Tanya Jawab Seputar Shalat Tahiyyatul Masjid

Tanya: Assalamualaikum Ustadz, saya ingin menanyakan seputar shalat (tahiyyatul masjid -admin),
1. Jika kita masuk masjid muazin sedang azan kita boleh shalat attahiyatul masjid langsung atau mesti menunggu sampai muazin selesai azan kemudian shalat attahiyatul masjid?
2. Apakah di mushalla ada shalat attahiyatul masjid juga atau tidak ada?
3. Jika kita berwudu di masjid kemudian ingin melaksanakan shalat, shalat mana yang di dahulukan shalat attahiyatul masjid atau shalat wudhu?
4. Shalat mana yang kita lakukan, jika waktu iqamat sudah hampir tiba (waktunya sempit cuma bisa untuk satu shalat sunat saja), kita lakukan shalat sunat qabliatan rawatib atau shalat attahiyatul mesjid?
5. Jika kita terlambat dalam shalat berjamaah kemudian imam salam, apakah kita mundur menjadi makmum terhadap orang yang di samping kita?
6. Jika kita melakukan shalat sunat ba’diyah rawatib Maghrib atau isya kemudian orang datang dan menjadi makmum, apakah bacaan kita keraskan atau tetap disirr-kan saja?
Mohon maaf banyak pertanyaan saya, karena tidak tahu untuk bertanya yang tepat sesuai dengan manhaj salaf. Wassalam.
Deni Rinaldi [dr0611@gmail.com]

Jawab:

Waalaikumussalam warahmatullah.

1. Keduanya boleh dilakukan, hanya saja yang lebih utama kalau dia mendengarkan azan dulu agar dia bisa menjawab azan (mengikuti ucapan muazzin kemudian membaca doa setelah azan) baru setelah itu dia shalat. Jadi ketika seorang masuk masjid sementara imam sedang azan lalu dia tidak shalat, maka tidak shalatnya ini bukan karena dilarang shalat ketika azan, akan tetapi karena dia menjawab azan, karena tidak ada dalil yang melarang shalat sunnah ketika azan berkumandang.

2. Mushalla dalam artian masjid kecil yang tidak dipakai shalat jumat, juga termasuk masjid dalam istilah syariat. Karenanya tetap berlaku padanya hukum-hukum masjid, berupa: Shalat 2 rakaat sebelum duduk, larangan jual beli di situ, boleh i’tikaf di situ, dan seterusnya.

3. Dalam hal ini dia mengerjakan shalat sunnah wudhu 2 rakaat dan itu juga sekaligus sebagai tahiyatul masjid baginya. Perlu diketahui bahwa shalat tahiyatul masjid bukanlah shalat sunnah yang berdiri sendiri, akan tetapi dia adalah shalat 2 rakaat yang dikerjakan sebelum duduk di dalam masjid. Maka shalat 2 rakaat apa saja yang kita kerjakan sebelum duduk, baik dia rawatib maupun sunnah wudhu maka itulah shalat tahiyatul masjid, sehingga tidak perlu mengerjakan shalat tahiyatul masjid lagi.

4. Demikian pula kami katakan untuk pertanyaan yang keempat.

5. Tidak boleh seperti itu, yang benarnya semua makmum yang sama-sama masbuk harus menyelesaikan shalatnya sendiri-sendiri. Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jika kalian mendengar iqamat dikumandangkan, maka berjalanlah menuju shalat dan hendaklah kalian berjalan dengan tenang berwibawa dan jangan tergesa-gesa. Apa yang kalian dapatkan dari shalat maka ikutilah, dan apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Yakni: Kalian sempurnakanlah kekurang kalian sendiri-sendiri, dan beliau tidak menyatakan: Jika kalian tertinggal maka angkatlah salah seorang di antara kalian menjadi imam.

6. Wallahu a’lam, yang nampak dia tetap membacanya dengan sirr, karena itu merupakan shalat sunnah baginya. Hendaknya dia memperhatikan shalat yang tengah dia kerjakan dan tidak menoleh kepada orang yang bermakmum kepadanya.

Maksudnya: Walaupun makmumnya sedang shalat wajib yang seharusnya dijahrkan, akan tetapi dia tengah shalat sunnah yang tidak seharusnya dijahrkan, maka hendaknya dia mengikut apa yang menjadi keharusan baginya.

Sumber: http://al-atsariyyah.com/seputar-shalat.html

About these ads

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 16/12/2011, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.291 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: