Hukum Menggundul Rambut

Para ulama berbeda pendapat:

Pendapat pertama, menyatakan bahwa memelihara rambut hukumnya sunnah, dan menggundulnya adalah makruh. Ini pendapat madzhab Maliki dan salah satu riwayat dari Ahmad. Bahkan Ibnul Arabi dari madzhab Maliki dengan tegas menyatakan bahwa menggundul itu termasuk bid’ah.

Di antara dalilnya adalah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu memiliki rambut yang disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa rambut beliau sampai cuping telinga. Aisyah radhiyallahu ’anha berkata, “Dahulu aku pernah menyisir rambut Rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam dalam keadaan aku sedang haid.”

Adapun dalil makruhnya menggundul adalah karena hal itu merupakan salah satu sifat Khawarij, sebagaimana dalam sebuah hadits yang menyebutkan tentang sifat-sifat mereka, dan salah satu sifat tersebut adalah mereka itu menggundul kepalanya.

Pendapat kedua, menyatakan bahwa memelihara ambut itu lebih utama dan menggundulnya boleh. Ini adalah pendapat madzhab Hanafi, Syafi’i, dan salah satu riwayat dari Ahmad, dan ini pula pendapat mayoritas ulama.

Dalilnya adalah sebagaimana hadits di atas tentang keutamaan memelihara rambut. Adapun dalil tentang bolehnya menggundul adalah hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seorang anak kecil mencukur sebagian rambutnya dan membiarkan sebagian yang lain, maka beliau pun melarangnya seraya mengatakan,

ﺍﺣﻠﻘﻮﻩ ﻛﻠﻪ ﺃﻭ ﺍﺗﺮﻛﻮﻩ ﻛﻠﻪ

“Cukurlah (rambut) semuanya, atau biarkan semuanya.” (HR. Abu Dawud)

Asy-Syaukani mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat dalil tentang bolehnya mencukur seluruh rambut (menggundul).”

Di antara dalilnya juga adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

ﺇﺫﺍ ﺩﺧﻞ ﻋﺸﺮ ﺫﻱ ﺍﻟﺤﺠﺔ ﻭﺃﺭﺍﺩ ﺃﺣﺪﻛﻢ‎ ‎ﺃﻥ ﻳﻀﺤﻲ ﻓﻼ ﻳﺄﺧﺬ ﻣﻦ ﺷﻌﺮﻩ ﻭﻻ ﻣﻦ‎ ‎ﺃﻇﻔﺎﺭﻩ ﺷﻴﺌﺎ ﺣﺘﻰ ﻳﻀﺤﻲ

“Jika telah masuk sepuluh hari pertama Dzulhijjah, dan salah seorang di antara kalian berkeinginan untuk berkurban, maka janganlah mengambil (memotong) rambut dan kukunya sedikitpun sampai ia menyembelih kurbannya.” (HR. Muslim)

Para ulama mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat dalil disyariatkan (dibolehkan) bagi seorang muslim (yang hendak berkurban) untuk menggundul atau mencukur rambutnya di selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, atau (boleh mencukur rambut di sepuluh hari pertama Dzulhijjah) bagi yang tidak berniat untuk berkurban.”

Adapun pendalilan dari hadits tentang sifat-sifat Khawarij -yang di antara sifat mereka adalah menggundul rambutnya-, maka pendalilan ini disanggah bahwa dimakruhkannya menggundul rambut itu bagi orang yang menggundulnya dalam rangka menampakkan tanda (ciri) dan syiar pemikiran Khawarij, atau dalam rangka beribadah namun selain pada keadaan disyariatkannya menggundul rambut sebagaimana yang disebutkan dalam nash, seperti haji atau umrah. Yang seperti ini biasa dilakukan oleh kaum Khawarij.

Al-Qurthubi mengatakan, “Sabda Nabi: ‘Ciri-ciri mereka adalah menggundul rambut’ maksudnya adalah menggundul itu dijadikan tanda keengganan mereka dari perhiasan dunia dan sebagai syiar mereka agar bisa dikenali.”

Pendapat kedua ini lebih kuat insya Allah. Ini merupakan pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Beliau telah menyebutkan perbedaan pendapat ini dalam Syarhul Umdah, kemudian beliau menjelaskan bahwa dalil yang menunjukkan dimakruhkannya menggundul rambut -wallahu a’lam- adalah bagi orang yang menggundulnya karena meyakini hal itu merupakan sesuatu yang bisa mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai syiar orang-orang shalih, demikianlah dahulu Khawarij seperti itu…

Adapun bagi wanita, maka tidak boleh menggundul rambutnya. Kecuali dalam keadaan darurat, menurut madzhab Hanafi dan Maliki hal ini dibolehkan.

Dinukilkan dari para ulama bahwa mereka bersepakat akan makruhnya qaza’, yaitu mencukur sebagian rambut dan membiarkan sebagian yang lainnya.

[Diringkas dari http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=136203]

Sumber: http://mahad-assalafy.com/2013/04/08/hukum-menggundul-rambut/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 14/06/2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: