Hukum Imunisasi

Oleh: Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Pertanyaan: Bagaimana hukum vaksinasi atau imunisasi untuk anak-anak, hukumnya boleh ataukah haram? Kami bingung. (08521414***)

Jawaban:

Untuk pertanyaan di atas, ada beberapa hal yang perlu dijelaskan:

Pertama, pengobatan untuk mencegah terjadinya penyakit adalah hal yang diperbolehkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Barangsiapa yang makan pagi dengan tujuh butir kurma ‘ajwah, dia tidak akan dibahayakan oleh racun dan sihir pada hari itu.” (Hadits Sa’d bin Abi Waqqash riwayat Al-Bukhary dan Muslim)

Dari hadits di atas, telah jelas bahwa pencegahan terhadap bahaya racun dan sihir adalah dengan memakan kurma ‘Ajwah.

Kedua, penggunaan vaksinasi dan imunisasi, berupa zat yang bermanfaat dan halal, adalah hal yang diperbolehkan berdasarkan dalil-dalil umum tentang pembolehan untuk berobat.

Ketiga, sebagian efek sementara yang timbul akibat vaksinasi dan imunisasi, berupa panas dan semisalnya adalah hal yang tidak dipermasalahkan selama ada manfaat besar yang terkandung pada vaksinasi dan imunisasi itu. Hal ini sebagaimana khitan pada seseorang yang membahayakan lantaran rasa sakit dalam proses khitan itu, tetapi tidak dipermasalahkan karena manfaat khitan yang sangat besar.

Keempat, kalau terbukti berdasarkan ilmu kedokteran, bahwa suatu vaksinasi atau imunisasi memberi bahaya yang lebih besar terhadap anak, seseorang tidak diperbolehkan untuk melakukannya karena Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195)

Juga karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Tidak (diperbolehkan) ada bahaya dan pembahayaan.” (Diriwayatkan oleh sejumlah shahabat. Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Irwa’ Al-Ghalil no. 896)

Wallahu a’lam.

Sumber: Jurnal Asy-Syifa edisi 02/1432/2011, hal. 55-57.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 04/02/2012, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatu

    Berkaitan dengan iminisasi yg ana pernah baca di media bahwa bahan2 yg di gunakan mengambil dari hormon hewan semisal babi, bagaimana ini hukumnya? jazakumullah khoiron

    • Menerangkan sebuah hukum tdk boleh sembarangan. Tdk boleh mengatakan halal atau haram hanya dari persangkaan/kabar tak jelas. Maka bila mereka yg duduk sbg pakar imunisasi mengatakan imunisasi mengandung zat babi maka kita pun menolaknya, namun bila sebaliknya maka kita pun menerimanya. Adapun bila mereka mengatakan bebas dari zat babi namun (tanpa sepengetahuan kita) ternyata tdk demikian, maka yg berdosa adl mereka sementara kita tidak. Jadi berhati2lah mengabarkan sesuatu kpd masyarakat yg kita sendiri pun masih sebatas prasangka. Bila kita ragu maka tinggalkanlah tanpa memaksa org lain utk mengikuti pendapat kita. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: