Hukum Pria Tuna Netra Mengajar Wanita

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Apa hukum orang tuna netra menemui para wanita dengan tujuan mengajar mereka di sekolah?

Jawaban:

Masuknya pria tuna netra ke tempat wanita untuk mengajar itu diperbolehkan, karena seorang perempuan boleh melihat kepada pria tuna netra selama tidak ada fitnah. Landasan hukumnya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam kepada Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha:

“Beriddahlah di rumah Ibnu Ummi Maktum karena dia seorang laki-laki yang buta. Engkau boleh menanggalkan pakaianmu di tempatnya.” (HR. Muslim) [1]

Beliau juga memberi izin kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha untuk melihat orang-orang Habasyah yang sedang bermain ketangkasan di masjid. Namun jika hal ini kemudian menimbulkan fitnah, misalnya pria tuna netra itu bernikmat-nikmat dengan suara perempuan, atau ia menyuruh seorang perempuan duduk di dekatnya kemudian ia memegang tangan perempuan tersebut, dan semacamnya, maka ini tidak boleh. Tapi ia tidak boleh bukan karena memandang pria tuna netra itu diharamkan, melainkan karena fitnah yang ditimbulkannya.

(Majmu’ah As’ilah Tahummu al-Usrah al-Muslimah)

Catatan kaki:
[1] Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab ath-Thalaq, bab al-Muthallaqah Tsalatsan laa Nafaqata laha walaa suknaa (1480).

Sumber: Majalah Akhwat Shalihah vol. 16/1433 H/2012, hal. 89.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 24/05/2012, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: