Keutamaan Mengantar Jenazah

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ‏‎ ‎حَتَّى يُصَلِّيَ فَلَهُ‏‎ ‎قِيرَاطٌ وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى‎ ‎تُدْفَنَ كَانَ لَهُ‏‎ ‎قِيرَاطَانِ قِيلَ وَمَا‎ ‎الْقِيرَاطَانِ قَالَ مِثْلُ‏‎ ‎الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga ikut menyolatkannya maka baginya pahala satu qirath, dan barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga ikut menguburkannya maka baginya pahala dua qirath.” Ditanyakan kepada beliau, “Apa yang dimaksud dengan dua qirath?” Beliau menjawab, “Seperti dua gunung yang besar.” (HR. Al-Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)

Dari Al-Barra` bin ‘Azib radhiallahu ‘anhuma dia berkata:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ‏‎ ‎صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ‏‎ ‎وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ‏‎ ‎بِعِيَادَةِ الْمَرِيضِ‏‎ ‎وَاتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ‏‎ ‎وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ‏‎ ‎وَنَصْرِ الضَّعِيفِ وَعَوْنِ‏‎ ‎الْمَظْلُومِ وَإِفْشَاءِ‏‎ ‎السَّلَامِ وَإِبْرَارِ
الْمُقْسِمِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami dengan tujuh perkara yaitu: Menjenguk orang yang sakit, mengiringi jenazah, mendoakan orang yang bersin, menolong yang lemah, menolong orang yang terzhalimi, menebarkan salam, dan menunaikan sumpah orang yang bersumpah.” (HR. Al-Bukhari no. 1239 dan Muslim no. 2066)

Dari Ummu ‘Athiyyah radhiallahu anha dia berkata:

نُهِينَا عَنْ اتِّبَاعِ‏‎ ‎الْجَنَائِزِ وَلَمْ يُعْزَمْ‏‎ ‎عَلَيْنَا

“Kami dilarang untuk turut mengiring jenazah, tetapi (larangan itu) tidak begitu ditekankan atas kami.” (HR. Al-Bukhari no. 1278 dan Muslim no. 1556)

Penjelasan ringkas:

Di antara perkara yang Nabi shallallahu alaihi wasallam jadikan sebagai hak seorang muslim dari muslim lainnya adalah mengantar jenazahnya.

Karenanya beliau shallallahu alaihi wasallam memerintahkan dan mewajibkan amalan ini serta beliau menjanjikan pahala yang besar bagi yang mengantar jenazahnya, baik yang mengantarnya dari rumahnya sampai dia dishalati maupun yang mengantarnya hingga selesai dia dikuburkan.

Hanya saja hukum dan keutamaan di atas hanya berlaku untuk laki-laki, tidak untuk perempuan. Karena hukum mengantar jenazah bagi perempuan adalah makruh berdasarkan hadits Ummu Athiyah di atas. Wallahu A’lam.

Sumber: http://al-atsariyyah.com/keutamaan-mengantar-jenazah.html

About these ads

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 17/03/2011, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.278 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: