7 Alasan Kenapa Wanita Haram Menjadi Pemimpin

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Berikut ini adalah alasan-alasan mengapa syariat tidak memperbolehkan wanita menjadi pemimpin:

Alasan Pertama: Pemimpin wanita pasti merugikan

Abu Bakrah berkata,

لَمَّا بَلَغَ رَسُولَ اللَّهِ –‏‎ ‎صلى الله عليه وسلم – أَنَّ أَهْلَ‏‎ ‎فَارِسَ قَدْ مَلَّكُوا عَلَيْهِمْ‏‎ ‎بِنْتَ كِسْرَى قَالَ » لَنْ‏‎ ‎يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْا‎ ‎أَمْرَهُمُ امْرَأَةً »

“Tatkala ada berita sampai kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bahwa bangsa Persia mengangkat putri Kisro (gelar raja Persia dahulu) menjadi raja, beliau shallallahu ’alaihi wa sallam lantas bersabda, ” Suatu kaum itu tidak akan bahagia apabila mereka menyerahkan kepemimpinan mereka kepada wanita”.” (HR. Bukhari no. 4425)

Dari hadits ini, para ulama bersepakat bahwa syarat al imam al a’zhom (kepala negara atau presiden) haruslah laki-laki. (Lihat Adhwa ’ul Bayan, 3/34, Asy Syamilah)

Al Baghowiy mengatakan dalam Syarhus Sunnah (10/77) pada Bab ”Terlarangnya Wanita Sebagai Pemimpin”: ”Para ulama sepakat bahwa wanita tidak boleh jadi pemimpin dan juga hakim. Alasannya, karena pemimpin harus memimpin jihad. Begitu juga seorang pemimpin negara haruslah menyelesaikan urusan kaum muslimin. Seorang hakim haruslah bisa menyelesaikan sengketa. Sedangkan wanita adalah aurat, tidak diperkenankan berhias (apabila keluar rumah). Wanita itu lemah, tidak mampu menyelesaikan setiap urusan karena mereka kurang (akal dan agamanya). Kepemimpinan dan masalah memutuskan suatu perkara adalah tanggung jawab yang begitu urgen (penting). Oleh karena itu yang menyelesaikannya adalah orang yang tidak memiliki kekurangan (seperti wanita) yaitu kaum pria-lah yang pantas menyelesaikannya.”

Alasan Kedua: Wanita kurang akal dan agama

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ‏‎ ‎عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ‏‎ ‎الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ‏‎ ‎إِحْدَاكُنَّ

“Tidaklah aku pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya sehingga dapat menggoyangkan laki-laki yang teguh selain salah satu di antara kalian wahai wanita.” (HR. Bukhari no. 304)

Apa yang dimaksud dengan kurang akal dan agamanya?

Ada yang menanyakan kepada Syaikh ’Abdul Aziz bin ’Abdillah bin Baz: Saya seringkali mendengar hadits ”wanita itu kurang akal dan agamanya.” Dari hadits ini sebagian pria akhirnya menganiaya para wanita. Oleh karena itu –wahai Syaikh- kami memintamu untuk menerangkan makna hadits ini.

Adapun makna hadits Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam:

ما رأيت من ناقصات عقل ودين أغلب للب‎ ‎الرجل الحازم من إحداكن فقيل يا رسولا‎ ‎لله ما نقصان عقلها ؟ قال أليست‎ ‎شهادة المرأتين بشهادة رجل ؟ قيل يا‎ ‎رسول الله ما نقصان دينها ؟ قالأ‎ ‎ليست إذا حاضت لم تصل ولم تصم ؟

“Tidaklah aku pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya sehingga dapat menggoyangkan laki-laki yang teguh selain salah satu di antara kalian wahai wanita.” Lalu ada yang menanyakan kepada Rasulullah, ”Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud kurang akalnya?” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam pun menjawab, ”Bukankah persaksian dua wanita sama dengan satu pria?” Ada yang menanyakan lagi, ”Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan kurang agamanya?” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam pun menjawab, ”Bukankah ketika seorang wanita mengalami haidh, dia tidak dapat melaksanakan shalat dan tidak dapat berpuasa?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, Nabi shallallahu ’alaihi wasallam menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kurang akalnya adalah dari sisi penjagaan dirinya dan persaksian tidak bisa sendirian, harus bersama wanita lainnya. Inilah kekurangannya, seringkali wanita itu lupa. Akhirnya dia pun sering menambah-nambah dan mengurang-ngurangi dalam persaksiannya. Oleh karena itu, Allah Ta ’ala berfirman,

وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ‏‎ ‎رِجَالِكُمْ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا‎ ‎رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ‏‎ ‎وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ‏‎ ‎مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ‏‎ ‎إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ‏‎ ‎إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى

“Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya.” (QS. Al Baqarah: 282)

Yang dimaksud dengan kurangnya agama adalah ketika wanita tersebut dalam kondisi haidh dan nifas, dia pun meninggalkan shalat dan puasa, juga dia tidak mengqodho shalatnya. Inilah yang dimaksud kurang agamanya. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 4/292)

Alasan Ketiga: Wanita ketika shalat berjama’ah menduduki shaf paling belakang

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ‏bersabda,

خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ‏‎ ‎أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا‎ ‎وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ‏‎ ‎آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

“Sebaik-baik shof untuk laki-laki adalah paling depan sedangkan paling jeleknya adalah paling belakang, dan sebaik-baik shof untuk wanita adalah paling belakang sedangkan paling jeleknya adalah paling depan.” (HR. Muslim no. 440)

Alasan Keempat: Wanita tidak dapat menikahkan dirinya sendiri, tetapi harus dengan wali

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِىٍّ

“Tidak ada nikah kecuali dengan wali.” (HR. Abu Daud no. 2085, Tirmidzi no. 1101 dan Ibnu Majah no. 1880. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Alasan Kelima: Wanita menurut tabiatnya cenderung pada kerusakan

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ‏‎ ‎خَيْرًا ، فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ‏‎ ‎مِنْ ضِلَعٍ ، وَإِنَّ أَعْوَجَ‏‎ ‎شَىْءٍ فِى الضِّلَعِ أَعْلاَهُ ،‏‎ ‎فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ‏‎ ‎كَسَرْتَهُ ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ‏‎ ‎يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا‎ ‎بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

“Bersikaplah yang baik terhadap wanita karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk. Bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk tersebut adalah bagian atasnya. Jika engkau memaksa untuk meluruskan tulang rusuk tadi, maka dia akan patah. Namun, jika kamu membiarkan wanita, ia akan selalu bengkok, maka bersikaplah yang baik terhadap wanita.” (HR. Bukhari no. 5184)

Alasan Keenam: Wanita mengalami haidh, hamil, melahirkan, dan menyusui

Allah Ta’ala berfirman,

وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ‏‎ ‎الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ‏‎ ‎ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ‏‎ ‎ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي‎ ‎لَمْ يَحِضْنَ وَأُولَاتُ‏‎ ‎الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ‏‎ ‎يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ وَمَنْ‏‎ ‎يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ‏‎ ‎أَمْرِهِ يُسْرًا

“Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath Tholaq : 4)

Jika datang waktu seperti ini, maka di mana tanggung jawab wanita sebagai pemimpin?

Alasan Ketujuh: Wanita mudah putus asa dan tidak sabar

Kita telah menyaksikan pada saat kematian dan datangnya musibah, seringnya para wanita melakukan perbuatan yang terlarang dan melampaui batas seperti menampar pipi, memecah barang-barang, dan membanting badan. Padahal seorang pemimpin haruslah memiliki sifat sabar dan tabah.

Di Mana Kepemimpinan Wanita?

Wanita hanya diperbolehkan menjadi pemimpin di rumahnya, itu pun di bawah pengawasan suaminya, atau orang yang sederajat dengannya. Mereka memimpin dalam hal yang khusus yaitu terutama memelihara diri, mendidik anak dan memelihara harta suami yang ada di rumah. Tujuan dari ini semua adalah agar kebutuhan perbaikan keluarga teratasi oleh wanita sedangkan perbaikan masyarakat nantinya dilakukan oleh kaum laki-laki. Allah Ta’ala berfirman,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا‎ ‎تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ‏‎ ‎الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى‎ ‎وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآَتِينَ‏‎ ‎الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ‏‎ ‎وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ‏‎ ‎اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ‏‎ ‎الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ‏‎ ‎وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al Ahzab: 33)

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

وَالْمَرْأَةُ فِى بَيْتِ زَوْجِهَا‎ ‎رَاعِيَةٌ وَهْىَ مَسْئُولَةٌ عَنْ‏‎ ‎رَعِيَّتِهَا

“Dan wanita menjadi pemimpin di rumah suaminya, dia akan dimintai pertanggungjawaban mengenai orang yang diurusnya.” (HR. Bukhari no. 2409)

Kita hendaknya menerima ketentuan Allah yang Maha Bijaksana ini. Bukanlah Allah membendung hak asasi manusia, tetapi Dialah yang mengatur makhluk-Nya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan kebahagiaannya masing-masing.

Masih Ngotot Adanya Persamaan Gender?

Syaikh Bakar Abu Zaid berkata, “Masing-masing wajib mengimani dan menerima bahwa harus ada perbedaan antara laki-laki dan wanita, baik dari segi lahir dan batin, menurut tinjauan syari’at Islam. Masing-masing harus ridho dengan taqdir Allah dan syari’at Islam.

Perbedaan ini adalah semata-mata menuju keadilan, dengan perbedaan ini kehidupan bermasyarakat menjadi teratur. Tidak boleh masing-masing berharap memiliki kekhususan yang lain, sebab akan mengundang kemarahan Allah, karena masing-masing tidak menerima ketentuan Allah dan tidak ridho dengan hukum dan syari’at-Nya. Seorang hamba hendaknya memohon karunia kepada Rabbnya. Inilah adab syari’at Islam untuk menghilangkan kedengkian dan agar orang mukmin ridha dengan pemberian Allah. Oleh karena itu, Allah berfirman di dalam surat An Nisaa’ ayat 32 yang maksudnya adalah kita dilarang iri dengan kedudukan orang lain.

Selanjutnya, jika hanya berharap ingin meraih sifat lain jenis dilarang di dalam Al Qur’an, maka bagaimana apabila mengingkari syari’at Islam yang membedakan antara laki-laki dan wanita, menyeru manusia untuk menghapusnya, dan menuntut supaya ada kesamaan antara laki-laki dan wanita, yang sering disebut dengan istilah emansipasi wanita. Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah teori sekuler, karena menentang taqdir Allah ….” (Hirosatul Fadhilah)

Sadarlah!

Inilah ketentuan di dalam Islam. Tentunya bila dilaksanakan, kebaikan dan kejayaan akan diraih kaum muslimin sebagaimana yang pernah dialami para Rasul, para sahabatnya, dan generasi sesudahnya. Tetapi jika peraturan ini dilanggar, jangan berharap perdamaian di dunia apalagi kenikmatan di akhirat. Tetapi lihatlah perzinaan dan fitnah wanita serta kehancuran aqidah, ibadah, akhlaq, dan ekonomi yang ini tidak bisa kita tutupi lagi, belum lagi besok di alam kubur, belum lagi di alam akhirat.

Ya Allah, tunjukilah kami (dengan izin-Mu) pada kebenaran dari apa-apa yang kami perselisihkan di dalamnya. Sesungguhnya Engkaulah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shalallahu ’ala nabiyyina Muhammad wa ’ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Sumber: http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/2985-alasan-wanita-tidak-pantas-jadi-pemimpin.html

About these ads

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 20/04/2010, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. 25 Komentar.

  1. Menarik sekali postingnya, sukses untuk anda.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru hari ini berjudul : “Analisa usaha cuci sepeda motor”, serta artikel lain yang menarik, dan kalau berkenan mohon diberi komentar. Terima kasih.

  2. Ibnu Hudzaifah

    Assalamu’alaykum
    Afwan,ana ijin sharing.Syukran.

  3. Arief Alfiandy

    Nice share. Ijin share buat kuliah agama tentang “Wanita”

  4. makasih ya infonya, izin share juga

  5. Subhanallah Begitu bagus tulisan yang sudah anda rangkai mengenai 7 alasan kenapa perempuan tidak boleh jadi pemimpin, saya sangat setuju ketika anda mengeluarkan statment yang demikian.namun perlu juga untuk anda pertimbangkan bagaimana dengan referensi yang sudah anda dapatkan. saya rasa anda perlu mendalami ulang. khususnya bagian aitem terakhir. apa lagi anda mengutip referensi al-Qur’an. berhati- hatilah dalam mengeluarkan stetment.terima kasih atas tulisan yang sudah anda buat. semoga bermanfaat bagi pembaca.

    • Perilaku tsb (item no. 7) sering terjadi pd kebanyakan wanita, meski demikian tentunya tak semua wanita begitu, hanya saja ini adalah keumumannya. Semoga bisa dipahami. Wallahu a’lam.

  6. heartofvillain

    7 alasan yang g pake utek ini namanya baru kurang akal dan agama liat kerajaan inggris bandingkan dengan negara2 islam dan khususnya indonesia

    • Benar. Inggris lebih kafir dari negara kita dan negara-negara Islam yg lain.. Maka utk apa kita berkiblat kepada orang kafir??!

    • @Heartofvillain : Justru sampeyan yg gk pake utek… Ini lg ngomongin haramnya wanita menjadi pemimpin dari sudut pandang hukum Islam… Eeh, sampeyan malah nylonong ngomongin ratu elisabet… Otak sampeyan kagak nyambung coy… Kasiaaan amat…

  7. Nasrul Arifin

    bagus juga komentarnya pak

  8. assalamualakum wr wrb
    Alhamdulilah terima kasih banyak atas semua pemberitahuan dan penyampainnya melali blog ini … mudah2 yang membuat dan yang membacanya mendapatkan ridho dari Allah SWT.
    Amin3 ya Allah
    Wasalam ….

  9. bukan kah semua orang berhak menjadi seorang pemimpin ??

    • koq ente masih nanya,, kan udah jelas apa yang Allah firmankan dan apa yang Nabi katakan,,,ente bisa baca apa kagak?

  10. As’sallamualaikum
    Subahanallah, saya sangat suka dengan artikel yang ada di blog ini. jika diperbolehkan saya ingin meng-copy beberapa artikel yang ada di blog ini. silakan kunjungi blog milik saya, http://www.selaluberprestasi.wordpress.com

  11. di jaman jahiliyah banyak wanita yg bego dan lemah karena gak disekolahin.. klo untuk kondisi sekarang ya sudah beda lah mas bro.. budayalah yg membuat sistem seperti ini, sengaja dikondisikan supaya wanita itu derajatnya lebih rendah, bukan fitrah dari Allah (kecuali yg menyangkut kondisi fisik wanita)
    dan FYI Ibu saya TIDAK kurang akal dan agama, mudah putus asa dan tidak sabar, merugikan orang, dan membuat kerusakan.. so saya sangat tidak setuju tafsir dalam hadist itu! enak aja main tafsir luw (yg bikin artikel ini), emang wanita kayak keledai apa??

  12. Manusia selalu dilallaikan oleh setan..dan setiap saat didangkalkanaya agama Allah….Talbis Iblis ( pintu kesesatan ) semuanya bermula dengan Allah…dan kaum Barat/western…akan bekiblat kepada Islam…..hampir 30% penduduk eropa sekarang memeluk islam…dan tahun 2018 akan mencapai 40 %…tahun 2022,menyentuh 55%…Allohuakbar… Islam memang agama jelas,kitabnya tidak berubah2…..dan wahyu Allah 100%,satu bahasa,berbeda dengan agam lain….lain negara,lain waktu,lain ketuanya, lain maksud dan makna kitabnya dan selalu berubah2……Maha benar Allah dengan Firmanya…

  13. Astaga… sangat rendah sekali posisi wanita di agama ini….

  14. pecinta kebahagiaan

    maaf sy bertolak belakang dengan pndapt anda….jujur itu artikel hanya mnjlskan ttg pemimpin dan bukan mrendahkan kaum hawa…bahkan hanya agama Islam lah yang sangat menghargai harkat martabat wanita….bisa dilihat sejarah sebelun Islam ada, dibeberapa Agama dan keyakinan,wanita hanyalah pemuas hawa nafsu, sebagian menganggapnya iblis, bahkan da yang menganggapny kesialan sehingga banyak bayi wanita yang dibunuh…..

  15. Islam sangat menghargai kaum wanita dan menghargai emansipasi tapi bukan berarti wanita boleh menguasai dan memimpin suami dan kaum lelaki karena wanita bukan pencari nafkah tetapi membantu mencari nafkah.

  16. Bismillahirohmanirohim, Allahuma soli ala sayidina muhammad wa ala alihi sayidina muhammad! Allahuakbar!
    Assalamu alal muslimin wal muslimat, wal muminina wal muminat al ahyai min hum wal amwat.
    Berserahlah diri kepada Allah wahai manusia (baik laki-laki maupun perempuan) karena sungguh Allah memulyakan mahluknya yang beriman dan bertaqwa..

    Bagi mereka yang belum bisa atau bahkan tidak bisa menerima ketentuan (taqdir laki-laki dan perempuan), tidaklah perlu kita berpusing kepala karena
    “Segala urusan sudah ada ketetapannya”

  17. tidak ada yg bisa memastikan bahwa ayat2/hadist2 tsb sudah dibengkokkan demi kepentingan golongan tertentu. memang pernah pegang script ayat yg asli??
    yang kalian semua percayai adalah apa yang dicetak di percetakan dan diedarkan dalam bentuk buku. isi bukan jaminan. ini bukan masalah kafir atau musyrik, tapi berpikiranlah terbuka bahwa apa yg dihadistkan pada zaman nabi-nabi masih hidup, tidak mungkin tidak mengalami ‘sunat’ atau ‘modifikasi’ selama ribuan tahun!

  18. Pernyataan Anda dapat dijawab dari beberapa sisi:

    1. Saya ganti ingin bertanya pada Anda, tapi mohon maaf saya harap Anda tidak tersinggung..

    Berapakah umur ayah dan ibu Anda sekarang? 50, 60 atau 70 tahun kah?

    Siapakah yang bisa memastikan bahwa Anda adalah anak yang sah dari ayah dan ibu Anda saat ini. Bukankah pernikahan orang tua Anda telah melewati 50, 60 bahkan 70 tahun. Apakah Anda bisa memastikan bahwa ibu Anda tidak selingkuh dalam jangka waktu yang panjang tersebut, lalu melahirkan Anda?

    JIka Anda menjawab, “tidak mungkin ibuku selingkuh. Ibuku adalah wanita baik-baik dan selalu menjaga kehormatannya”.

    Begitu pula Al-Qur’an dan hadits nabi yang shahih, keduanya memiliki sanad periwayatan bersambung hingga rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Seluruh perawinya adalah orang-orang yang memiliki hafalan sangat kuat dan dikenal kejujurannya.

    2. Kitab suci Al-Qur’an senantiasa dihafal oleh orang-orang Islam dari generasi ke generasi dan terpelihara oleh orang-orang terpercaya. Al-Qur’an ini sangat diagungkan di sisi kami, hingga orang yang boleh menyentuh Al-Qur’an hanyalah orang yang dalam keadaan berwudhu..

    3. Allah ta’ala telah berjanji dan memastikan bahwa kitab sucinya (Al-Qur’an) akan senantiasa terjaga keasliannya dan tidak bisa dipalsukan oleh siapapun.

    Allah ta’ala berfirman :

    “Sesunggunya Kami lah yang menurunkan Al-Qur’an dan Kami pula yang akan menjaganya” [QS. Al-Hijr: 9]

    – Apakah Allah yang telah menciptakan langit, bumi dan seluruh isinya tidak mampu menjaga kitab suci-Nya dari tangan orang-orang usil?

    – Percaya atau tidak, Allah pula lah yang akan menghidupkan Anda dari tulang belulang dan tanah kelak di hari kiamat. Betapa lemahnya Allah jika tidak mampu menjaga kitab sucinya dari kepalsuan..

    4. Jika Anda masih ragu tentang keaslian Al-Qur’an, silahkan Anda merubah satu surat atau satu kalimat atau satu kata atau bahkan satu huruf dalam Al-Qur’an.. Mampukah? Tantangan ini berlaku bagi Anda dan orang-orang yang semisal Anda..

    5. Apakah agama Anda sebenarnya? Kristen kah? Bukankah orang Kristen juga memiki kitab suci Injil, Siapakah yang dapat menjamin keaslian Injil? Bukankah para pendeta kalian dengan seenaknya merubah kitab Injil, sehingga ada kitab Injil Perjanjian Baru, adapula kitab Injil Perjanjian Lama. Manakah yang asli?

    6. Sebutkan satu saja orang Kristen yang menghafal seluruh isi kitab Injil atau penganut agama lain yang telah menghafal seluruh isi kitab sucinya? Adakah?

    7. Jika Anda bertanya berapa banyak orang Islam yang menghafal Al-Qur’an, maka jawabannya sangat banyak dan tidak terhitung jumlahnya, dari anak kecil hingga dewasa bahkan kakek nenek yang telah lanjut usia pun ada. Bukankah ini adalah keistimewaan Al-Qur’an yang tidak dimiliki kitab-kitab agama lain…

    8. Selain itu, agama Islam juga memiliki sanad periwayatan yang ini tidak dimiliki agama lain. Jika ada musuh Islam yang berusaha membuat kedustaan terhadap Al-Qur’an dan hadits, maka cepat atau lambat para ulama umat Islam akan membongkar kedustaan mereka.

    Hingga dikenal lah istilah hadits maudhu’ (palsu) dan hadits dha’if (lemah). Karena dalam sanad (rangkaian periwayatan) hadits tersebut terdapat perawi yang tidak jujur, pendusta atau perawi yang memiliki hafalan buruk. Maka hadits-hadits palsu buatan para pendusta pun ditolak dan ditinggalkan…

    9. Silahkan Anda buka kitab-kitab hadits seperti kitab Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan At-Tirmidzi, Sunan An-Nasa’i, dll. Di sana terdapat ratusan ribu hadits lengkap beserta sanad periwayatannya hingga rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Apakah perkataan Yesus juga demikian, dalam artian memiliki sanad periwayatan yang bersambung?

    10. Jika Anda berkata: “Al-Qur’an dan hadits nabi yang shahih telah mengalami pemalsuan dan modifikasi”. Maka buktikan secara ilmiah !! Ayat dan hadits mana yang telah dimodifikasi?Para ulama umat Islam akan menjawab keraguan Anda insya Allah..

    Semoga Allah memberikan hidayah-Nya pada saya dan Anda

    Yahdikumullah wayushlihu baalakum…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.283 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: