Hukum I’tikaf di Luar Bulan Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya:
Fadhilatusy Syaikh, apakah i’tikaf memiliki batasan waktu tertentu? Yaitu hanya terbatas pada bulan Ramadhan, ataukah boleh dilakukan di luar bulan Ramadhan?

Jawaban:

Yang disyari’atkan hanya pada bulan Ramadhan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah beri’tikaf pada selain bulan Ramadhan, kecuali apa yang pernah beliau lakukan pada bulan Syawal ketika beliau meninggalkan i’tikaf sunnah pada suatu Ramadhan. Maka beliau pun beri’tikaf pada bulan Syawal.

Tetapi jika ada orang yang beri’tikaf pada selain bulan Ramadhan, hal itu diperbolehkan karena Umar radhiallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya saya pernah bernadzar untuk beri’tikaf satu malam atau satu hari di Masjidil Haram.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﺃَﻭْﻑِ ﺑِﻨَﺬْﺭِﻙَ

“Penuhilah nadzarmu.” [1]

(Majmu’ Fatawa wa Rasa’il Al-‘Utsaimin 20/159-160)

———————–
[1] Dikeluarkan oleh Al Bukhari dalam Al I’tikaf, bab Al I’tikaf Lailan (2032), dan Muslim dalam An Nadzr, bab Nadz Al Kafir Wa Ma Yuf’alu Fih Idza Aslama (1656).

Sumber: http://media-sunni.blogspot.com/2012/05/itikaf-di-luar-bulan-ramadhan.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 19/08/2012, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: