Kezaliman-kezaliman di Sekitar MOS & OSPEK

Tahun ajaran baru. Berbagai sekolah dan kampus sibuk menyambutnya. Para siswa dan mahasiswa baru pun begitu antusias mengenal lingkungan baru mereka. Namun sayang, pada masa inilah ada satu budaya jelek di lingkungan sekolah dan kampus dalam menyambut siswa baru. Budaya ini dikenal dengan nama perploncoan.

Perploncoan atau yang lebih dikenal dengan MOS (Masa Orientasi Siswa) atau OSPEK (Orientasi Studi Pengenalan Kampus) merupakan masa pengenalan dan penghayatan situasi lingkungan baru dengan berusaha mengikis pola pikir yang dimiliki sebelumnya. Sayang pada praktik perkembangannya, acara ini malah penuh dengan tindak kekerasan dan pelecehan.

Pada masa inilah, pihak panitia (kakak kelas) menjadi pihak yang ma’shum (tidak pernah bersalah), sehingga bisa memaksakan segala kehendaknya kepada juniornya. Pemaksaan itu bisa berbagai bentuk. Mulai dari atribut peserta yang aneh-aneh (topi dari kertas, tas dari karung goni, dll), tugas membawa benda yang susah didapat, hingga hukuman yang tidak manusiawi dan tidak masuk akal.

Berikut beberapa kezaliman yang terjadi ketika ospek:

1. Penyiksaan

Para senior menyiksa para siswa baru (junior) adalah perkara yang sudah menjadi rahasia umum. Mulai dari memukul, menjemur di tengah lapangan di siang hari, menampar, dll. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla akan menyiksa orang-orang yang menyiksa manusia di dunia.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)

2. Menghina dan Melecehkan

Bentakan dan kata-kata kasar merupakan makanan harian ketika OSPEK. Seakan-akan yang dicaci maki itu bukan manusia. Padahal Allah telah berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kaum lelaki yang satu menghina kaum lelaki yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula kaum perempuan yang satu menghina kaum perempuan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan janganlah suka mencela diri kalian sendiri, dan janganlah melakukan tanabuz (memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan).” (QS. Al-Hujuraat: 11)

3. Menyusahkan Orang Lain

Tugas-tugas yang diberikan ketika OSPEK sering kali berupa barang-barang tidak berguna yang susah didapat atau susah dibuat. Bisa dibayangkan betapa lelehnya para junior dalam memenuhi tugas ini. Apalagi bagi junior yang datang dari luar daerah dan belum hafal lingkungan sekitarnya. Ia tentu sangat sulit dalam memenuhi tugas tersebut. Sudah mencarinya sulit, hanya menjadi sampah pula. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Barangsiapa menyusahkan orang lain, niscaya Allah menyusahkan urusannya kelak di hari kiamat.” (HR. Al Bukhari)

4. Memaksa Berbuat Maksiat

Para senior sering memerintah juniornya untuk berbuat maksiat. Contoh: mengadu juniornya untuk saling berkelahi, junior putra disuruh pura-pura merayu junior putri, atau yang paling parah para juniornya dipaksa untuk minum minuman keras.

Pemaksaan berbuat maksiat itu biasanya tidak ketika MOS atau OSPEK resmi yang digelar sekolah atau kampus. Namun dalam acara kumpul-kumpul dengan senior, bisa dalam bentuk malam keakraban, api unggun, dll. Semua dilakukan dengan satu alasan: tes mental. Ya subhanallah! Mental seperti apa yang diharapkan dengan perbuatan yang jelas menyelisihi akal sehat?

5. Memerintahkan Kekafiran, dan Kesyirikan

Ini adalah puncak kezaliman yang terjadi ketika MOS/OSPEK. Beberapa senior memerintahkan juniornya bersujud dan memohon-mohon di depan patung, pohon pisang, atau benda-benda lainnya. Namun alhamdulillah, sekarang tampaknya kezaliman ini sudah semakin dikurangi.

Bagaimana tidak? Karena sujud adalah ibadah yang tidak boleh dipersembahkan, kecuali di depan Allah. Jika seorang bersujud di depan makhluk, maka berarti ia telah mempersekutukan Allah dalam beribadah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Tidak pantas bagi seorang manusia untuk bersujud kepada seorang makhluk. Andai ada seseorang yang pantas untuk bersujud kepada yang lain, maka aku akan memerintahkan seorang istri bersujud kepada suaminya, karena Allah menjadikan hak suami besar atas sang istri.” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan yang lainnya, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Al Irwa’)

Inilah beberapa gelintir pelanggaran yang sering terjadi ketika OSPEK. Alasan seperti membina mental yang lemah, memperkuat solidaritas antar junior satu angkatan, atau agar junior mengenal senior, tidak bisa dijadikan pembenaran untuk melakukan kezaliman dan pelanggaran terhadap batasan syariat.

OSPEK dan MOS lebih baik diisi dengan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dan kampus mereka yang baru, pengenalan mengenai kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah dan kampus, dan acara-acara edukatif lainnya.

Dan alhamdulillah, sekarang sudah semakin banyak pihak kampus dan sekolah yang dulu melegalkan OSPEK atau MOS zalim ini, sekarang menggantinya dengan acara edukatif seperti seminar narkoba, dll. Pemerintah pun sekarang sudah melarang segala bentuk kezaliman yang dibungkus MOS/OSPEK ini.

Dan yang terpenting justru pada saat inilah pihak senior dan sekolah mengajarkan pada siswa/mahasiswa baru bahwa sekolah/kampus mereka yang baru ini merupakan lingkungan yang bertujuan untuk menghasilkan penuntut ilmu yang bertakwa kepada Allah. Wallahu a’lam.

Sumber: Majalah Tashfiyah edisi 17 vol. 02 1433 H – 2012 M, hal. 88-91, penulis: Ristyandani.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 10/07/2012, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: