Mengapa Tauhid Dibagi Menjadi Tiga?

Oleh: Ust. Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Pertanyaan: Mengapa tauhid dibagi tiga? Ahlul bid’ah membagi empat, yang keempat hakimiah, alasan dibagi tiga itu apa dalilnya?

Jawaban:

Alasan tauhid dibagi tiga karena seluruh dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah yang berbicara tentang tauhid menunjukkan bahwa tauhid terbagi tiga, tidak lebih daripada itu. Karena hakikatnya seluruh ayat dan hadits yang berbicara tentang Allah ta’ala beredar pada tiga pembicaraan:

1) Pembicaraan tentang perbuatan-perbuatan Allah ta’ala seperti mencipta, memberi rizki, menguasai, mengatur dan lain-lain, maka kita yakini hanya Allah ta’ala sendiri saja yang mampu melakukan itu, tiada sekutu bagi-Nya. Inilah tauhid rububiyah.

2) Pembicaraan tentang kewajiban memurnikan ibadah hanya kepada Allah ta’ala dan menyalahkan semua bentuk peribadahan kepada selain-Nya. Inilah tauhid uluhiyah.

3) Pembicaraan tentang nama-nama dan sifat-sifat-Nya, kita yakini hanya Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam yang boleh menetapkan nama dan sifat bagi-Nya, tidak ada yang serupa dengan-Nya. Ini adalah tauhid asma was sifat.

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Prof. DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan hafizhahullah berkata,

ﻭﺃﻗﺴﺎﻣﻪ ﺛﻼﺛﺔ ﺑﺎﻻﺳﺘﻘﺮﺍﺀ ﻣﻦ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ‎ ‎ﻭﺳﻨﺔ ﺭﺳﻮﻟﻪ، ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ،‏‎ ‎ﻭﻫﺬﺍ ﻣﺎ ﺗﻘﺮﺭ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﺬﻫﺐ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ‎ ‎ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ، ﻓﻤﻦ ﺯﺍﺩ ﻗﺴﻤﺎً ﺭﺍﺑﻌﺎً ﺃﻭ‎ ‎ﺧﺎﻣﺴﺎً ﻓﻬﻮ ﺯﻳﺎﺩﺓ ﻣﻦ ﻋﻨﺪﻩ؛ ﻷﻥ ﺍﻷﺋﻤﺔ‎ ‎ﻗﺴّﻤﻮﺍ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ ﺇﻟﻰ ﺃﻗﺴﺎﻡ ﺛﻼﺛﺔ ﻣﻦ‎ ‎ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ. ﻓﻜﻞ ﺁﻳﺎﺕ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ‎ ‎ﻭﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ ﻻ ﺗﺨﺮﺝ ﻋﻦ‎ ‎ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻗﺴﺎﻡ ﺍﻟﺜﻼﺛﺔ

“Dan macam-macam tauhid itu ada tiga berdasarkan penelitian secara menyeluruh terhadap kitab Allah ta’ala dan sunnah Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam. Dan ini adalah aqidah yang telah tetap di atasnya pendapat Ahlus Sunnah wal Jama’ah, maka barangsiapa yang menambah pembagian tauhid yang keempat atau kelima maka itu adalah tambahan dari dirinya sendiri (bukan dari ulama Sunnah), karena para ulama telah membagi tauhid kepada tiga bagian berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, sebab seluruh ayat Al-Qur’an dan seluruh hadits tentang aqidah (tauhid) tidak keluar dari tiga macam tauhid ini.” (At-Ta’liqot Al-Mukhtashoroh ‘alal Aqidah Ath-Thohawiyah, hal. 28)

Adapun tauhid keempat: hakimiyah yang dimunculkan oleh ahlul bid’ah sudah masuk dalam kategori tauhid rububiyah, sebab diantara perbuatan Allah ta’ala adalah menentukan hukum. Demikian pula dari sisi kewajiban manusia hanya tunduk kepada hukum Allah ta’ala maka itu masuk pada tauhid uluhiyah. Sehingga tidak perlu dibuat pembagian tersendiri.

Dan tidaklah ahlul bid’ah melakukan itu kecuali karena dasar pemahaman mereka yang rusak yaitu pengkafiran SECARA SERAMPANGAN terhadap pemerintah kaum muslimin yang tidak berhukum dengan hukum Allah ta’ala. Pengkafiran mereka tidak dibangun di atas dasari ilmu dan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, sehingga mereka perlu membuat kaidah-kaidah tersendiri untuk mendukung kesesatan mereka. Inilah diantara akar kesesatan mereka.

ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ‎ ‎ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ

Sumber: http://nasihatonline.wordpress.com/2013/03/13/mengapa-tauhid-dibagi-tiga/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 24/03/2013, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: