Bagaimana Shalat Istisqa’ (Meminta Hujan)?

Oleh: Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullahu

Tanya: Seperti apa sifat shalat istisqa’, apakah ada doa khusus di dalamnya? Apa hukum orang yang membaca doa ini di saat istisqa’: “Wahai Rabbi (berilah) mereka dan keluarga mereka. Segerakanlah hujan dan keselamatan.” Apakah doa seperti ini dibolehkan?

Jawab:

Adapun tata cara shalat istisqa’ ialah dengan dua rakaat. Tidak ada tata cara khusus. Sama saja seperti shalat-shalat pada umumnya: dua rakaat. Sebagian ulama berpendapat tata caranya sama seperti ketika melaksanakan shalat ‘ied, yaitu bertakbir (beberapa kali, yaitu 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali pada rakaat kedua, -admin) di dalam shalat. Yang seperti ini tidak ada contohnya.

Yang benar, sebelum shalat itu dilakukan ada doa lalu sesudahnya ada khutbah. Kemudian seharusnyalah bagi seorang khatib dan jamaah shalat untuk merendah kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan membuang jauh-jauh penyakit sombong, ujub (bangga diri), dan hasad, serta perkara-perkara yang lahir seperti ghibah, namimah, dan lain sebagainya.

Tentang orang-orang yang keluar menuju tanah lapang, atau suatu tempat, kemudian mereka mengucapkan: “Wahai Rabbi (berilah) mereka dan keluarga mereka. Segerakanlah hujan dan keselamatan.” Ini adalah bid’ah, karena perbuatan ini tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam keluar bersama para shahabat menuju padang pasir dan beliau shallallahu ‘alaihi wassalam shalat mengimami mereka. Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam sedang khutbah Jum’at -sebagaimana disebutkan di dalam Ash-Shahihain dari Anas radhiyallahu ‘anhu- kemudian masuklah seorang arab badui, ia berkata, “Wahai Rasulullah, telah musnah harta benda, dan terputus jalan-jalan, mohonkanlah kepada Allah agar ia menurunkan hujan kepada kami!”

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam mengangkat kedua tangannya dan meminta kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Kemudian setelah beliau berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, Allah pun menurunkan hujan. Hujan lebat turun terus menerus selama sepekan. Hingga akhirnya orang badui itu, atau yang lainnya, datang kembali, dan berkata kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, telah musnah harta benda dan terputus jalan-jalan, mintakanlah kepada Allah, agar Ia menghentikan hujan!” Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Ya Allah, (turunkanlah hujan) di sekeliling kami, jangan (menjadi musibah) kepada kami!”

Allah pun mengabulkan doa Nabi-Nya. Dan berkata (shahabat yang meriwayatkan hadits), “Seolah-olah kami melihat hujan di sekeliling Madinah setelah doa Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bagaikan busur panah.” Inilah tata cara shalat istisqa’.

Sebagian orang ada yang keluar (menuju mushalla -maksudnya tanah lapang-) seraya menggiring kerbau, sapi atau kambing, kemudian menyembelihnya (agar turun hujan). Perbuatan ini tidak disyariatkan. Yang disyariatkan ialah seseorang keluar memohon keselamatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan penuh ketundukan dan kepatuhan.

Menyangkut masalah doa, ada yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, beliau berkata,

ALLAHUMMA SHAYYIBAN NAAFI’AN

“Ya Allah berilah kami hujan yang memberi manfaat,” atau yang semisalnya.

Sumber: Tanya Jawab Bersama Syaikh Muqbil, penerjemah: Al-Ustadz Ja’fah Shalih & Abu Muqbil Ahmad Yuswaji, Lc. Penerbit: Pustaka Salafiyah, cet. Pertama, Rajab 1428 H/Juli 2007 M. Hal. 192-193.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

TATA CARA SHALAT ISTISQA’

Allah Subhanallahu wa Ta’ala mensyariatkan kepada kaum muslimin jika mereka kesulitan mendapatkan air atau tanah mengalami kekeringan agar segera bertaubat dan kembali kepada Allah serta memohon ampunan dan meminta siraman air dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Di antara bentuk yang disyariatkan untuk permohonan turun hujan dari Allah ‘Azza wa Jalla adalah dengan shalat Istisqa’. Shalat Istisqa’ ini hukumnya sunnat, yang biasa dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam. Dan tidak ada satu pun dalil yang mewajibkannya. [1]

Waktu Shalat Istisqa’

About these ads

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 14/08/2011, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.119 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: