Hukum Melupakan Ayat yang Sudah Dihafal

Oleh: Ust. Abu Muawiyah

Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu ta’ala ditanya dengan konteks pertanyaan sebagai berikut:
Apakah berdosa orang yang menghafalkan Al-Qur’an kemudian dia lupa? Dan bagaimana sifat yang dimaksud di sini? Dan bagaimana kedudukan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wassalam bersabda:
Yang artinya: “Diperlihatkan kepadaku dosa-dosa umatku, maka saya tidak melihat satu pun dosa yang lebih besar daripada sebuah ayat atau sebuah surah yang diberikan kepada seorang laki-laki, lantas dia melupakannya.”

Maka asy-Syaikh rahimahullahu ta’ala menjawab:

Jika orang tersebut lupa dikarenakan lalai atau menelantarkan kitab Allah Subhanallahu wa Ta’ala, maka dia telah berdosa dengan sebuah dosa yang hanya Allah yang lebih mengetahui bagaimana besar dosanya.

Akan tetapi jika dia lupa terhadap ayat bukan dikarenakan sikap bergampangan dia, misalnya dia terkena atau ditimpa bala’ berupa sakit atau dia mengalami banyak masalah atau kesibukan yang melebihi batas kemampuan dirinya lantas dia lupa, maka saya berharap dia tidak berdosa.

Adapun hadits yang disebutkan di atas, saya telah merujuk hadits tersebut. Maka saya mendapatinya terdapat dalam Sunan Abu Dawud dan juga dalam kitab Qaidil Qadir dari jalan al-Muthalib ibn Abdillah ibn Hanthab dari Anas, sementara al-Muthalib ibn Abdillah ibn Hanthab tidak pernah mendengar hadits dari Anas, karenanyalah hadits tadi adalah hadits yang dhaif.

Sekarang masalahnya tersisa orang yang bergampangan tidak memperhatikan Al-Qur’an lantas dia lupa, maka orang seperti ini yang berdosa. Jika tidak, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wassalam pernah bersabda:

Yang artinya: “Semoga Allah merahmati fulan, dia telah mengingatkan saya ayat ini dan ayat itu yang sebelumnya sudah saya lupakan.”

Maka, seorang jika dia lupa terhadap sebuah ayat, lantas dia mudzakarah (mengingatnya kembali), maka ini adalah perkara yang terpuji. Akan tetapi, jika dia melupakan sebuah ayat lantas dia melalaikannya dan bergampangan, maka orang inilah yang mendapatkan dosa dengan dosa yang hanya Allah yang lebih mengetahui seberapa besarnya.

Demikian jawaban dari Syaikh Muqbil rahimahullahu ta’ala dalam kitab Ijabatus Sail, soal no. 199.

NB: Afwan, karena keterbatasan pada kami, maka font Arab tidak bisa kami sertakan.

[Ditranskip dari file audio Hukum Lupa Ayat yang Sudah Dihafal dari www.taklimonline.com]

About these ads

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 10/05/2012, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Barokallahu fiik,, semoga blog ustadz bisa bermanfa’at bagi para penuntut ilmu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.120 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: