Menyembunyikan Cacat Barang = Penipuan ?

Soal: Aku pernah membeli sebuah mobil. Ternyata aku mendapatkan adanya cacat walaupun ringan. Kemudian aku pun menjualnya. Dan si pembeli tidak mengetahui cacat tersebut. Hal ini tergolong penipuan ataukah tidak?

Jawab:

Ya. Hal ini termasuk penipuan. Sementara telah maklum bahwa penipuan adalah haram. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam:

“Siapa yang menipu kami, maka bukan termasuk golongan kami.” (HR. Muslim dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Wajib atasmu untuk beristighfar dan bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kemudian hendaknya engkau segera memberitahukan cacat yang ada pada mobil tersebut kepada si pembeli, agar engkau terbebas dari tanggungan. Apabila ia merelakan haknya, maka Alhamdulillah. Adapun apabila tidak rela, maka hendaknya engkau mencari kesepakatan dengan pembeli tersebut. Mungkin dengan mengembalikan uang ganti cacat tersebut, atau engkau menarik kembali mobil tersebut dan mengembalikan uangnya. Apabila tetap tidak ridha juga, maka selesaikan ke pengadilan (hukum Islam). Apabila pembeli tersebut tidak diketahui keberadaannya maka bersedekahlah senilai cacat tersebut.

Wa billahittaufiq, wa shallallahu ‘ala nabiyina Muhammad wa aalihi wa shahbihi wa sallam.

[Al Lajnah Ad Daimah Lilbuhutsi Al ‘Ilmiyati wal Ifta’]

Sumber: Majalah Tashfiyah edisi 18 vol. 02 1433 H – 2012 M, hal. 57-58.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 25/09/2012, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: