Hukum Bedah Cesar Secara Paksa

Oleh: Syaikh Muhammad Shalih al-‘Utsaimin

Soal: Kalau seorang pasien wanita telah ditetapkan untuk menjalani bedah cesar karena kandungannya dalam keadaan membahayakan, namun ia menolak karena khawatir dirinya akan dibius, dan takut dengan komplikasi bedah cesar tersebut, sedangkan suaminya setuju untuk dilakukannya operasi. Apakah wanita itu boleh dipaksa untuk menjalani operasi dengan diberi bius cukup kuat? Kalau tidak diperbolehkan, apakah wanita itu boleh membunuh janinnya dengam tidak menyetujui operasi?

Jawaban:

Pertama, kita tidak boleh melakukan apapun terhadap wanita ini tanpa izin, kemudian kita bedah perutnya. Karena ini merupakan pelanggaran terhadap haknya. Dan ia tidak memiliki campur tangan apapun terhadap janin tersebut. Itu adalah dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Akan tetapi, hendaknya ia diberi saran dengan penuh kepastian bahwa lebih baik ia mengizinkan agar bayinya dikeluarkan dengan bedah cesar. Dan diyakinkan bahwa hal itu adalah tindakan yang baik untuk diri dan bayinya.

Adapun pemaksaan terhadap wanita tersebut (untuk menjalani operasi -pent.) maka ini tidak diperbolehkan. Sebagaimana setiap orang memiliki kebebasan dengan harta miliknya, ia pun memiliki kebebasan dengan tubuhnya.

(Diterjemahkan oleh Tim Naskah dari Irsyaadaat Lith Thobiib al-Muslim)

Sumber: Majalah Asy-Syifa edisi 03/1433/2012, hal. 49-50.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 25/04/2012, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: