Kafirkah Orang yang Tidak Membayar Zakat?

Al-Lajnah ad-Da’imah ditanya dengan pertanyaan berikut, “Apa hukumnya orang yang telah bersaksi Laa ilaha illalah dan menegakkan shalat, namun dia tidak membayar zakat dan dia tidak rela sama sekali. Apakah hukumnya dalam Islam jika dia meninggal? Apakah dishalati atau tidak?”

Al-Lajnah menjawab, “Zakat merupakan salah satu rukun Islam. Barangsiapa yang meninggalkannya karena mengingkari kewajibannya, maka dijelaskan kepadanya tentang hukumnya. Jika dia tetap pada prinsipnya berarti dia telah kafir, tidak boleh dishalati, dan tidak boleh dikuburkan di pekuburan kaum muslimin. Adapun jika dia meninggalkannya karena kikir namun masih meyakini kewajibannya, dia telah melakukan dosa besar. Dia menjadi fasik karenanya, namun tidak menjadi kafir. Dia tetap dishalati jika meninggal dalam keadaan seperti ini dan urusannya diserahkan kepada Allah Azza wa Jalla.” (Fatawa al-Lajnah no. 6147)

Ada satu faedah penting terkait rincian hukum terhadap orang-orang yang tidak mau berzakat. Berikut ini pemamparannya:

- Jika seseorang tidak berzakat karena penentangannya terhadap kewajiban syariat zakat, dia dihukumi sebagai seorang kafir murtad.

- Jika dia tidak berzakat karena sifat bakhil dan malas, namun tetap meyakini kewajiban syariat zakat, maka zakatnya diambil secara paksa dan dia diberi pelajaran.

- Jika dia tidak mau berzakat dan siap berperang karenanya, dia tergolong murtad, karena kesiapan berperang untuk mempertahankan sikapnya tersebut merupakan bukti penentangannya terhadap syariat zakat. Inilah kondisi (sebagian) orang-orang murtad (di masa kekhalifahan Abu Bakr ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu). Mereka tidak mau berzakat dan siap berperang karenanya. Kalaulah mereka tidak mau berzakat dan tidak siap berperang karenanya, niscaya para sahabat akan mencukupkan dengan mengambil (paksa) zakat dari mereka, memberi pelajaran kepada mereka, dan tidak memerangi mereka. Namun, ketika mereka tidak mau berzakat dan bersiap untuk berperang karenanya, ini adalah bukti penentangan mereka terhadap syariat zakat. (Lihat Syarh Risalah Kitab al-Iman Abi Ubaid Qasim bin Sallam karya asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah ar-Rajhi, 1/43)

Wallahu a’lam.

[Faidah ini diambil dari Majalah Asy Syariah no. 62/VI/1431 H/2010, hal. 40 dalam artikel "Kekikiran Mewariskan Siksaan" oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal dan hal. 11 dalam artikel "Mutiara Hikmah Kebijakan Khalifah Abu Bakr ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu Terhadap Orang-orang yang Tidak Mau Berzakat" oleh Al-Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc.]

About these ads

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 31/07/2010, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.285 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: