Bolehkah Wanita Berobat ke Dokter Laki-Laki?

Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, “Ada perempuan yang terpaksa berobat ke dokter lelaki, padahal saat periksa si perempuan harus menampakkan bagian tubuhnya yang sakit. Apa hukum syariat tentang hal ini?”

Beliau rahimahullah menjawab, “Tidak apa-apa perempuan pergi ke dokter laki-laki apabila tidak ada dokter perempuan. Ulama telah menyebutkan bahwa hal itu tidak mengapa. Di saat periksa, tidak apa-apa si perempuan membuka bagian tubuhnya yang butuh dilihat oleh sang dokter. Namun, ia harus ditemani oleh mahramnya dan tidak khalwat (berdua-duaan saja) dengan sang dokter, karena khalwat itu diharamkan. Pembolehan ini karena adanya kebutuhan.

Ulama -semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati mereka- menyebutkan bahwa hal ini hanyalah dibolehkan karena urusannya diharamkan sebagai tahrim wasail [1]. Apa yang keharamannya karena tahrim wasail, maka dibolehkan saat ada kebutuhan.” (Fatawa asy-Syaikh, 2/856)

Fadhilatusy Syaikh rahimahullah juga ditanya tentang perempuan yang berobat kepada dokter laki-laki padahal di sana ada dokter perempuan yang juga spesialisasinya sama, apakah boleh?

Beliau berfatwa, “Apabila spesialisasinya sama, keahlian si dokter laki-laki dan dokter perempuan juga sama, seorang perempuan yang hendak berobat tidak boleh pergi ke dokter laki-laki karena tidak ada faktor yang menjadi alasan untuk berobat ke sana. Dia tidak punya kebutuhan karena sudah tercukupi dengan adanya dokter perempuan. Namun, apabila dokter laki-laki lebih pandai atau spesialisasinya lebih mendalam, tidak apa-apa si perempuan berobat kepadanya, walaupun ada dokter perempuan, karena ada kebutuhan, dan kebutuhan membolehkan yang semisal ini.” (al-Fatawa asy-Syar’iyah fil Masail al-‘Ashriyah, hlm. 1088)

Ada lagi satu pertanyaan yang pernah diajukan kepada Samahatusy Syaikh Ibnu Baz rahimahullah tentang hukum dokter gigi perempuan memeriksa atau merawat gigi pasien laki-laki.

Dijawab oleh Syaikh rahimahullah, “Kami telah berusaha dan berupaya keras bersama orang-orang yang mengemban tanggung jawab agar pengobatan laki-laki ditangani oleh laki-laki dan perempuan ditangani pula oleh perempuan. Kami juga telah mengupayakan agar ada dokter-dokter gigi perempuan untuk menangani para wanita dan dokter-dokter gigi laki-laki untuk pasien laki-laki. Demikian pula dalam spesialisasi yang lain.

Ini adalah al-haq karena perempuan itu aurat dan fitnah yang bisa menggoda kaum lelaki, selain yang Allah Subhanahu wa Ta’ala rahmati. Jadi, seharusnya ada dokter-dokter perempuan yang khusus memeriksa perempuan dan dokter-dokter lelaki yang khusus untuk pasien laki-laki, terkecuali saat darurat yang nyata. Misalnya, ada seorang lelaki yang sakit dan tidak ada dokter laki-laki yang bisa menanganinya, maka tidak apa-apa dia diperiksa oleh dokter perempuan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Dan sungguh Kami telah merinci kepada kalian apa yang diharamkan atas kalian terkecuali apa yang kalian terpaksa.” (al-An’am: 119)

Apabila tidak terpaksa, maka yang wajib dokter laki-laki untuk pasien laki-laki dan dokter perempuan untuk pasien perempuan. Hendaknya ada pemisahan (ruangan) pula, bagian dokter laki-laki sendiri dan bagian dokter perempuan tersendiri. Bisa jadi, diadakan rumah sakit yang khusus laki-laki dan rumah sakit khusus perempuan, sehingga semuanya bisa terhindar dari fitnah dan ikhtilath yang bermudarat. Inilah yang menjadi kewajiban bagi semuanya. (Fatwa ‘Ajilah li Manshubi ash-Shihhah, hlm. 29-30)

Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

Catatan kaki:
[1] Sesuatu itu haram sebagai tahrim wasail, kurang lebihnya bisa kita gambarkan sebagai berikut. Membuka aurat di hadapan ajnabi hukumnya haram. Sisi keharamannya karena perbuatan tersebut menjadi perantara yang menjatuhkan seseorang ke dalam zina. Jadi, membuka aurat di hadapan ajnabi tersebut adalah perantara kepada perbuatan zina yang haram.

Sumber: Majalah Asy Syariah no. 89/VII/1434 H/2012, hal. 100 & 108 (dalam artikel “Berobat kepada Lawan Jenis”, penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq al-Atsariyah).

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 02/02/2013, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: