Sebab Haramnya Bekerja di Kantor Pajak

Oleh: al-Ustadz Muhammad Afifuddin & al-Ustadz Qomar Suaidi

Tanya: Apa penyebab haramnya bekerja di kantor pajak? (082173xxxxxx)

Jawaban:

Pajak dihukumi haram, karena:

1. Memakan harta sesama muslim dengan cara yang batil.

2. Tidak berdasarkan al-Qur’an, as-Sunnah, dan pemahaman salaf.

3. Tasyabbuh perbuatan orang-orang kafir dan pemerintah zalim.

4. Pajak di zaman salaf diterapkan terhadap orang kafir, bukan terhadap muslim.

Selain itu, terdapat hadits yang menunjukkan bahwa pajak termasuk dosa besar. Lihat halaman 41 majalah edisi ini pada akhir hadits yang menyebutkan kisah wanita Ghamidiyah yang meminta agar dirinya dirajam karena telah berzina [1].

Ada kitab khusus yang membahas tentang pajak, ditulis oleh Fahd Nahsyali al-‘Adani, dan diberi pendahuluan oleh asy-Syaikh Muhammad al-Imam.

Catatan kaki:
[1]
Seorang wanita dari kabilah Ghamidiyah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam ia berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh aku telah berzina maka (tegakkan rajam) untuk menyucikanku.” … (hingga) … Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu datang dan melempari kepala wanita itu dengan sebuah batu. Memancarlah darah ke wajah Khalid sehingga Khalid mencelanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam mendengar celaan Khalid terhadap wanita tersebut. Beliau bersabda, “Tunggu, hai Khalid. Demi Dzat yang jiwaku ada di Tangan-Nya, sungguh dia telah bertobat dengan sebuah tobat yang apabila dilakukan oleh pemungut pajak, tentu akan diampuni dosanya.” Selanjutnya, Nabi memerintahkan manusia menyalati dan menguburkan. (Shahih Muslim, bab “Orang yang Mengaku Berbuat Zina”, no. 3208)

Sumber: Majalah Asy Syariah no. 83/VII/1433 H/2012, hal. 42-43.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 09/09/2012, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. informasi yang bagus, dan harus dibaca…thks

  2. saya angkat dari sisi lain, ini dampak dari pengemplangan pajak yang luar biasa di negeri ini, wajarlah kalau ormas keagamaan NU menggertak pemerintah jangan bayar pajak, ambil hikmahnya, jangan diambil sisi negatifnya saja. Ini buat pembelajaran bagi kinerja ditjen Pajak

  3. Saya adalah pegawai pajak. Setelah membaca tulisan ini saya tidak merasa tersinggung sama sekali.
    Memang negeri kita masih mengandalkan penghasilan dari pajak. Tapi tentu apa yang telah ditetapkan Allah pasti lebih baik dari buatan manusia. Dan kenyataan memang demikian. Coba kita tengok negara-negara timur tengah yang tidak mengambil pajak atau sangat sedikit sekali mengambil pajak, negeri mereka makmur tanpa utang yang menggunung. Lebih dekat kita ambil Malaysia yang lebih makmur dari Indonesia, dengan keadaan SDA yang hampir sama. Di sana masih ada pajak, tapi zakat bisa jadi kredit pengurang pajak (di Indonesia zakat hanya bisa jadi pengurang penghasilan kena pajak)
    Sekarang kita lihat negara-negara barat, pajaknya besar, kelihatannya makmur, dan nampak kaya. Tapi kenyataan negara mereka punya utang yang menggunung, bahkan sering dilanda krisis ekonomi tiap beberapa tahun sekali.
    Semoga Allah Subhana wa ta’ala, memberikan pertolongan kepada saya dan teman-teman saya untuk mencari rizqi dijalan yang diberkahi Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: