Apakah Mayit Disiksa karena Tangisan Keluarganya?

Oleh: Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Pertanyaan: Mohon dijelaskan tentang orang yang meninggal akan tersiksa kalau keluarganya menangis dan mayit kena air mata, apalagi kalau selesai dimandikan?

Jawaban:

Pertama: Mayit akan diazab dengan sebab tangisan keluarganya yang disertai ratapan, jika si mayit mewasiatkan untuk diratapi atau ia tidak mewasiatkan untuk meninggalkannya padahal ia tahu mereka biasa melakukannya. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖَ ﻟَﻴُﻌَﺬَّﺏُ ﺑِﺒُﻜَﺎﺀِ ﺃَﻫْﻠِﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪ

“Sesungguhnya mayit diazab karena tangisan keluarganya atasnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma)

Dalam riwayat yang lain,

ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖُ ﻳُﻌَﺬَّﺏُ ﻓِﻰ ﻗَﺒْﺮِﻩِ ﺑِﻤَﺎ ﻧِﻴﺢَ ﻋَﻠَﻴْﻪ

“Mayit itu diazab di kuburnya dengan sebab ratapan atasnya.” (HR. Muslim dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma)

Dalam hadits yang lain,

ﻣَﻦْ ﻧِﻴﺢَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳُﻌَﺬَّﺏُ ﺑِﻤَﺎ ﻧِﻴﺢَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ‏‎ ‎ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔ

“Barangsiapa yang diratapi kematiannya maka ia akan diazab dengan sebab ratapan itu pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu’anhu)

Al-Imam Abdullah bin Mubarok rahimahullah berkata,

ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻳﻨﻬﺎﻫﻢ ﻓﻲ ﺣﻴﺎﺗﻪ ﻓﻔﻌﻠﻮﺍ ﺷﻴﺌﺎ‎ ‎ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺑﻌﺪ ﻭﻓﺎﺗﻪ، ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻋﻠﻴﻪ ﺷﺊ

“Jika si mayit telah melarang mereka ketika hidupnya, lalu meraka masih tetap meratapinya setelah kematiannya, maka ia tidak akan diazab.” (Umdatul Qori, 4/74, Ahkamul Janaiz, hal. 28)

Ucapan beliau ini merupakan pendapat jumhur ulama, sebagai bentuk kompromi dengan firman Allah ta’ala,

ﻭَﻻ ﺗَﺰِﺭ ﻭَﺍﺯِﺭَﺓٌ ﻭِﺯْﺭَ ﺃُﺧْﺮَﻯ

“Seseorang tidaklah menanggung dosa orang lain.” (Al-An’am: 164)

Maka jika si mayit telah melarang mereka, ia tidak akan diazab jika mereka meratapinya. Adapun jika ia tidak melarang padahal ia tahu mereka biasa meratapi mayit, atau malah ia yang menganjurkannya, maka ia akan diazab, sebab ia pun turut andil dalam dosa tersebut.

Kedua: Adapun yang dimaksud tangisan yang disertai ratapan, diantaranya adalah seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

ﻟَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ ﻣَﻦْ ﻟَﻄَﻢَ ﺍﻟْﺨُﺪُﻭﺩَ ﻭَﺷَﻖَّ ﺍﻟْﺠُﻴُﻮﺏ‎ ‎ﻭَﺩَﻋَﺎ ﺑِﺪَﻋْﻮَﻯ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ

“Bukan bagian dari kami orang yang menampar-nampar pipi, merobek-robek pakaian dan menyeru dengan seruan jahiliyah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu)

Ketiga: Sependek yang kami ketahui tidak ada dalil yang menunjukkan jika si mayit kena air mata, apalagi ketika selesai dimandikan, maka ia akan diazab. Dan menangis itu sendiri tidak terlarang jika tanpa mengeluarkan ucapan atau tindakan yang bertentangan dengan syari’at. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pun menangis ketika meninggal anaknya Ibrahim radhiyallahu’anhu, beliau memeluknya dan menciumnya, dalam keadaan beliau menangis, seraya bersabda,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻌَﻴْﻦَ ﺗَﺪْﻣَﻊُ ﻭَﺍﻟْﻘَﻠْﺐَ ﻳَﺤْﺰَﻥُ ، ﻭَﻻَ ﻧَﻘُﻮﻝُ‏‎ ‎ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﻳَﺮْﺿَﻰ ﺭَﺑُّﻨَﺎ ﻭَﺇِﻧَّﺎ ﺑِﻔِﺮَﺍﻗِﻚَ ﻳَﺎ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ‏‎ ‎ﻟَﻤَﺤْﺰُﻭﻧُﻮﻥَ

“Sesungguhnya mata meneteskan air mata, hati pun bersedih, namun kita tidak boleh mengucapkan kecuali yang diridhoi oleh Rabb kita. Sesungguhnya kami sedih karena berpisah denganmu wahai Ibrahim.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu)

ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ‎ ‎ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ

Sumber: http://nasihatonline.wordpress.com/2012/12/22/apakah-mayit-tersiksa-karena-tangisan-keluarganya/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 09/01/2013, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: