Hukum Menyisir Rambut, Memotong Kuku & Mandi Ketika Haidh

Oleh: Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahulloh

Pertanyaan: Aku pernah mendengar bahwa menyisir rambut tidak boleh ketika sedang haidh, begitu pula memotong kuku serta mandi. Apakah ini benar?

Jawaban:

Ini tidak benar, wanita yang haidh boleh memotong kukunya, menyisir rambutnya dan mandi junub, seperti apabila ia mimpi basah ketika haidh maka ia boleh mandi junub. Atau suaminya mencumbuinya tanpa jima’ lalu si istri mengeluarkan mani, hendaknya ia setelah itu mandi junub.

Dan perkataan yang masyhur di kalangan sebagian wanita bahwa ia tidak boleh mandi, menyisir rambut dan memotong kukunya maka setahuku ini tidak ada asalnya dalam syari’at.

[Diterjemahkan dari: http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_4750.shtml%5D

Sumber: http://ummushofi.wordpress.com/2010/09/21/hukum-menyisir-rambut-memotong-kuku-mandi-ketika-haidh/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 04/06/2011, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. syukran ats ilmunya…sy mau tnya…betulka kuku yg sudah d ptong mesti d tanm???xbole d buang bgtu sj???

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 5.982 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: