Bolehkah Aborsi Janin yang Cacat?

Oleh: Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin

Soal: Apa hukum menggugurkan kandungan ketika diketahui bahwa janin dalam keadaan cacat, tidak memiliki otak? Ini berarti janin tersebut tidak akan memiliki kemampuan untuk hidup setelah lahir, dengan ilmu Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Dan dengan keadaan bagaimanapun, hal itu tetap akan terjadi. Lebih-lebih, sebelumnya sang ibu telah melahirkan dengan proses bedah cesar sebanyak tiga kali atau lebih. Sehingga dapat dipastikan bahwa kelahirannya ini akan dilakukan dengan bedah cesar juga. Sudah tentu itu cukup berbahaya. Janin tersebut juga dipastikan akan meninggal dunia setelah dilahirkan. Kalau aborsi ini boleh dilakukan, berapakah batas maksimal usia kehamilan untuk janin yang boleh digugurkan?

Jawaban:

Batas maksimal usia kehamilan untuk janin yang boleh digugurkan adalah empat bulan, janin telah menjadi manusia. Dan seorang manusia tidak boleh dibunuh, baik ia cacat atau tidak. Akan tetapi ia dipertahankan untuk tetap hidup. Kalau Allah Subhanallahu wa Ta’ala menghendakiknya hidup, ia akan hidup. Tapi kalau tidak, ia akan mati.

Namun seseorang mungkin saja akan berkata, “Sekalipun janin tersebut tetap dipertahankan setelah genap berumur empat bulan, ia tetap akan meninggal, dan ibunya pun akan ikut meninggal dunia.”

Jawabannya adalah, biarkan kemungkinan itu yang terjadi. Dan kalaupun janin tersebut meninggal, maka ia masih dapat dikeluarkan. Ini merupakan kemungkinan yang dipilih karena di dalamnya tidak ada pembunuhan.

Kesimpulannya, aborsi sebelum empat bulan itu tidak apa-apa kalau memang diperlukan. Sedangkan setelah empat bulan, aborsi tidak dapat dilakukan dalam keadaan apapun, karena janin sudah menjadi manusia. Kalau ada orang yang dilahirkan dalam keadaan cacat, menurut kalian apakah kita boleh membunuhnya? Tidak boleh. Kita serahkan urusannya kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

Dan saya juga ingin berkata kepada kalian -meskipun sebenarnya saya tidak ingin mengatakannya di hadapan kalian- bahwa ada seorang wanita yang mengandung anak cacat, sebagian dokter memutuskan bahwa anak tersebut harus digugurkan. Namun ayah dan ibunya menolak dan menyatakan bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan. Lalu Allah Subhanallahu wa Ta’ala menghendaki kehamilan tersebut terus berlangsung sampai akhirnya bayi yang dikandung pun lahir. Ternyata, bayi tersebut menjadi anak yang paling tampan di antara saudara-saudaranya! Subhanallah.

Manusia bisa saja keliru dalam mempertimbangkan sesuatu. Bagaimanapun, kaidah yang sebutkan kepada kalian, itulah yang menjadi dasar. Janin yang telah genap berusia empat bulan, tidak boleh digugurkan. Sedangkan yang belum genap empat bulan, boleh digugurkan karena kebutuhan mendesak.

(Diterjemahkan oleh Tim Naskah dari Irsyaadaat Lith Thobiib al-Muslim)

Sumber: Majalah Asy-Syifa edisi 03/1433/2012, hal. 48-49.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 26/04/2012, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: