Hukum Memakai Celak Mata

Pertanyaan:
Apa hukum memakai celak mata?

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjawab:

Menggunakan celak mata ada dua jenis:

Pertama, untuk menguatkan penglihatan dan menghilangkan kekaburan pandangan, serta membersihkan mata tanpa disertai keindahan penampilan. Ini tidak apa-apa. Bahkan ia patut untuk dikerjakan karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggunakan celak pada kedua mata beliau. Apalagi kalau menggunakan bahan dasar itsmid (batu untuk bahan celak) asli.

Kedua, kalau ia dimaksudkan sebagai hiasan dan untuk memperindah penampilan. Maka bagi para wanita, ini dianjurkan. Seorang wanita dianjurkan untuk berhias bagi suaminya. Sedangkan bagi laki-laki, maka ia merupakan masalah yang perlu diteliti lebih lanjut. Dan saya bertawaqquf dalam masalah ini. Kadangkala dibedakan antara pemuda yang kalau menggunakan celak, ia akan mengundang fitnah sehingga dilarang. Dan antara orang tua yang tidak dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah, sehingga ia tidak dilarang. (Dinukil dari Fatwa Al-Mar’ah Al-Muslimah)

Sumber: Majalah Akhwat Shalihah vol. 10/1432/2011, hal. 86.

About these ads

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 11/04/2011, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. jadi apa doong hukum pakai celak. koq mau bilang sunah aje susah banget. atau sebenar nya sunah atau bukan…bagi kaum laki2. Dan Nabi memakai celak berbahan apa?…

  2. apa hukum laki memakai celak ketika berasa kawasan awam dan orang mengatakan saya pakai celak untuk ajaran sesak

  3. Hukum memakai celak pada asalnya mubah (boleh), jika diniatkan untuk mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, mudah-mudahan bernilai pahala.

    Dalam artikel di atas telah dijelaskan, memakai celak memiliki dua tujuan: menguatkan penglihatan dan berhias.

    Jika bertujuan untuk menguatkan penglihatan, hukumnya mubah (boleh) bagi laki-laki maupun wanita. Jika bertujuan untuk berhias maka hukumnya sunah bagi istri, karena seorang istri dituntut untuk berhias di hadapan suaminya. Namun jika hendak keluar rumah, wanita tidak boleh bercelak.

    Adapun hukum bercelak bagi laki-laki untuk tujuan berhias, saya tidak tahu hukumnya, Allahua’lam

    @ sinchan

    Seorang tidak diharuskan untuk bercelak, jika menimbulkan kesalah-pahaman di masyarakat. Nasehat saya, ikutilah adat-istiadat masyarakat setempat selama hal itu tidak bertentangan dengan syariat (melanggar kewajiban syariat).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.263 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: