Bolehnya Berkhalwat ketika Darurat

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Salah satu kasus yang mungkin saja terjadi, seorang wanita menyingkap wajahnya di hadapan pria bukan mahram dalam keadaan darurarat. Misalnya jika istri tetangga sakit, sementara suaminya sedang pergi dan tidak ada mahram yang menyertainya. Apakah yang harus dilakukan ketika itu?

Jawaban:

Tidak diragukan lagi bahwa berbaur dengan orang yang bukan mahram itu tidak diperbolehkan. Dan khalwat lebih parah dan lebih besar dosanya. Namun dalam kondisi darurat, hukum sesuatu dapat berbeda, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya.” (al-An’am: 119)

Maka apabila saya terpaksa mengajak bicara istri tetangga saya, lalu saya masuk menemuinya untuk membawanya ke dokter, atau kondisi yang serupa itu, hal demikian tidak apa-apa dengan tetap menghindari fitnah. Yaitu kalau laki-laki itu memiliki seorang istri, ia dapat meminta bantuan istrinya sehingga tidak terjadi khalwat.

(Majmu’ah As’ilah Tahummu al-Usrah al-Muslimah)

Sumber: Majalah Akhwat Shalihah vol. 16/1433 H/2012, hal. 88-89.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 24/05/2012, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: