Apakah Sepupu Bisa Menjadi Wali?

Tanya: Insya Allah saya akan menikah dalam waktu dekat ini. Tetapi, saya bingung masalah walinya. Ayah saya sudah meninggal. Abang ayah saya juga sudah meninggal. Saya juga tidak punya saudara laki-laki kandung.
Adat di kampung saya mengatakan bahwa sepupu saya yang dari pihak ayah bisa menjadi wali. Tetapi, ada juga yang bilang bahwa sepupu ayah saya juga bisa menjadi wali. Jadi, pilihannya ada dua: sepupu ayah yang laki-laki dari garis keturunan laki-laki, atau sepupu saya yang laki-laki garis ayah saya. Setahu saya mereka itu bukan mahram saya dan tidak bisa menjadi wali. Mohon penjelasan dari Asy-Syariah. Saya tunggu balasannya. Terima kasih. **********@ymail.com

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad as-Sarbini :

Ya, benar apa yang anda sampaikan bahwa sepupu bukan mahram. Akan tetapi, sepupu laki-laki dari garis ayah bisa menjadi wali nikah. Begitu pula, sepupu ayah yang laki-laki dari garis keturunan laki-laki bisa menjadi wali. Yang lebih berhak di antara keduanya adalah sepupu laki-laki anda karena lebih dekat.

Sumber: Majalah Asy Syariah vol. VI/No. 72/1432 H/2011, rubrik Tanya Jawab Ringkas hal. 45.

About these ads

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 11/11/2011, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. assalamualaikum ustad,, bolehkah jika saya menikah dengan sepupu dari dari garis keturunan ayah (ayah dia dan saya adik kandung)?? sedangkan dikatakan sepupu tersebut boleh menjadi wali saya? apakah dia ttp boleh menikah dgn sya ustad? saya mohon penjelasannya..terimakasih pak ustad

  2. Wa’alaikumussalam warohmatullah. Anda boleh menikah dengan sepupu karena ia bukan mahram (halal dinikahi). Baca surat An-Nur ayat 31 untuk mengetahui siapa saja yang haram Anda nikahi.

    Sepupu boleh menjadi wali nikah, supaya lebih jelas, berikut orang-orang yang lebih berhak menjadi wali bagi calon mempelai wanita:

    1. ayah kandung
    2. kakek dari jalur ayah
    3. Saudara laki-laki seayah seibu
    4. Saudara laki-laki seayah tapi beda ibu
    5. Anak dari saudara laki-laki seayah dan seibu
    6. Anak dari saudara laki-laki seayah
    7. Paman dari jalur ayah
    8. Anak dari paman (jalur ayah).

    Ketentuan wali nikah tersebut harus tertib dari point pertama hingga point terakhir

  3. ohh… jadi diaboleh menikah dengan saya walaupun dia blh menjadi wali saya?, jadi kalaw ayah saya masih hidup, org lain (yg disebut diatas) tidak boleh mnjadi wali saya, begitu kah pak ustad? apapun, makasi yaa pak ustad atas penjelasannya..

    • Jika ayah masih hidup, maka ayah lah yang paling berhak menjadi wali nikah. Tidak boleh beralih ke wali nikah point 2-8

      Seandainya wali nikah point 1-7 tidak ada, maka sepupu Anda bisa menjadi wali nikah sekaligus sebagai calon suami Anda

      Inilah yang difatwakan Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad (Ulama Ahlul Hadits di Madinah dan pengajar di Masjid Nabawi)

      wabillahittaufiq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.099 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: