Shalat bagi Wanita Menopause

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin

Soal: Sebagian wanita yang telah menginjak usia menopause memerlukan beberapa hormon pengganti untuk mencegah terjadinya kerapuhan tulang dan sakit jantung. Sedangkan penggunaan pil-pil ini menyebabkan tusunnya darah dari rahim seperti darah haid. Lalu bagaimana hukum shalat ketika darah ini turun, apakah ia darah istihadhah atau apa?

Jawaban:

Darah haid adalah darah alami yang tidak memiliki sebab. Adapun darah yang memiliki sebab tertentu (sehingga menjadi keluar -pent.) maka ia adalah seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam kepada wanita yang mengalami istihadhah:

“Itu tidak lain adalah darah urat.” (HR. Ibnu Majah)

Maka hukum darah tersebut bukan seperti hukum darah haid. Akan tetapi ia adalah darah rusak. Dalam keadaan demikian, seorang wanita tetap melakukan shalat dan puasa. Suaminya pun boleh mendatanginya kalau ia bersuami, dan itu tidak mengapa baginya. Kaidah yang telah ditetapkan oleh Rasulujah shallallahu ‘alaihi wassalam, yaitu:

“Itu tidak lain adalah darah urat.”

Ini adalah darah yang sebabnya diketahui, sehingga darah tersebut adalah darah yang keluar dari urat, tidak memiliki hukum darah haid.

(Diterjemahkan oleh Tim Naskah dari Irsyaadaat Lith Thobiib al-Muslim)

Sumber: Majalah Asy-Syifa edisi 03/1433/2012, hal. 50.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 24/04/2012, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: