Shalat Iftitah Tarawih

Tanya: Mau tanya, di tempat saya, setelah isya sebelum tarawih dilakukan shalat iftitah secara berjamaah dengan bacaan tidak dikeraskan, namun jamaah tidak melakukan shalat rawatib Isya. Pertanyaannya, apakah shalat iftitah memang ada tuntunannya dalam as-Sunnah?
Yang kedua, apakah dalam setiap shalat tarawih, doa iftitah selalu dibaca atau bacaan iftitah pada shalat Isya/rakaat shalat tarawih yang pertama sudah mencukupi?

Dijawab oleh al-Ustadz Qomar Suaidi :

Dua rakaat ringan yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam sebelum shalat malam diperselisihkan oleh ulama tentang hakikatnya. Sebagian ulama mengatakan bahwa dua rakaat itu sebetulnya dua rakaat ba’diyah isya’. Pendapat ini yang dikuatkan oleh asy-Syaikh al-Albani.

Pendapat kedua menyatakan bahwa itu memang dua rakaat ringan sebagai muqaddimah (iftitah/pembukaan) shalat malam beliau yang panjang.

Namun, wallahu a’lam, sebatas yang saya tahu, kalaupun ini sebagai pembukaan, Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam tidak terus menerus melakukannya karena ‘Aisyah, istri beliau shallallahu ‘alaihi wassalam yang senantiasa mengetahui shalat malam beliau shallallahu ‘alaihi wassalam pernah mengatakan bahwa beliau tidak pernah shalat malam lebih dari sebelas rakaat. Selain itu, beliau melakukannya sendirian, tidak berjamaah.

Doa iftitah atau istiftah pada shalat malam atau shalat tarawih dibaca pada rakaat yang pertama saja. Hal ini karena walaupun terpisah-pisah, tetapi pada hakikatnya rakaat-rakaat itu adalah satu rangkaian shalat.

Sumber: Majalah Asy Syariah no. 76/VII/1432 H/2011, hal. 36-37.

Sebagai tambahan ilmu tentang Doa Iftitah Dalam Tarawih, silakan baca artikel berikut:

Kapan Membaca Doa Iftitah Ketika Tarawih?

Tanya: Kapan membaca doa iftitah ketika tarawih? Mohon pencerahannya. Terima kasih.

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Ulama sepakat doa iftitah ketika shalat, hukumnya anjuran, tidak wajib. Baik untuk shalat wajib maupun sunah.

Kemudian mereka berbeda pendapat mengenai posisi doa iftitah untuk shalat sunah yang jumlah salamnya berbilang. Seperti shalat tarawih, shalat dhuha, shalat sunah menunggu imam ketika jumatan, atau shalat rawatib 4 rakaat dengan 2 kali salam.

Mereka berbeda pendapat, mana yang lebih afdhal, dibaca di setiap awal shalat sejumlah takbiratul ihram, ataukah cukup dibaca sekali di awal shalat?

Ada dua pendapat ulama.

– Pendapat pertama menyatakan, iftitahnya dilakukan sekali di awal shalat.

Mereka mengambil makna dzahir dari hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anha, saat beliau ditanya doa iftitah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat malam. A’isyah menceritakan,

ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ﺇِﺫَﺍ‎ ‎ﻗَﺎﻡَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺍﻓْﺘَﺘَﺢَ ﺻَﻼَﺗَﻪُ ﻓَﻘَﺎﻝَ » ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ‏‎ ‎ﺭَﺏَّ ﺟِﺒْﺮِﻳﻞَ ﻭَﻣِﻴﻜَﺎﺋِﻴﻞَ ﻭَﺇِﺳْﺮَﺍﻓِﻴﻞَ.…

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat malam, beliau memulai shalatnya dengan membaca doa iftitah, “Allahumma Rabba Jibril wa Mikail wa Israfil…” (HR. Muslim 1847)

Mereka memahami, makna tekstual hadits ini menunjukkan bahwa doa iftitah hanya beliau baca sekali di awal shalat malam. Bukan setiap takbiratul ihram.

Pendapat ini disebutkan oleh Ibnu Abidin –ulama hanafi– dalam Hasyiyahnya dan diantara ulama yang memilih pendapat ini adalah Syaikh Sholeh Alu Syaikh. Sebagaimana keterangan beliau dalam Ta’liq Zadul Ma’ad.

– Pendapat kedua, iftitah dilakukan setiap selesai takbiratul ihram.

Mereka berdalil dengan makna umum dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa setiap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam usai takbiratul ihram, beliau diam sejenak. Hal itu membuat diriku bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa yang anda baca ketika kami tidak mendengar suara anda antara takbiratul ihram dan fatihah?’

Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Saya membaca doa iftitah:

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺑَﺎﻋِﺪْ ﺑَﻴْﻨِﻰ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺧَﻄَﺎﻳَﺎﻯَ ﻛَﻤَﺎ‎ ‎ﺑَﺎﻋَﺪْﺕَ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻤَﺸْﺮِﻕِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ

“Allahumma baa’id bainii wa baina kha-thaayaa-ya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib… dst.”

Makna tekstual dari hadits ini bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa iftitah di setiap takbiratul ihram. Baik dalam shalat wajib maupun shalat sunah.

Termasuk shalat sunah yang jumlah salamnya berbilang, seperti shalat tarawih. Shalat tarawih dengan 11 rakaat misalnya, di setiap 2 rakaat, ditutup dengan salam. Kemudian mengulang takbiratul ihram untuk 2 rakaat berikutnya. Artinya, setiap shalat berdiri sendiri, dan telah terpisah dengan shalat sunah sebelumnya.

Ini merupakan pendapat mayoritas ulama hambali, Imam Ibnu Baz, Imam Ibnu Utsaimin, termasuk pendapat dalam Fatwa Islam (no. 66558) dan Lembaga Fatwa Syabakah Islamiyah (no. 27747).

Kita akan simak keterangan dalam Ensiklopedi Fiqh,

ﻳﺮﻯ ﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ: ﺃﻥ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﻨﺎﻓﻠﺔ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ‎ ‎ﺑﺄﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺳﻼﻡ ﻭﺍﺣﺪ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﺮﺍﻭﻳﺢ،‏‎ ‎ﻭﺍﻟﻀﺤﻰ، ﻭﺻﻼﺓ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﺮﺍﺗﺒﺔ، ﺇﺫﺍ‎ ‎ﻛﺎﻧﺖ ﺃﺭﺑﻌﺎ ﻭﺻﻼﻫﺎ ﺑﺴﻼﻣﻴﻦ، ﻓﺈﻧﻪ‎ ‎ﻳﺴﺘﻔﺘﺢ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺻﻞ،‏‎ ‎ﻷﻥ ﻛﻞ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﺻﻼﺓ ﻣﺴﺘﻘﻠﺔ. ﻭﻓﻲ‎ ‎ﻗﻮﻝ ﺁﺧﺮ ﻋﻨﺪﻫﻢ: ﻳﻜﺘﻔﻲ ﺑﺎﺳﺘﻔﺘﺎﺡ ﻭﺍﺣﺪ‎ ‎ﻓﻲ ﺃﻭﻝ ﺻﻼﺗﻪ

Ulama madzhab Hambali berpendapat bahwa shalat sunah yang dikerjakan lebih dari satu salam, seperti shalat tarawih, dhuha, shalat sunah rawatib 4 rakaat dengan 2 kali salam, maka bacaan doa iftitahnya dilakukan setiap kali takbiratul ihram untuk 2 rakaat. Karena masing-masing shalat 2 rakaat, berdiri sendiri. Namun diantara mereka ada pendapat lain, bahwa cukup membaca doa iftitah sekali di awal shalat. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 4/55)

Iftitah Ringan, Pahala Besar

Anda bisa membaca doa iftitah yang lebih pendek ketika tarawih. Diantaranya,

ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺣَﻤْﺪًﺍ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻃَﻴِّﺒًﺎ ﻣُﺒَﺎﺭَﻛًﺎ ﻓِﻴﻪِ

“Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiih..”

Segala puji bagi Allah (aku memuji-Nya) dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh keberkahan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar ada sahabat yang membaca doa iftitah ini. Kemudian beliau mengatakan,

ﻟَﻘَﺪْ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺍﺛْﻨَﻰْ ﻋَﺸَﺮَ ﻣَﻠَﻜًﺎ ﻳَﺒْﺘَﺪِﺭُﻭﻧَﻬَﺎ ﺃَﻳُّﻬُﻢْ‏‎ ‎ﻳَﺮْﻓَﻌُﻬَﺎ

Saya melihat ada 12 malaikat yang berebut untuk mengantarkan doa ini (kepada Allah). (HR. Muslim 1385, Ibn Hibban 1761, dan yang lainnya)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/kapan-membaca-doa-iftitah-ketika-tarawih/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 12/01/2012, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh,
    ustadz, saya mau tanya, apakah pernyataan berikut ada dalilnya?

    “Doa iftitah atau istiftah pada shalat malam atau shalat tarawih dibaca pada rakaat yang pertama saja. Hal ini karena walaupun terpisah-pisah, tetapi pada hakikatnya rakaat-rakaat itu adalah satu rangkaian shalat.”

    terimakasih

  2. Nabil Al-Atsary

    Adapun petuah dari Syaikh Jibrin sebagai berikut:
    رقم الفتوى (4209)
    موضوع الفتوى دعاء الاستفتاح في التراويح
    السؤال س: دعاء الاستفتاح في التراويح هل يكون في كل تسليمة أم يكفي ذكره في التسليمة الأولى؟
    الاجابـــة يتساهل الأئمة في هذه الأزمنة فيتركون دعاء الاستفتاح في قيام الليل، بل إن كثيرا منهم يتركون الإستفتاح والاستعاذة والتسمية، فبعد تكبيرة الإحرام يرفع صوته بقراءة الفاتحة، ولم يذكر أن أحدا من الصحابة أو من بعدهم كانوا يسقطون هذه السنن في كل تسليمة، فالمعروف والمعتاد استحباب الاستفتاح والاستعاذة والبسملة بعد تكبيرة الإحرام، سواء كانت فريضةً أو نافلةً، ولا يقال إنه يكتفى بالاستفتاح في التسليمة الأولى فإن كل تسليمة منفصلة عمَّا قبلها، فنرى أنه لا بد من الاستفتاح بعد كل تحريمة فمتى كبر تكبيرة الإحرام للتسليمة الثانية استفتح واستعاذ وسمى سرا ثم جهر بالقراءة، ولعل أولئك الأئمة يتركون هذه السنن للتخفيف عن المأمومين مع أن المأمومين غالبا لا يستثقلون مثل هذه السنن ولا تزيد في طول القيام ولا يكون لها تأثير على المأمومين فإنها لا تستغرق إلا وقتا يسيرا كربع دقيقة أو أقل، فننصح الأئمة كلهم أن لا يزهدوا في هذه السنة.

    عبد الله بن عبد الرحمن الجبرين
    intinya: Tidak ada keterangan dari para sahabat dan generasi setelahnya bahwa mereka hanya membaca iftitah pada rekaat pertama dari shalat tarawih. Monggo yg pinter bahasa arab silakan dialih bahasakan… matur nuwun. Jazakumullah khairal Jaza’.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: