Hukum Mengucapkan Selamat Ulang Tahun

Tanya: assalamualaikum.
Afwan ustadz, ana minta tolong dijelaskan tentang hukum mengucapkan “selamat ulang tahun” pada hari kelahiran, serta memberikan ucapan “selamat met milad” kepada orang lain yang pada saat itu sedang ulang tahun. Karena setahu ana merayakan ulang tahun itu haram, lantas bagaimana dengan mengucapkannya? Barokallohufiykum.
(abdillah – gonnabefine@rocketmail.com)

Masalah yang hampir sama juga ditanyakan oleh saudara muhammad [yogmatafalas@rocketmail.com]

Jawab:

Waalaikumussalam warahmatullah.

Ulang tahun termasuk di antara hari-hari raya jahiliah dan tidak pernah dikenal di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dan tatkala penentuan hari raya adalah tauqifiah (terbatas pada dalil yang ada), maka menentukan suatu hari sebagai hari raya tanpa dalil adalah perbuatan bid’ah dalam agama dan berkata atas nama Allah tanpa ilmu. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda dalam hadits Anas bin Malik radhiallahu anhu:

قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ, وَقَدْ أَبْدَلَكُمُ اللهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا: يَوْمَ النَّحْرِ وَيَوْمَ الْفِطْرِ

“Saya terutus kepada kalian sedang kalian (dulunya) mempunyai dua hari raya yang kalian bermain di dalamnya pada masa jahiliyah, dan sungguh Allah telah mengganti keduanya untuk kalian dengan yang lebih baik dari keduanya, (yaitu) hari Nahr (idul Adh-ha) dan hari Fithr (idul Fithri).” (HR. An-Nasa`i (3/179/5918) dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 4460)

Maka hadits ini menegaskan bahwa hari raya tahunan yang diakui dalam Islam hanyalah hari raya idul fithri dan idul adh-ha.
Kemudian, perayaan ulang tahun ini merupakan hari raya yang dimunculkan oleh orang-orang kafir. Sementara Nabi shallallahu alaihi wasallam telah bersabda dalam hadits Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka.” (HR. Abu Daud no. 4031 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (1/676) dan Al-Irwa` no. 2384)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah rahimahullah berkata, “Hukum minimal yang terkandung dalam hadits ini adalah haramnya tasyabbuh kepada mereka (orang-orang kafir), walaupun zhahir hadits menunjukkan kafirnya orang yang tasyabbuh kepada mereka”. Lihat Al-Iqtidha` hal. 83.

Dan pada hal. 84, beliau berkata, “Dengan hadits inilah, kebanyakan ulama berdalil akan dibencinya semua perkara yang merupakan ciri khas orang-orang non muslim.”

Karenanya tidak boleh seorang muslim mengucapkan selamat kepada siapapun yang merayakan hari raya yang bukan berasal dari agama Islam (seperti ultah, natalan, waisak, dan semacamnya), karena mengucapkan selamat menunjukkan keridhaan dan persetujuan dia terhadap hari raya jahiliah tersebut. Dan ini bertentangan dengan syariat nahi mungkar, dimana seorang muslim wajib membenci kemaksiatan. Wallahu a’lam.

Sumber: http://al-atsariyyah.com/hukum-mengucapkan-selamat-ulang-tahun.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 28/07/2011, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. mau nanya lagi, sekarang setiap hari kelahiran Nabi selalu dirayakan apakah ini termasuk biddah atau tidak??

    terimakasih

  2. ukhti fatimatu zahra

    asslmuaikm pak ustad ana mw tnya ap yg dmksud bidah menghiasi maksiat&knp bidah am maksiat lbh bsar dosanya dbndingkn maksiat.syukron wsslmuikm

    • Afwan sebelumnya, ana bukan ustadz. Yg dimaksud bid’ah menghiasi kemaksiatan adl bhw org bodoh akan melihat bid’ah sbg suatu amal ketaatan bkn kemaksiatan, berbeda dgn org yg berilmu yg memandangnya sbg kemaksiatan meskipun terlihat sbg ibadah. Contohnya, membaca Al-Qur’an di kuburan. Org yg bodoh menganggapnya sbg amal ketaatan krn membaca Al-Qur’an termasuk amal ibadah yg mulia. Berbeda dgn org berilmu, ia akan memandangnyg sbg kemaksiatan krn ia tahu bhw Rasulullah tlh melarang yg demikian.
      Knp dosa bid’ah lbh besar drpd kemaksiatan lain? Krn seorg yg mengerjakan bid’ah meyakininya sbg hal yg baik bkn sebuah kejahatan, sementara org yg mengerjakan kemaksiatan ia tetap meyakininya hal itu sbg dosa/kejahatan hanya saja hawa nafsunya mengalahkannya, namun suatu saat bisa jd dia bertaubat. Shg sering didapati, pelaku maksiat lbh mudah bertaubat drpd pelaku bid’ah dr kebid’ahannya. Wallahu a’lam.

  3. evilia aisyah

    asslamualaikum, saya mau tanya , apakah jilbab bagian belakang itu haruslah datar ? bagaimana dengan jilbab yang masih ada sanggul tapi tidak tinggi seperti punuk unta ? mohon jawabanya .. jazakaAllah khairan ..

  4. Lalu bagaimana dengan hukum peringatan maulid Nabi Muhammad SAW?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: