Lahir 7 Bulan Setelah Pernikahan, Siapa Wali Akhwat ini?

Pertanyaan: Kalau akhwat lahir setelah 7 bulan dari akad orang tuanya, maka bapaknya wali nasab atau wali hakim? (Salman, Jakarta)

Jawab:

Kalau dikatakan “bapaknya” maka tentu saja wali nasab baginya dan bukan wali hakim. Adapun permasalahan jarak antara akad nikah kedua orangtuanya dengan waktu kelahirannya yang cuma tujuh bulan maka itu bukanlah sesuatu yang perlu dipermasalahkan, dengan dua alasan:

1. Secara medis memungkinkan seorang bayi lahir prematur (belum cukup bulan), sementara yang normal sekitar sembilan bulan.

2. Masa kehamilan dan menyusui yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah tiga puluh bulan sebagaimana firman Allah Ta’ala:

Artinya: “Dan masa kehamilannya dan menyusuinya selama tiga puluh bulan.” (Al-Ahqaf: 15)

Tiga puluh bulan berarti dua tahun enam bulan. Sementara dalam ayat yang lain Allah ‘Azza wa Jalla berfirman tentang masa menyusui:

Artinya: “Dan masa menyusuinya/menyapihnya selama dua tahun.” (Luqman: 14)

Kalau kita gabungkan kedua ayat tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa masa menyusui dua tahun dan masa kehamilan minimal adalah enam bulan. Itulah sebabnya Ali bin Abi Thalib dalam menetapkan bahwa anak yang pertama dilahirkan pasangan suami istri adalah anak zina kalau jarak antara waktu pernikahan dengan kelahiran anak pertamanya kurang dari enam bulan. Semua itu jika tidak terbuktinya suatu perzinaan.

Adapun kalau jelas dan terbukti maka anak yang lahir dari suatu perzinaam dikatakan anak zina yang tidak boleh dinasabkan kepada bapaknya, melainkan kepada ibunya, meskipun waktu kelahirannya normal sekitar sembilan bulan setelah akad nikah kedua orangtuanya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: Majalah An-Nashihah vol. 08 Th. 1/1425 H/2005 M, hal. 3.

About these ads

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 11/11/2011, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Mohon pak ustadz memberi pencerahan pada saya tentang status anak yang lahir 7 bulan setelah akad nikah orang tuanya dikarenakan kedua orang tuanya melakukan zina.
    Siapa wali dalam pernikahan anak tersebut bila dia dewasa nanti?

  2. Jika memang anak tersebut telah pasti dari hasil perzinaan kedua orangtuanya, misalkan dg pengakuan keduanya melakukan hubungan di luar nikah. Maka anak itu tidak dinasabkan pada ayahnya. jika anak itu laki-laki, maka tidak membutuhkan wali nikah. jika perempuan maka kelak wali nikahnya adalah wali hakim yaitu perwakilan dari KUA setempat atau pihak pemerintah yg berwenang.

    Namun, jika kedua orangtuanya tidak melakukan zina sebelum menikah artinya anak tersebut merupakan hasil pernikahan yg sah. Maka yg menjadi wali nikah adalah ayahnya. Meskipun umur kehamilannya hanya 7 bulan. Tidak menjadi masalah.

    Allahua’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.144 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: