Bolehkah Menguburkan Jenazah di Rumah yang Ditinggali?

Para ahli ilmu berpendapat seputar permasalahan mengubur di rumah yang ditinggali dengan dua pendapat: Ada yang membolehkan dengan dalil penguburan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kedua shahabat beliau di kamar ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha; dan ada pula yang berpendapat melarangnya sebab dampak negatif yang akan muncul, sehingga walaupun seseorang berwasiat untuk dikubur dikuburkan di rumahnya, maka tidak boleh dilaksanakan wasiat itu.

Dan sebagaimana telah lalu kami sebutkan bahwa dalam penguburan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di kamar ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tidak ada dalil bagi seorang pun untuk melakukannya juga, disebabkan kekhususan yang dimiliki oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam [1]. Juga karena kedudukan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan ‘Umar radhiyallahu ‘anhu di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Selain itu, keduanya tidaklah menyendiri di tempat lain namun bersebelahan dengan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dalam satu kamar tempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dikuburkan padanya. Yang tampak kuat bagiku -wallahu a’lam-, menguburkan di rumah-rumah dan bangunan-bangunan yang ditempati lainnya adalah tidak boleh. Di antara sebabnya ialah beberapa hal berikut:

1. Menguburkan di rumah menyelisihi perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, para shahabat radhiyallahu ‘anhum, dan generasi yang mengikutinya dengan baik.

2. Menguburkan di bangunan yang ditinggali akan memberikan efek negatif bagi pewaris dan tetangga.

3. Ia menyebabkan berkelanjutannya kesedihan terus menerus.

4. Menguburkan di rumah membuat mayat tidak mendapatkan salam, istighfar, dan doa yang banyak dari kaum muslimin yang menziarahi pekuburan.

5. Ditakutkan kuburnya akan dijadikan tempat berkunjung tetap (perayaan).

6. Mengandung pensucian dan pengagungan (yang tidak dibenarkan).

Asy-Syaikh Manshur bin Yunus Al-Bahuti berkata: “Tidak disukai membuat kemah atau tenda di atas kubur. Ibnu ‘Umar berkata: ‘Hanya amalnya yang menaunginya.’ Asy-Syaikh Taqiyuddin berkata tentang menutupi kubur dengan kain: ‘Para imam sepakat bahwa hal itu mungkar bila dilakukan di kubur para nabi dan orang shalih, apalagi dengan selainnya.’

Siapa yang berwasiat untuk dikuburkan di rumah miliknya atau tanah miliknya, maka dia tetap dikuburkan bersama kaum muslimin (di pekuburan umum) karena wasiat tersebut mengandung kemudharatan bagi ahli waris. Inilah pendapat Ahmad. Di sisi lain, Al-Imam Ahmad berkata, ‘Tidak mengapa dia membeli tempat kuburnya dan berwasiat untuk dikuburkan di sana, itu telah dilakukan oleh ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.’ Mungkin perbedaan antara ucapan beliau yang kedua ini dengan yang sebelumnya adalah: bahwa ucapan beliau yang pertama tadi (yang tidak membolehkan) jika dilakukan di tengah-tengah lingkungan yang ramai, sedangkan ucapan beliau yang kedua (yang membolehkan) adalah apabila di padang luas, karena ‘Utsman dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma dikuburkan di Al-Baqi’.

Sah bagi ahli waris untuk menjual tanah miliknya yang tadinya menjadi tempat dikuburkan mayat, selama belum dijadikan pekuburan berdasarkan nash, karena (hak) kepemilikannya masih tetap ada. Sedangkan jika telah dijadikan pekuburan, maka tanah itu menjadi tanah wakaf.” [2]

Wallahu a’lam bish-shawab.

_______________________
[1] Mengenai kekhususan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini disebutkan dalam hadits: “Sesungguhnya para nabi semuanya dikuburkan di tempat mereka meninggal.” Dan seperti yang kita ketahui bahwa beliau meninggal di kamarnya.

[2] Lihat Syarh Muntahal Iraadaat, I/354.

[Sumber: Hukum Memindahkan Jenazah karya Al Amin Al Haaj Muhammad Ahmad (penerjemah: Fuad Lc.), penerbit: Pustaka Ar Rayyan, hal. 63-65]

About these ads

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 22/04/2010, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.283 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: