Bila Tertinggal Satu Rakaat Shalat Tarawih

Pertanyaan: Assalamu‘alaikum. Mau tanya nih, Pak Ustadz. Apa yang harus kita lakukan saat tertinggal satu rakaat pada saat shalat tarawih?
(Musyahir **syahir@***.com)

Jawaban:

Wa’alaikumus salam.

Orang yang ketinggalan tarawih bisa langsung bergabung dengan imam, kemudian ketika imam salam shalat witir, si makmum ini langsung berdiri menggenapkan dengan menambahkan satu rakaat, kemudian baru salam. Selanjutnya, makmum masbuk bisa menambahi jumlah rakaat tarawih yang kurang, kemudian diakhiri dengan witir.

Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin ditanya, “Ketika ada orang yang baru datang, sementara jamaah dengan shalat tarawih dan ketinggalan beberapa rakaat shalat tarawih. Apakah saya mengganti shalat tarawih yang ketinggalan atau apa yang harus saya lakukan?”

Beliau menjawab, “Jika Anda ingin mengganti shalat tarawih yang ketinggalan, genapkanlah shalat witir bersama imam (dengan menambahkan satu rakaat ketika imam salam setelah shalat witir). Kemudian, hendaklah dia shalat sebanyak rakaat yang tertinggal, kemudian witir.” (Al-Liqa Asy-Syahri)

[Disadur dari http://www.islamqa.com

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/tertinggal-shalat-tarawih/

About these ads

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 26/07/2012, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. 11 Komentar.

  1. Assalamualaikum, maaf saya kurang mengerti penjelasan di atas. Berdasarkan penjelasan dari Syekh Muhammad di atas apakah berarti makmum masbuk harus melakukan sholat witir 2 kali?

  2. maaf ustad kalo niat kita beda dgn imam, ap itu sah?
    mksd sya, sbg cth org yang sholat jama’ tidak blh berimam kpd yg tidak jama’. tlg penjelasannya

  3. Assalamu’alaikum…hmmm Gitu Ya Pak Ustadz..Lalu boleh saya minta sebuah cerita nabi atau ada hadist yang mendektai arah itu…trim’s wassalam

  4. Assalamu’alaikum Maaf Pak ustadz saya kurang teliti tidak membaca keterangan yg diatas…saya paham ustdz

  5. Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan bahwa sahabat Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu pernah ikut shalat isya di belakang Nabi shallallahu alaihi wasallam, kemudian dia pulang mengimami jamaah shalat isya di kampungnya. Jadi, shalat Mu’adz bersama jama’ahnya merupakan shalat wajib bagi jamaahnya dan terhitung shalat sunnah bagi Muadz. Karena tidak mungkin Mu’adz melaksanakan dan meniatkan shalat Isya dua kali. Allahua’lam

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.288 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: