Penyimpangan-Penyimpangan yang Terjadi Ketika Ziarah ke Masjid Nabawi

Soal: Saya perhatikan dalam ziarah Masjid Nabawi, bahwa sebagian orang-orang mengelus-elus dinding ruangan (kuburan) Nabi, dan sebagian lain, berdiri seakan-akan shalat dengan meletakkan kedua tangannya di atas dada sementara dia menghadap kiblat, apakah yang mereka lakukan benar?

Jawab:

Alhamdulillah.

Telah ada petunjuk adab-adab ziarah Masjid Nabi shallallahu’alaih wa sallam dalam soal, 36863. Dan diantara peringatan yang terjadi kepada sebagian peziarah dari penyimpangan-penyimpangan adalah sebagai berikut:

Penyimpangan pertama:
Berdoa kepada Rasul, memanggilnya, memohon pertolongan dan meminta bantuan kepadanya, seperti ungkapan sebagian (orang): “Wahai Rasulullah! Tolong sembuhkan penyakitku! Wahai Rasulullah, lunaskanlah hutangku! Wahai perantaraku! Wahai pintu keperluanku!”

Atau perkataan (yang mengandung) kesyirikan selain itu yang bertentangan dengan tauhid yang mana ia adalah hak Allah kepada hambaNya.

Penyimpangan kedua:
Berdiri di depan kuburan seperti kondisi orang shalat. Dengan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dada atau di bawahnya. Perbuatan itu diharamkan, karena kondisi seperti itu kondisi kerendahan dan ibadah. Tidak diperkenankan melainkan untuk Allah Azza Wajalla.

Penyimpangan ketiga:
Membungkukkan di depan kuburan atau bersujud atau perbuatan lain yang tidak diperkenankan untuk dilakukan melainkan hanya kepada Allah. Dari Anas radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

( ﻻ ﻳﺼﻠﺢ ﻟﺒﺸﺮ ﺃﻥ ﻳﺴﺠﺪ ﻟﺒﺸﺮ ( ﺃﺧﺮﺟﻪ‎ ‎ﺃﺣﻤﺪ )3/158( ﻭﺻﺤﺤﻪ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻓﻲ‎ ‎ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻏﻴﺐ 1936)، (1937 ﻭﺇﺭﻭﺍﺀ‎ ‎ﺍﻟﻐﻠﻴﻞ 1998) )

“Tidak diperkenankan seseorang bersujud untuk orang (lain).” (HR.Ahmad, 3/158. Dishohihkan oleh Al-Albany di Shohih At-Targhib, 1936, 1937. Dan di Irwaul Gholil, 1998)

Penyimpangan keempat:
Berdoa kepada Allah di kuburan atau berkeyakinan bahwa berdoa di kuburan mustajab (terkabulkan). Perbuatan itu diharamkan karena merupakan sebab-sebab (menuju) kesyirikan. Kalau sekiranya berdoa di kuburan atau di kuburan Nabi itu lebih utama dan lebih benar serta lebih dicintai oleh Allah, (pasti) Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam akan menganjurkannya. Karena tidak ada (suatu amalan) sedikitpun juga yang mendekatkan ke surga, melainkan beliau anjurkan untuk umatnya. Ketika hal itu tidak dilakukan, kita mengetahui bahwa (amalan) itu tidak dianjurkan. Perbuatan itu haram dan dilarang.

Telah diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Al-Hafidz Ad-Dyiya’ dalam kitab ‘Al-Mukhtaroh’ bahwa Ali bin Husain radhiallahu’ahuma, beliau melihat seseorang mendatangi tempat kosong di kuburan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam kemudian memasuki dan berdoa di sana. Kemudian beliau (Ali bin Husain) melarangnya dan berkata: ”Saya akan beritahukan kepada kamu semua, suatu hadits saya dengarkan dari ayahku dari kakekku dari Rasulullah shallallahu’alahi wa sallam:

ﻻ ﺗﺘﺨﺬﻭﺍ ﻗﺒﺮﻱ ﻋﻴﺪًﺍ ﻭﻻ ﺑﻴﻮﺗﻜﻢ ﻗﺒﻮﺭًﺍ ،‏‎ ‎ﻭﺻﻠﻮﺍ ﻋﻠﻲَّ ﻓﺈﻥ ﺗﺴﻠﻴﻤﻜﻢ ﻳﺒﻠﻐﻨﻲ ﺃﻳﻦ‎ ‎ﻛﻨﺘﻢ ” ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ (2042) ﻭﺻﺤﺤﻪ‎ ‎ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺢ ﺃﺑﻲ ﺩﺍﻭﺩ . (1796)

“Janganlah engkau semua menjadikan kuburanku sebagai ied (tempat perayaan) dan janganlah engkau semua menjadikan rumah-rumah kamu semua (seperti) kuburan. Dan bershalawatlah kamu semua kepadaku, karena salam kamu semua akan sampai kepadaku di manapun kamu berada.” (HR. Abu Dawud, 2042 dan dishohihkan oleh Al-Albany di Shohih Abu Dawud, 1796)

Penyimpangan kelima:
Mengirimkan salam lewat sebagian peziarah bagi yang tidak mampu (pergi) ke Madinah untuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Dan sebagian orang menunaikan salam ini. Perbuatan ini adalah (perbuatan) pelaku bid’ah dan perkara baru.

Wahai yang mengirimkan salam, dan orang yang menyampaikan salam. Cukuplah hal itu, sungguh bagi anda berdua cukup sabda (Nabi): “Bershalawatlah kepadaku, karena salam anda semua akan sampai kepadaku di mana saja anda berada.” Dan sabda beliau shallallahu’alaihi wa sallam:

ﺇﻥ ﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻣﻼﺋﻜﺔ ﺳﻴﺎﺣﻴﻦ‎ ‎ﻳﺒﻠِّﻐﻮﻧﻲ ﻣﻦ ﺃﻣﺘﻲ ﺍﻟﺴﻼﻡ ( ﺃﺧﺮﺟﻪ‎ ‎ﺃﺣﻤﺪ )1/441( ، ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺋﻲ (1282)‏‎ ‎ﻭﺻﺤﺤﻪ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺠﺎﻣﻊ‎ ‎‏(2170)

“Sesungguhnya Allah mempunyai para malaikat di bumi yang berjalan-jalan, yang (mana mereka) akan menyampaikan salam dari umatku.” (HR. Ahmad, 1/441. Nasa’i, 1282 dan dishohihkan Al-Albany di shohih Al-Jami’, 2170)

Penyimpangan keenam:
Mengulang-ulangi dan memperbanyak ziarah ke kuburan Nabi. Seperti ziarah setiap shalat fardu atau setiap hari setelah shalat tertentu. Hal ini menyalahi sabdanya shallallahu’alaihi wa sallam:

“Janganlah engkau semua menjadikan kuburanku ied (tempat perayaan).”

Ibnu Hajar Al-Haitsamy berkata di kitab ‘Syarkhu Al-musykat’ ied adalah kata nama dari ‘Al-A’yad’, dikatakan ‘’Ada, i’tadahu wa ta’awwadahu, kemudian menjadi kata ‘’adatan’. Yang artinya, jangan engkau semua menjadikan kuburanku tempat kebiasaan datang kesana dengan terus menerus dan sering sekali. Oleh karena itu beliau bersabda: “Dan bershalawatlah kepadaku, karena shalawat kamu semua, akan sampai kepadaku dimana saja kamu berada.” Selesai perkataan beliau rahimahullah ta’ala.

Dalam kitab ‘Al-Jami’ Lil Bayan’ karangan Ibnu Rusyd (disebutkan): “Imam Malik rahimahullah ditanya tentang orang asing yang mendatangi kuburan Nabi setiap hari, beliau berkata: “Perkara apa ini? Dan beliau menyebutkan hadits: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah,” dishohehkan oleh Al-Albany di kitab ‘Tahdzir As-Sajid Min Ittikhot Al-Qubur Masajid, hal. 24 – 26.

Ibnu Rusyd berkomentar: “Dimakruhkan sering lewat dan memberikan salam kepadanya. Dan mendatanginya setiap hari, agar kuburannya tidak dijadikan seperti masjid yang setiap hari didatangi untuk shalat di dalamnya. Sementara Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah melarang hal itu dalam sabdanya: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburanku berhala.” Silahkan anda melihat kitab ‘Al-Bayan Wat Tahsil’ karangan Ibnu Rusyd, 18/ 444 – 445. Selesai perkataan beliau rahimahullah.

Al-Qadhi Iyad ditanya tentang orang penduduk Madinah yang berdiri di depan kuburan dalam sehari sekali atau lebih dari itu. Dan memberikan salam serta berdoa (selama) satu jam. Beliau mengatakan: “Saya tidak dapati seorangpun dari ulama’ fiqih. Dan generasi akhir umat ini tidak akan baik kecuali generasi pertamanya baik. Dan tidak saya dapati generasi umat pertama dan permulaannya mereka melakukan (hal) itu. (Kitab ‘As-Syifa Bita’rifi Huquqil Musthofa, 2/676)

Penyimpangan ketujuh:
Menghadap ke kuburan yang mulia pada setiap sisi masjid dan mengarah kepadanya setiap kali memasuki masjid atau setiap selesai shalat. Dan menaruh kedua tangannya di sampingnya dan menundukkan kepala dan wajah di sela-sela memberikan salam kepadanya dalam kondisi seperti itu. (Prilaku) ini adalah bagian dari bid’ah yang tersebar dan penyimpangan yang terkenal.

Maka bertakwalah kepada Allah wahai para hamba Allah, dan hati-hati dari (prilaku) bid’ah dan penyimpangan-penyimpangan. Berhati-hatilah dari (mengikuti) hawa nafsu dan taklid buta. Dan jadikan urusan anda dalam kondisi yang jelas dan ada petunjuk. Allah Jalla fi Ula berfirman:

“Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Rabbnya sama dengan orang yang (shaitan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?” (QS. Muhammad: 14)

Kita memohon kepada Allah, agar termasuk orang-orang yang memberikan petunjuk kepada hidayah dan mendapatkan hidayah, yang mengikuti sunnah utusan terbaik.

[Soal Jawab Tentang Islam]

Sumber: http://islamqa.com/id/pda/ref/islamqa/36860

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 15/01/2013, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. terima kasih telah menyajikan sesuatu yang terbaik, dan ini memberikan ide buat kita semua agar selalu belajar dari seseorang meskipun orang itu tidak kita kenal, dan sukses selalu buat anda yang telah menginspirasi kita semua!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: