Hukum Mencukur Cambang

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, cambang bermakna rambut/bulu yang tumbuh di pipi. Sementara janggut (jenggot) [1] dalam bahasa Arab (al-lihyah) bermakna rambut yang tumbuh di pipi (dari bawah tulang pipi) dan yang tumbuh di dagu. Maka cambang adalah bagian dari janggut yang dilarang untuk dicukur/dipangkas.

Membiarkan janggut dan tidak mencabut atau memangkasnya termasuk dari sunnah fitrah yang diperintahkan oleh Ar-Rasul – alaihishshalatu wassalam-. Karenanya para ulama telah bersepakat akan wajibnya membiarkan janggut dan haramnya mencabut atau memangkasnya. Ijma’ ini dinukil oleh Imam Ibnu Hazm dalam Maratib Al-Ijma’ hal. 157 dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sebagaimana dalam Al-Ikhtiyarat hal. 19.

Dalil akan ijma’ ini adalah hadits-hadits yang akan disebutkan setelah ini, dan juga karena mencukur janggut merupakan perbuatan menyerupai orang-orang kafir dan juga menyerupai wanita, sementara kedua perkara ini telah dilarang oleh syariat dalam beberapa ayat dan hadits.

Dalil Kewajiban Memelihara Janggut

1. Dari Zakariya bin Abi Zaidah dari Mush’ab bin Syaibah dari Thalq bin Habib dari Abdullah bin Az-Zubair dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ﻋَﺸْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮَﺓِ ﻗَﺺُّ ﺍﻟﺸَّﺎﺭِﺏِ ﻭَﺇِﻋْﻔَﺎﺀُ ﺍﻟﻠِّﺤْﻴَﺔِ ﻭَﺍﻟﺴِّﻮَﺍﻙُ ﻭَﺍﺳْﺘِﻨْﺸَﺎﻕُ ﺍﻟْﻤَﺎﺀِ ﻭَﻗَﺺُّ ﺍﻟْﺄَﻇْﻔَﺎﺭِ ﻭَﻏَﺴْﻞُ ﺍﻟْﺒَﺮَﺍﺟِﻢِ ﻭَﻧَﺘْﻒُ ﺍﻟْﺈِﺑِﻂِ ﻭَﺣَﻠْﻖُ ﺍﻟْﻌَﺎﻧَﺔِ ﻭَﺍﻧْﺘِﻘَﺎﺹُ ﺍﻟْﻤَﺎﺀِ ﻗَﺎﻝَ ﺯَﻛَﺮِﻳَّﺎﺀُ: ﻗَﺎﻝَ ﻣُﺼْﻌَﺐٌ: ﻭَﻧَﺴِﻴﺖُ ﺍﻟْﻌَﺎﺷِﺮَﺓَ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﻜُﻮﻥَ ﺍﻟْﻤَﻀْﻤَﻀَﺔَ‏

‎“Ada sepuluh perkara dari fitrah: Mencukur kumis, memanjangkan janggut, bersiwak, beristinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung), memotong kuku, bersuci dengan air, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan dan beristinja’ dengan air (istinja`).” Zakariya berkata: Mush’ab berkata, “Dan aku lupa yang kesepuluh, kecuali dia adalah berkumur-kumur.” (HR. Muslim no. 261)

2. Dari Ibnu Umar  dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

ﺃَﺣْﻔُﻮﺍ ﺍﻟﺸَّﻮَﺍﺭِﺏَ ﻭَﺃَﻋْﻔُﻮﺍ ﺍﻟﻠِّﺤَﻰ

‎“Potonglah kumis dan biarkanlah janggut.” (HR. Al-Bukhari no. 5892 dan Muslim no. 259)

3. Dari Abu Hurairah  dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ﺃَﻋْﻔُﻮﺍ ﺍﻟﻠِّﺤَﻰ ﻭَﺧُﺬُﻭﺍ ﺍﻟﺸَّﻮَﺍﺭِﺏَ ﻭَﻏَﻴِّﺮُﻭﺍ ﺷَﻴْﺒَﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺸَﺒَّﻬُﻮﺍ ﺑِﺎﻟْﻴَﻬُﻮﺩِ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ

‎“Panjangkanlah janggut, cukurlah kumis, dan warnailah uban kalian, serta janganlah kalian menyerupai orang Yahudi dan Nasrani.” (HR. Ahmad no. 8318 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 1067)

Sehingga apa yang sering kita saksikan di tengah-tengah kaum muslimin berupa mereka memangkas habis ataupun sebagian dari janggut mereka adalah sebuah kekeliruan.

Demikian pula orang yang menganggap cambang bukan bagian dari janggut, sehingga mereka membiarkan janggutnya namun mencukur cambangnya adalah pendapat yang keliru karena cambang merupakan bagian dari janggut, sehingga haram mencukurnya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Catatan kaki:
[1] Dalam bahasa Indonesia, penggunaan kata ‘janggut’ sebagai ungkapan rambut yang tumbuh di dagu pria lebih tepat daripada kata ‘jenggot’. Silakan lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia.

NB: Afwan bila ada kekeliruan meng-copy font Arab-nya, silakan merujuk ke sumber referensi di bawah.

Referensi: http://al-atsariyyah.com/kewajiban-memelihara-janggut.html

* * *

Hukum Mencukur Rambut Yang Tumbuh Di Bagian Atas Pipi

Tanya: Pada sebagian pria kadangkala tumbuh rambut di bagian atas pipinya, bolehkah rambut tersebut dicukur?

Jawab:

Alhamdulillah, rambut yang tumbuh di pipi masuk dalam kategori jenggot. Tidak boleh dihilangkan dengan dicukur dipotong atau semacamnya. Berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam :

“Potonglah kumis dan peliharalah jenggot serta selisihilah orang-orang musyrik.”

Diantara para ahli ilmu yang menggolongkan rambut yang tumbuh di pipi sebagai jenggot adalah penulis buku Al-Qamus dan penulis Lisanul Arab.

[Fatwa Lajnah Daimah V/144]

Sumber: http://islamqa.com/id/ref/1173

About these ads

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 16/06/2012, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.260 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: