Tips Menikah: Cari Tahu Kecantikannya Sebelum Agamanya

Salah satu yang menjadi standar pilihan calon istri adalah kecantikan dan zahir yang bagus, sebagaimana sabda Rasul yang mulia shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Wanita itu dinikahi karena empat perkara: (di antaranya) karena kecantikannya….” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 3621)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberitakan kebiasaan manusia dalam hal memilih istri adalah dengan melihat empat hal yang beliau sebutkan, yaitu mencari wanita yang berharta, dari keturunan yang mulia atau punya kedudukan, berparas cantik, dan standar yang paling akhir barulah melihat sisi agama si wanita. (al-Minhaj, 9/293)

Memang, mengutamakan paras cantik dan zahir yang bagus adalah tabiat manusia. Siapa pun pasti suka dengan keindahan, kebagusan, kemolekan, dan kecantikan. Senang terhadap ‘yang rupawan’ ini adalah hal syar’i yang manusia tidak dicela karenanya. Bahkan pokok syariat telah menguatkannya. Bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala, sesembahan kita, adalah Dzat yang Mahaindah dan Dia menyukai yang indah, bagus, dan elok? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya, Allah itu indah, mencintai keindahan.” (HR. Muslim no. 261)

Seorang lelaki tidaklah disyariatkan melihat wanita yang hendak dipinangnya (nazhor) terkecuali untuk beroleh keyakinan dan kepastian akan kebagusan wanita tersebut.

Al-Mughirah bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu berkata, “Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu aku melamar seorang wanita. Beliau bertanya kepadaku, ‘Apakah kamu telah melihat wanita itu?’ ‘Belum,’ jawabku. ‘Lihatlah dia, karena dengan melihat sebelum menikahinya lebih bisa melanggengkan hubungan di antara kalian berdua nanti.” (HR. An-Nasa’i no. 3235, Ibnu Majah no. 1866, dinyatakan shahih dalam ash-Shahihah no. 96)

Bertanyalah Kecantikannya Terlebih Dahulu Sebelum Mencari Tahu Agamanya

Kecantikan itu hal yang relatif. Cantik menurut seseorang bisa jadi tidak cantik menurut pandangan orang lain. Karena mencari istri yang cantik adalah perkara fitrah, kita katakan kepada pemuda, “Ketika engkau mencari calon istri, tanyakanlah tentang kecantikannya sebelum bertanya tentang agamanya.”

Bisa jadi, ada orang yang terheran-heran dan mengatakan, “Subhanallah! Kok, yang ditanyakan terlebih dahulu kecantikan sebelum bertanya tentang agama? Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Utamakan perempuan yang memiliki agama, taribat yadak….” (HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 3621)

Kita jawab, Ya, memang sepantasnya lelaki yang sedang mencari calon istri bertanya terlebih dahulu tentang kecantikan si wanita sebelum bertanya tentang agamanya, apabila dia mencari wanita yang beragama sekaligus cantik. Dalil kita adalah hadits yang sama,

“Utamakan perempuan yang memiliki agama, taribat yadak….” (HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 3621)

Penjelasannya sebagai berikut. Ketika seorang lelaki yang sedang mencari calon istri langsung bertanya tentang agama si wanita lantas didapatinya si wanita adalah seorang yang taat beragama. Namun, ketika si lelaki bertanya tentang kecantikan si wanita, ternyata wajah si wanita tidak mengagumkannya. Si lelaki pun meninggalkan si wanita karena tidak cantik padahal dia wanita yang taat beragama. Si lelaki pun jatuh dalam perbuatan yang menyelisihi manhaj nabawi, yaitu harusnya mengutamakan wanita yang beragama.

Oleh karena itu, kita anjurkan, pilihlah wanita yang cantik dan beragama. Caranya, tanyakan kecantikannya terlebih dahulu. Apabila sesuai dan menyenangkan, lanjutkan dengan menanyakan agamanya. Apabila ternyata ia taat beragama, bertawakallah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ambillah sebagai istri. Namun, bila si wanita bukanlah seorang yang taat beragama, bertawakal pulalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tinggalkan dia walau parasnya cantik.

Jadi, ketika dia mengambil seorang wanita sebagai istri atau meninggalkannya, yang menjadi ukuran adalah agama, bukan kecantikannya. Dengan demikian, diamalkanlah wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallan, “Utamakan perempuan yang memiliki agama, taribat yadak….” Hal ini dinyatakan oleh Imam Ahlus Sunnah, Ahmad bin Hanbal rahimahullah. (Rifqan bil Qawarir Nasha’ih lil Azwaj, Amatullah bintu Abd al-Muththalib, hlm. 28-31)

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah menyatakan, “Disenangi menikahi wanita yang cantik terkecuali jika ada dua dua pilihan, yang satu cantik tetapi tidak ada agamanya (cantik tetapi tidak salehah), sedangkan yang satunya lagi berparas biasa tetapi taat beragama. Dalam keadaan ini tentu dipilih yang taat beragama. Namun, apabila sama kadar agama dua orang wanita, yang diutamakan yang lebih cantik di antara keduanya. Termasuk dalam hal kebagusan lahiriah adalah keindahan sifat seorang wanita, di antaranya ringan maharnya (tidak memberatkan lelaki yang hendak menikahinya).” (Fathul Bari, 9/169)

Sebagai penutup, ingatlah wahai pemuda, janganlah engkau berhenti pada pertanyaan tentang kecantikan seorang wanita lantas memutuskan untuk menjadikannya sebagai istri. Lanjutkan pertanyaanmu tentang agama ‘si cantik’. Apabila agamanya mengagumkanmu, jatuhkanlah pilihan kepadanya dengan bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika agamanya tidak menyenangkanmu, karena dia seorang wanita yang tidak salehah, tinggalkan dia walau engkau senang dengan kecantikan lahiriahnya. Bertawakallah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan yakini Dia akan memberimu ganti dengan yang lebih baik…

Dengan demikian, engkau telah menepati wasiat Nabimu yang mulia shallallahu ‘alaihi wasallam. Wallahu a’lam.

Sumber: Diambil secara ringkas dari Majalah Asy Syariah no. 90/VIII/1434 H/2013 dalam artikel “Pilih yang Cantik dan Salehah” tulisan Al-Ustadzah Ummu Ishaq al-Atsariyah hal. 90-95.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 18/02/2013, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: