Ancaman Bagi Orang yang Sengaja Tidak Berpuasa Tanpa Udzur Syar’i

Puasa merupakan rukun Islam, yakni salah satu tiang penopang keislaman seseorang. Artinya, tidak akan kokoh bangunan keislaman seseorang jika ia tidak melakukannya. Sayangnya, di zaman sekarang ini begitu mudah kita jumpai sebagian muslimin bermudah-mudahan meninggalkan amalan ini baik yang sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan. Sungguh memiriskan hati bagi orang-orang yang mempunyai keimanan di hatinya.

Lantas bagaimana jika seseorang yang tidak memiliki udzur syar’i tidak berpuasa di bulan Ramadhan?

Jawabannya, tidak berpuasa Ramadhan tanpa alasan yang syar’i (dibenarkan oleh syariat) merupakan dosa besar! Pelakunya diancam dengan siksa neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pernah bersabda yang artinya,

“Ketika aku tidur, aku didatangi dua orang lelaki. Mereka pun mengambil lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Mereka mengatakan kepadaku, ‘Panjatlah!’ Aku katakan, ‘Aku tidak bisa.’ Mereka menjawab, ‘Kami akan memudahkannya untukmu.’ Aku pun memanjatnya, hingga ketika sudah di puncak gunung, tiba-tiba aku mendengar suara yang keras. Aku bertanya, ‘Suara apa ini?’ Mereka menjawab, ‘Ini raungan penduduk neraka.’ Aku pun pergi hingga aku melihat sebuah kaum yang digantungkan tumit-tumitnya dan robek pipi-pipi mereka. Mengalir darah dari pipi mereka. Aku pun bertanya, ‘Siapa mereka ini?’ Mereka mengatakan, ‘Mereka ini adalah orang-orang yang berbuka sebelum waktu selesainya puasa’.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullahu di dalam Shahihut Targhib wat Tarhib)

Begitu mengerikannya azab yang kelak akan diterima orang-orang yang berbuka (tidak berpuasa) di bulan Ramadhan tanpa adanya udzur. Masihkah kita bermudah-mudahan dan meremehkan perkara ini? Tidak takutkah kita dengan ancaman siksa neraka seperti yang dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam di atas? Maka, renungkanlah…

Pertanyaan lainnya, bila seseorang tidak berpuasa tanpa adanya udzur, apakah mereka diwajibkan untuk mengqadha’ (menggantinya di hari lain) puasa yang ditinggalkannya itu?

Sebagian ulama -seperti Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu- berpendapat bahwa mereka tidak mengqadha’. Tidak diwajibkannya mengqadha bukan berarti perkara ini remeh, justru ini merupakan hukuman bagi mereka yang membatalkan puasa dengan sengaja pada bulan Ramadhan. Di mana, dia tidak diberi kesempatan menambal (menebus) kesalahannya ini.

Lalu, bagaimana caranya jika seseorang ingin bertaubat sementara ia tidak diperintahkan untuk mengqadha’nya?

Caranya, dengan dia benar-benar bertaubat, menyesali dan tidak mengulangi perbuatan tersebut disertai dengan menambah (memperbanyak) amalan-amalan shalih sehingga semoga hal ini bisa menutup kesalahannya. Wallahu a’lam bish-shawab.

[Faedah ini kami ambil dari majalah Tashfiyah edisi 06 vol. 01, 1432 H-2011 M, dalam artikel "Puasa, Bagaimana Ketentuannya?" hal. 37, dengan sedikit perubahan]

About these ads

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 06/08/2011, in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. Novanda Trisani Pasaribu

    Assalamualaikum, saya berterima kasih dgn adanya artikel ini. namun saya memiliki pertanyaan yg cukup membingungkan diri saya setelah baca artikel ini. semasa saya sekolah smp-sma-kuliah, sering kali saya sengaja melewatkan puasa dgn sengaja dan baru beberapa tahun terakhir ini saya merasa itu adalah sebuah dosa besar. lalu bagaimana caranya agar saya bisa menebus puasa2 yg terlewat dulu? Apakah dgn fidyah? Atau dgn puasa senin kamis? Tapi apabila puasa senin kamis, berapa lama waktu yg saya butuhkan? Itu bisa lama sekali. mohon pencerahannya dan penjelasannya. terima kasih. wassalamualaikum.

    • Alhamdulillah tlh ana tanyakan ke redaksi Majalah Tashfiyah melalui sms, sbg:

      T: Ustadz, bgm taubat org yg dulunya sering mninggalkan puasa dgn sngaja, namun ia tdk tahu brp jmlh hari yg ia tinggalkan tsb (krn seringnya)? Bisakh dgn fidyah?

      J: Dia tdk mengganti dan tdk pula membayar fidyah krn puasa wajib yg sengaja ditinggalkan tdk bs diqodho’. Namun hendaknya pbnyak amal sunnah. Allahu a’lam.

      T: Apakah taubatnya diterima Allah, sedang ia tdk boleh mengqadhanya? Ia sekarang baru menyadari dan menyesalinya bhw itu termasuk dosa besar. Mohon penjelasannya.

      J: Diterima insya Allah, asal terpenuhi syarat taubat yg lainnya.

      T: Jazakallahu khairan, Ustadz.

      J: Catatan, itu td adl pendapat sya albani. Sy bin baz memfatwakan utk mengqodho sjumlah hr yg dia ingat. Allahu a’lam.

      T: Kalau dia tdk ingat bgmn ustadz, apa cukup dgn perkiraan saja?

      J: Dikira2 seingatnya.

      Demikian jawaban dari pertanyaan anda. Ada dua pendapat, silakan ambil yg paling menenangkan hati anda. Apakah mengambil pendapat Syaikh Albani yg menyatakan tdk perlu mengqadhanya sebab meninggalkan puasanya krn sengaja, atau pendapat Syaikh bin Baz yaitu mengqadha hari2 yg diingatnya (atau melalui perkiraan). Mana pun pendapat yg anda ambil insya Allah tlh melepaskan anda dari tanggungan puasa tsb. Wallahu a’lam.

  2. berani berbuat berani tanggung jawab.

    • tidak perlu komen sesuatu yang seakan menyatakan anda sok suci bung. diam saja lah denny. ini justru saya ingin bertanggung jawab. gak perlu komentar gak penting, ini bulan puasa.

      • Boleh tak puasa yang lama hanya Di bayar dengan fidyah tak perlu di qadha..jika tak ingat berapa lama prnah tggal kerana sngaja atau uzur boleh tak bayar agak2..

  1. Ping-balik: DOSA BESAR: INILAH ANCAMAN BAGI YANG TIDAK PUASA/MEMBATALKAN PUASA DENGAN SENGAJA TANPA ADA UDZUR SYAR’I « ‎ ‎طبيب الطب النبوي | Dokter Pengobatan Nabawi |

  2. Ping-balik: Ancaman Bagi Orang yang Sengaja Tidak Berpuasa Tanpa Udzur Syar’i « - – ASSALAFIYYAH – -

  3. Ping-balik: Ancaman Bagi Orang yang Sengaja Tidak Berpuasa Tanpa Udzur Syar’i | ~Ruang Belajar ABU RAMIZA~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.258 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: