersendiri, setelah itu baru membaca ‘illallah’ dengan jumlah yang sama. Dan ini jelas bertentangan dengan petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam serta tidak merealisasikan kandungan tauhid dalam kalimat tersebut. (ed)

(4) Untuk lebih rinci, lihat kitab Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 17-24.

(5) Untuk lebih rinci, lihat kitab Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 31-58.

(6) Dinukil dari Aqwal ‘Ulama As-Sunnah fi Jama’atit Tabligh, Asy-Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali, hal. 2, 5, 6.

(7) Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan As-Sunnah, Fakultas Hadits, Universitas Islam Madinah.

(8) Beliau adalah Mufti Kerajaan Saudi Arabia sebelum Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah.

(9) Beliau pernah menjadi anggota Haiah (Lembaga) Kibarul Ulama Saudi Arabia.

Sumber: Majalah Asy Syariah No. 07/I/1425 H/2004, hal. 6-10 atau silakan kunjungi link berikut: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=153

About these ads

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 10/02/2010, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 27 Komentar.

  1. Mantap bnar sobat,sebuah masukan yg sangat bermanfaat,salam kenal salam persahabatan dan salam silaturrahmi dari Aceh :-)

  2. Bertobatlah orang yang mengaku2 SALAF pengikut salafus saleh, karena kelaukuan kalian ini sama dengan orang khawarij, semoga Allah mengampuni kalian semua dan saya.

    Rasullullah SAW bersbada:
    Rasulullah saw bersabda: “Apabila umatku sudah mengagungkan dunia maka akan dicabutlah kehebatan Islam; dan apabila mereka meninggalkan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar, maka akan diharamkan keberkahan wahyu; dan apabila umatku saling mencaci, maka jatuhlah mereka dalam pandangan Allah.”
    “Hampir tiba suatu masa dimana berbagai bangsa/kelompok mengeroyok kamu, bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni hidangan mereka.” Seorang sahabat bertanya: “Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada hari itu?” Nabi SAW menjawab: “(Tidak) Bahkan jumlah kamu pada hari itu sangat banyak (mayoritas), tetapi (kualitas) kamu adalah buih, laksana buih di waktu banjir, dan Allah mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan menanamkan penyakit “al wahnu”. Seorang bertanya, “Apakah al wahnu itu Ya Rasulallah?” Rasulullah menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Dawud).

  3. Kalian akan mempertanggungjawbakan fitnah yang kalian buat hari ini kelak dihadapan Allah, selama 20 tahun saya mengikuti tabligh dan juga bbrp tahun salaf, tidak pernah saya temukan fitnah sperti yang ditulis diatas……

    Pengarang buku Fadilah Amal itu Maulana Zakarriya itu telah mengarang 100 kitab yang sangat tebal dan salah satu pendiri universitas madinah. Salah satu kitabnya adalah Aswajil Masalik sarah al muwatha’ MAlik yang terdiri dari 6 jilid ribuan halaman/jilid, dan mendapat penghargaan pemerintah arab. Kalian tidak tahu sejarah asal ngomong saja…Albani coba diteliti lagi sejarah nya hidupnya….

  4. Buka mata kailan yang bukan ulama dan bukan ahli hadist, tobat lah…sebelum jatuh dan dihinakan dari pandangan Allah….

    http://salafytobat.wordpress.com/2008/07/13/ahlusunnah-dan-salafusolih-yang-dikafirkan-wahabi/

  5. dasar tukang fitnah. yang perlu dikasihani adalah anda dan yang mengaku-aku salafi (Salah Fikir), tapi amal bukan salaf. alias tukang fitnah, tempatnya neraka jika tidak tobat….!!!

    • Barakallahu fiik.. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menunjuki kita kepada jalan kebenaran dan memperbaiki amal-amal kita agar kelak tidak terjerumus ke dalam neraka..

  6. karkun joss tobat

    benarlah uraian di atas, bertahun-tahun sy ikuti jamaah tabligh,banyak kargozari (cerita-cerita dakwah) tahayyul yg disebarkan,khidmat,ushuli,melempar takaza,amal maqami yg istiqomah,tp tidak memberi cahaya ilmu pada kami,sy sarankan kepada semua saudara saya jamaah tabligh.tinggalkanlah jamaah sesat ini,kalau kami ikut jord di berbagai markaz,bukanlah ilmu yg kami dapatkan,hanya berkumpul2 yang jauh dari ilmu,kami beristigfar kepada Allah atas mereka2 yang kami tasykil masuk kejamaah jahil ini,jamaah yang hanya memeilki semangat tanpa di dasari ilmu, jika mereka di nasehati,mereka selalu mengandalkan akata fitnah…wahai orang yang jahil dalam agama,beritahukan perkataan yang mana yg fitnah diatas, sudah ke IPB kah kalian wahai pengagum muda jamaah tabligh,tahukah kalian dekat marqaz nizamuddin kalian akan temui para pemuja maqam aulia nizamuddin,bagaimana mungkin pusat dakwah???? hidup berdampingan dengan damai dengan tempat jijik yang amalan dilaknat Allah dan Rasul-Nya..naudzubillah .sadarlah wahai jamaah tabligh..sadarlah saudaraku, jangan bersikap hizbiyyah, apalagi mengagumi situs ” Salafy taubat” situsnya aliran Asy’ariyah…apakah kalian juga asy’ariyah wahai jamaah tabligh????? sadarlah!!!!

  7. muhshonat al qonitat

    bismillah….masya Alloh, memang betapa banyak syubhat dan kita memerlukan hujjah untuk bisa menjelaskan kepada umat kesesatan2 firqoh2 yang ada sekarang. qodarulloh mendapat suami yang masih di jama’ah tabligh. mohon do’anya semoga beliau mendapat hidayah dan bisa memahami segala hujjah yang haq, dan dapat mengikuti kebenaran serta mengikuti manhaj yang haq, manhaj ahlussunnah wal jama’ah.

  8. sadarlah wahai saudaraku, kembalilah kejalan yang benar, yaitu jalannya para salafussoleh, sesuai Alqur’an dan Sunnah nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassallam, semoga ALLAH membukakan pintu hati buat saudaraku yang masih menjadi jamaah tabligh, amin

  9. Jamaah di Riau pernah berselisih dg salafy tetapi ketika diajak ber sumpah siapa yang salah akan kena laknat Allah, maka orang salafy gak berani.
    itu aja.

  10. sungguhh aneh orang orang yang mengaku salafusalleh tapi ndak tau cara kerja dakwah para sahabat.jadinya ngaco lal{SALAh FIkir} hatinya busuk penuh kedengkian dan fitnah,padahal kalau dia mau melihat kedalam dirinya sendiri secara jujur banyak boroknya.lihat sejarahmu dibelakang sangat penuh dengan darah pembantaian kaum muslimin.dan,haus kekuasaan ,sekarang aja salafi itu gembar gembor masalah ilmu dan mengaku hanya tauhidnya saja yang benar yang lain salah bilang bid,ah sana sini. padahal itu untuk menutupi boroknya yglalu. . dan membuat umat islam berpecah belah.tujuannya untuk mengekalkan kekuasaan.dan mendapatkan syahwat dunia..Sudahlah semua umat islam sudah tau siapa itu wahabi sal

  11. bertobatlah wahai jamaah tabligh.dan bekalilah diri kalian dgn ilmu yg bermanfaat.alquran dan kitab sunnah.

    • setinggi apa ilmu yg km miliki”jka tak ada amal takkan bernilai kitab2mu itu,beda dengan jama’ah da’wah mereka da’wah susah payah,menangis atas hidayah,mereka tinggalkan anak istri hanya untuk mewujudkan agama yg sempurna diri n untuk mreka yg mendengar..tdk ada niat lain,hanya rido alloh yg mreka cari bukan pamerkan ilmu,,adakah sama kalian tahajud mohon diberi rizki,sehat,terpenuhi segala sapek,,dengan jama’ah iman yg da’wah do’a isak tangis mohon hidayah untuk org yg mereka datangi berharap mereka masuk islam secara kaffah..amalkan agama secara sempurna,,hanya org beriman yg tau kebenaran bukan org yg berilmu yg tampa amal..

  12. Assalamu’alaikum sdr smuanya semoga alloh merahmati kita semua.amiin..sesungguh nya hidayah datang dr alloh.maka alhamdulillah lewat gerakn dr sdr2 kita yg mendakwahkn agama mk subhanalloh berapa banyak dr sdr2 yg dulu tdk tau sholat skrng belajar mendirikn sholat & meninggalkn kemaksiatan.maka bertaubatlah orang2 yg mau menghancurkan dakwah.sebelum alloh membrikan azab di dunia sampr akhirat.!!umat skarang sdng jauh dr agama mk bruntunglah orang2 yg menjadikn dirinya asbab orang itu dekat dgn agama & mengamalkn agama.

    • trimakasih wahai salapi atas fitnah kalian,,dengan itu iman kmi sllu memuncak/naik,,fitnah kALIan adalah ujian kami,”kMI akan sllu bersusah payah dalam iman..walladzina jahadu fina,..

  13. inilah kesalahan kami terbesar : baik sangka yg keblabasan,kami pikir tak mungkin ada yg berani dusta atas nama agama.
    kami “pernah” ikut andil dlm jt. Kami yg wkt ikut jt ingin tahu bgmn ibadah sesuai sunnah kok tiba-2 harus berdakwah?????? ketika masturoh ke bombay, tiba-2 banyak yg datang dan memberi kami selamat krn” katanya salah satu jamaah di inggris,bermimpi Rasul dan Rasulullah menyampaikan salam pada jamaah masturoh kami”,banyak yg senang tapi saya malah bingung???? krn tahu siapa saya dan kok mereka begitu percaya dg mimpi ??????sampai ada satu masturoh yg punya 4 anak hafizd minta dido’akan saya krn salah satu anaknya sedang sakit,semua mastorah minta dido’akan kami ,katanya orang yg lagi hkuruj itu do,anya makbul seperti do’a para nabi???????krn wkt itu dr 8 masturah yg bisa bhs inggris hanya 2 orang salah satunya ya saya mau ngak mau jadi juru bicara padahal saya tahu saya tak tau apa-apa???????kami juga dibaiat di nizamudin oleh maulana inamul hasan dg berpegangan semuanya pada seutas tali?????saat saya menonton ceramah Dr daud Rasyid(ahli hadist),penyampaikan hadist-2 yg kebetulan sering saya sampaikan juga ktk khuruj,beliau katakan ini hadist dhoif ,ini hadist maudlu,juga beliau sampaikan juga bahwa jika kita berdakwah dg hadist dhoif maka bukan surga yg kita siapkan tapi neraka???????semua kegiatan baik ijtima,musyawarah dan khuruj adl mengeluarkan jamaah sebanyak banyaknya ,krn dikatakan bhw kita diciptakan utk dakwah????? Cukup dg khuruj maka Allah akan faham agama??????padahal yg dibahas hanya fadloil amal yg ternyata banyak hadist dhoifnya, membahas 6 sifat dan mengeluarkan cash jamaah??????juga permisalan -2 yg menjebak.Setiap masa selalu ditanamkan keyakinan bahwa sahabat mempunyai 6 sifat sahabat yg utama dan khuruj adalah sifat yg paling menonjol??????? Amalan ini adalah kebanggaan jt , krn itu diatur waktunya (ada nishabnya) kalau sudah nishabnya belum khuruj jg dijamin pasti dpt musibah besar (diusahakan pergi walau hrs berhutang dan keluarga, Allah yg jaga) ????dan benarkah para sahabat nabi mempunyai sifat demikian??????.bahkan ukuran baik buruknya seseorang itu berapa lama khuruj apakah sudah IP ????? tabi’in yg hidup dijaman sahabat kok tak mengenalnya ????? teganya jt berdusta atas nama sahabat???? jt meninggalkan keluarga dg dalil nabi Ibrahim juga meninggalkan hajar dan anaknya yg masih kecil di padang pasir(masjid haram sekarang), pastaskan kita mensejajarkan diri dg nabi Ibrarim ??????dan seolah olah khuruj itu perintah langsung dari Allah spt nabi Ibrahim diperintahkan untuk meninggalkan istri dan anaknya ditempat terpencil????? orang yg ikut khuruj dapat hidayah yg tidak khuruj artinya??????jika diajak khuruj dan menolak dikatakan mendahulukan dunia dan meninggalkan agama?????dikatakan tebar-2 hidayah memang punya kita hidayah??????? jika ada pilihan antara haji dan khuruj maka mereka pilih khuruj , beraninya menafikan rukun islam mendahulukan khuruj ??????? yg dipelajari ilmu fadhoil, gimana kita dapat pahala sedang beribadah yg benar saja ngak tahu?????dikatakan bukan fatwa tapi taqwa ,gimana kita tahu bahwa kita sudah bertaqwa kalau kita tidak menuntut ilmunya????? siapa yg tahu ilmu ya ulama ,insya Allah ulama Rabbani tidak sembarangan mengeluarkan fatwa ,pataskah kita menempatkan diri lebih taqwa dari ulama ??????.masih bayak hal-2 lain yg terutama khikayah yg ngak masuk akal , yg lebih mengagetkan lagi sewaktu saya mengajak istrinya seorang maulana untuk belajar Al-Qur’an maka maulana (gelar org jebolan pakistan) berkata sesuai dg tablig ngak?????? kok Al-Qur’an yg hrs sesuai dg tablig bukan kah justru tablig yg hrs sesuai dg Al-Qur’an???????? mereka katakan tak perlu ilmu krn banyak yg berilmu tapi salah amalannya (yg tak berilmu amalannya benar)??????
    Mulai saat itu kami berlepaskan diri dr tablig (yg dr pertam, pun sdh banyak keraguan). Kami perpaling kpd salafy yg mrk begitu alergi. Subhanallah syubhat-2 selama ini terjawab sudah .Disini kami menemukan apa yg selama ini kami cari Alhamdulillah !!!!!
    Insya Allah bukan maksud kami mencela apalagi memvonis tapi ini hanya sekedar risau kami khususnya para karkun apalagi yg jos .waktu kita makin sempit padahal kita harus mempertanggung jawabkan semua yg telah kita lakukan kepada Allah .jadi alangkah bijaksananya jika sebelum beramal dan berkata kita cari ilmunya dulu .pastaskah kita berkata menurut saya ???lalu siapa saya ini????? takutlah pd Allah dan salah satu tandanya kita menuntut ilmu

  14. subhanallah apa yg diuraikan pd literatur diatas , wallahi demikianlah sebenarnya jamaah tablig
    Dengan berharap dapat mengetahui bagaimana beribadah yang benar sesuai Sunnah Rasulullah, kami ikut JT.
    Suami tiap th khuruj 4 bln IPB (7 kali) ,hidmat di Nizamudin , 4 bln negri jauh (Amerika). Masturoh 2 bln ke IP , dibai’at di Nizamudin.
    Makin banyak syubhat yg saya dapatkan ,saya tanya disurat apa atau dihadist mana perintah khuruj itu ? bukannya jawaban yg kami dapatkan tapi kemarahan.
    Alhamdulillah, Allah tunjukkan Agama yang haq , yang jelas yang tidak ada keraguan didalamnya .
    Niat baik dan semangat saja tidaklah cukup, tapi harus dimulai dengan mencari ilmunya sebelum kita beramal.
    Seyogianya seorang mu’min itu tidak sekedar berbicara , berpendapat tanpa dasar , apalagi urusan AGAMA .
    Take time untuk membaca , belajar merenungi , ukur capasitas diri .Kalau tidak paham , lebih baik bertanya , lebih banyak lagi mengkaji kitab-kitab para ulama salaf (para sahabat Rasulullah ,tabi’in , tabi’ut tabi’in dan yang mengikuti mereka) menelaah bagaimana pemahaman mereka , bagaimana praktek mereka , sehingga kita tidak tergelicir dalam memberikan pandangan yang menyesatkan dan berlepas diri dari apa yang mereka amalkan.
    Allah berfirman :”…. Diantara hamba-hamba Allah yang paling takut kepada-Nya hanyalah para ulama…. (Al Fathir 28) .
    Semakin berilmu…mereka akan semakin takut pada Allah…..mereka akan semakin tawadhu…..mereka akan semakin berhati-hati dalam menggunakan lisannya….menjaga tangannya menjaga hatinya…semoga Allah memasukkan kita menjadi seorang diantaranya , amin .
    Terkadang….bila membaca dan menganalisa perkataan ulama, tulisan para ulama, fatwa ulama, ulasan para tholabul ilmi yang sangat jelas (clear like crytal clear) jadi bertanya-tanya…..Kalaulah mereka saja tidak mampu meyakinkan dan memberikan penjelasan yang memuaskan ….apalagi artinya hamba yg dhoif ini dibanding dengan mereka.
    Hendaklah kita bertaqwa kepada Allah, wahai saudaraku. Jangan mengkhianati Allah, Rasulullah, Al-Qur’an dan kaum muslimin. Jangan kita menipu orang awam. Jangan mengukur urusan apapun semata-mata hanya dengan perasaan kita, sebab dienullah sangat terang benderang, malamnya sebagaimana siangnya, tidak akan ada yang menyimpang darinya sepeninggal beliau shalallalahu ‘alaihi wa sallam melainkan orang yang pasti binasa.
    Allah telah menyempurnakan dien-Nya, termasuk dalam hal ini ialah jalan dakwah. Ini merupakan perkara tauqifi, harus atas petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman salafush shalih. Sedangkan apa yang tidak sesuai dengannya, maka ia adalah bid’ah dan kesesatan, sekalipun namanya dipoles dengan apa saja dan biarpun memamerkan berjuta dalih

  15. khuruj tidak terdapat dalam hadits tetapi itu cuma metode. lalu jika anda dakwah melalui internet apakah ada haditsnya ????

  16. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memang mengutus beberapa orang sahabat untuk berdakwah (khuruj -istilah Jama’ah Tabligh), tapi pertanyaan saya :

    1) Apakah rasulullah mengutus seluruh sahabatnya untuk berdakwah atau beliau hanya mengutus beberapa orang sahabat saja semisal Mu’adz bin Jabal, Hudzaifah bin Al-Yaman dan Mush’ab bin ‘Umair rahimahumullah yang mereka memang dikenal sebagai ulama di kalangan sahabat?

    2) Apakah berdakwah cukup hanya bermodal kitab Fadhail A’maal? Permasalahan dakwah adalah tugasnya para rasul dan ulama bukan sembarang orang. Orang bodoh yang semangat itu lebih banyak merusak daripada memperbaiki. mau contoh? kita bisa melihat para pelaku teror bom di negeri kita, mereka adalah orang yang semangat beragama tapi bodoh. semoga Allah berikan hidayah

    3) Kalian tahu ancaman keras bagi orang yang berdusta atas nama rasulullah? hendaknya mempersiapkan tempat duduknya di neraka. Di dalam kitab Fadhail A’maal yang kalian baca banyak terdapat hadits palsu, ketika kalian mengatakan Rasulullah bersabda padahal haditsnya palsu, apa ini bukan berdusta atas nama rasul? mau bukti..

    4) Dakwah kalian berbeda dengan dakwahnya rasul dan para sahabat, dakwah utama mereka adalah memberantas kesyirikan, buktinya sahabat Umar radhiyallahu ‘anhu menebang pohon tempat para sahabat melakukan bai’at kepada rasul karena khawatir menjadi tempat kesyirikan padahal itu belum terjadi, apakah kalian berani mengingkari kesyirikan di tengah masyarakat?

    5) Kewajiban seorang yang bodoh adalah belajar bukan berdakwah. Apakah rasulullah pernah memerintahkan orang yang bodoh untuk berdakwah? justru rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah marah dan melaknat orang bodoh yang berfatwa tanpa ilmu, mau bukti?

  17. masya allah [hanif] aq sungguh takjub melihat ilmu kmu,!!! brapa tahun mondoknya,,??ayahmu pasti ulamua beeccar yg berkumis,,mandi dengan harta syubhat”hidup untuk sombong,sifat tawadhu dianggap org bodoh”malu bergaul degan org fakir miskin,kerjanya cuma arisan duit/ngunjing,,
    org sperti ini biasanya hatinya busuk,,iihh bau”
    pantas kah org sperti ini menjadi ahli hadis/hafidh,,dasar salapikkir

  18. Ayahku sudah meninggal, tidak lama setelah beliau pulang dari menunaikan ibadah haji. semoga Allah memaafkan dosa beliau, dosa kita, orang tua kita dan seluruh kaum muslimin. amin

    mohon maaf jika ada ungkapan saya yang menyinggung rekan-rekan sekalian. Anggaplah itu sebagai sebuah nasehat buat kita semua.

    Bukankah larangan berdusta atas nama rasul, kewajiban belajar (menuntut ilmu agama) sebelum berdakwah dan kewajiban berdakwah sesuai tuntunan rasul merupakan nasehat buat kita semua? Jadi, kenapa mesti marah ketika ada yang memberikan nasehat dan mengingatkan kekeliruan kita..

  19. mohammad tayyib

    orang bida’ah mengomentari soal bid’ah ya jadinya….semuanya bid’ah. pdhl orang2 wahabi itu gudangnya bid’ah. “BID’AH” hiya kalimatu hua qo iluha. contoh salah satu bid’ahnya wahabi adlh pengucapan “Assyeh al ‘allamah” kepada guru2 mereka. kl mau konsisten ttg bid’ah mereka hrs menolak semua perkara baru krn ” kullu muhdasatin bid’ah wa kullu bid’atin dholalalh” tp salih bin fauzan tlh berbuat BID’AH dg membuat2 difinisi dn pembagian bid’ah sendiri yg tdk dicontohkan oleh nabi dn salafussholeh.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.288 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: