Tanya Jawab Ringkas Vol.23

Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad Afifuddin

Membayarkan Pinjaman Berbunga

T: Bolehkah menuruti perintah mertua untuk membayarkan pinjaman berbunga? Apakah sebaiknya dibayarkan tanpa bunganya saja? (085290xxxxxx)

J: Jika anda mampu, beri penjelasan kepada mertua tentang hukum meminjam uang dengan riba agar tidak terulangi lagi. Minimalnya mertua tahu bahwa kita tidak mungkin disuruh untuk hal demikian.

Membagikan Makanan Saat Menempati Rumah Baru

T: Di tempat kami, jika ada rumah/warga baru, kebiasaannya membagikan dus berisi makanan kepada tetangga. Apakah hal tersebut termasuk bid’ah? (085229xxxxxx)

J: Kalau niat membagikan makanan dalam rangka syukur nikmat atas rumah tersebut atau sedekah, tidak masalah. Kalau ada niat tolak bala, tolak jin pengganggu rumah, atau semisalnya, termasuk khurafat dan bid’ah.

Makanan Acara Tahlilan

T: Bagaimana hukumnya memakan makanan tahlilan yang diantarkan ke rumah kita? Bagaiman kalau yang mengadakan tahlilan adalah orang serumah dengan kita? (085387xxxxxx)

J: Jika makanan tahlilan dalam bentuk sembelihan, jangan dimakan. Jika dalam bentuk yang lain, ada perbedaan pendapat. Namun, sebaiknya ditinggalkan karena syubhat, hal ini sebagai sikap wara’ kita.

Imam Tidak Tuma’ninah

T: Saya singgah di masjid yang imamnya tidak tuma’ninah. Apakah saya harus membatalkan shalat dan pindah ke masjid lain? (085657xxxxxx)

J: Jika imam tersebut tidak tuma’ninah sampai pada tingkat kita tidak mampu mengerjakan rukun dan wajib dalam shalat, shalatnya tidak sah, harus diulang. Atau cari masjid lain.

Warisan Orang Tua Nonmuslim

T: Jika orang tua murtad dan meninggal, kepada siapakah harta warisan dibagikan? (085266xxxxxx)

J: Jika orang tua murtad, harta warisnya masuk baitul mal. Ahli warisnya yang muslim tidak mendapat bagian sedikit pun karena berbeda agama.

Istri Tidak Mau Belajar Al-Qur’an

T: Mohon nasihatnya mengenai istri yang tidak bisa membaca al-Qur’an dan tidak mau berusaha belajar. Dia sudah dinasihati berkali-kali, tetapi tidak berubah; bahkan menentang suami. Bagaimana cara mendidiknya agar segera bertobat dari kesalahannya? (085725xxxxxx)

J: Mendidik istri harus sabar, telaten, dengan cara yang lembut, dan melihat kondisinya. Tidak bisa dipaksakan, apalagi istri yang latar belakang agamanya awam. Perlu proses panjang. Lebih baik dimulai dengan melembutkan hatinya supaya punya semangat beragama dan belajar.

Riba Sistem Kredit

T: Seseorang meminjam uang dengan pembayaran cicilan menggunakan sistem kredit yang menyebabkan peminjam dan yang meminjamkan terjatuh pada riba (jumlah total uang cicilan lebih besar dibandingkan dengan jumlah uang pinjaman). Untuk menghindari riba, orang yang meminjamkan bermaksud membelikan emas seharga uang yang akan dipinjamkan sehingga si peminjam bisa menjualnya dan mendapatkan uang yang diharapkan. Bagaimana hukum sistem kredit ini? (085275xxxxxx)

J: Hakikatnya tetap pinjaman dengan riba, emas itu hanya kamuflase saja.

Investasi Valas

T: Apa hukumnya investasi valuta asing ketika membeli dolar saat turun kemudian dijual ketika dolar naik? (085869xxxxxx)

J: Investasi valuta asing boleh dengan syarat taqabudh (serah terima di tempat). Apabila via transfer atau semisalnya, yang tidak terjadi padanya taqabudh, termasuk riba nasi’ah.

T: Jika transfer untuk menghindari mudarat (misal uang dalam jumlah banyak, kita takut membawanya) bagaimana? (085869xxxxxx)

J: Kondisi tersebut bisa disiasati dengan menggunakan cek. Menurut sebagian ulama sekarang, cek yang sah sesuai dengan ketentuan yang berlaku kedudukannya sama dengan uang.

T: Jika orang yang menanam modal investasi tersebut berada di Jawa dan yang menjalankan usaha investasi di Sumatra, bagaimana? (085869xxxxxx)

J: Yang dianggap adalah orang yang bersentuhan langsung dengan akad tersebut. Status pengelola adalah wakil dari penanam modal.

Orang Murtad Tetap Dibunuh?

T: Saya memahami bahwa orang murtad tetap harus dibunuh khalifah walaupun sudah kembali masuk Islam. Apakah hal ini benar? (085657xxxxxx)

J: Kalau orang murtad sudah tertangkap khalifah sebelum tobat, ia dibunuh karena kemurtadannya. Jika sudah bertobat sebelum tertangkap khalifah, ia kembali seperti kondisi sebelumnya saat muslim. Zaman dahulu banyak orang yang murtad lalu bertobat dan dibiarkan oleh umara.

Mengubah Huruf dalam Al-Qur’an?

T: Bagaimana hukumnya mengubah satu huruf dari al-Qur’an? Misal rabbayani menjadi rabbayana, shaghira menjadi shighara. (081541xxxxxx)

J: Kalau yang dia maksud adalah tilawatul Qur’an, hukumnya haram, seperti tindakan Yahudi yang menambah huruf dalam ayat. Namun, jika yang dia maksud adalah doa, bukan tilawah, tidak masalah.

Sumber: Majalah Asy Syariah edisi no. 91/VII/1434 H/2013, hal. 35-36 (rubrik Tanya Jawab Ringkas).

* * *

Dijawab oleh al-Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi

Berbuat Baik di Belakang Pinjaman

T: Apabila ada seseorang meminjam kendaraan, apakah ada kewajiban menggantikan bahan bakarnya setelah dia gunakan, dan lantas apabila bahan bakarnya dilebihkan, apakah diperkenankan dan bagaimana hukumnya.

J: Meminjam dari bentuk akad kedermawanan. Asalnya tidak ada imbalan ataupun bayaran di belakang peminjaman. Namun telah menjadi kebiasaan bagi yang meminjam kendaraan untuk mengisi bahan bakar untuk kendaraan tersebut.

Karena itu, termasuk perbuatan baik, seorang membalas kebaikan dengan kebaikan pula dan menghargai budi baik orang lain. Kalau dia mengisi dengan melebihkan, tentu hal tersebut lebih baik dan lebih terpuji. Wallahu A’lam.

Hukum Membuat Animasi

T: Bagaimana hukum membuat kartun atau animasi? Saya pernah dengar bahwa asal tidak menyerupai sekali atau tidak utuh, tidak mengapa, apa benar?

J: Yang menjadi ukuran adalah keserupaan dengan makhluk bernyawa. Telah sah sejumlah hadits tentang keharaman dan ancaman siapa yang menggambar makhluk bernyawa.

Perlu diketahui bahwa dari kaidah syari’at adalah menutup segala pintu yang mungkin mengantar kepada hal yang diharamkan. Wallahu A’lam.

Kawat Gigi pada Mayit

T: Apabila seseorang meninggal, dan dia memakai gigi palsu atau behel (kawat gigi), sebelum dikuburkan, behel atau gigi palsunya itu harus dilepas. Apakah benar demikian? Mohon pencerahannya.

J: Apabila gigi palsu dan kawat gigi terbuat dari barang berharga, tidak masalah bagi ahli waris untuk mengambilnya, bila proses pengambilan tidak membahayakan tubuh mayit.

Membiarkan harta melekat pada mayit adalah tergolong kepada menelantarkan harta, dan kita telah dilarang dari ‘Idhâ’atul Mâl ‘membuang-buang harta’, sebagaimana ditegaskan dalam sejumlah hadits.

Adapun bila gigi palsu dan kawat gigi bukan dari barang berharga atau terdapat pembahayaan dalam proses pencabutannya terhadap mayit, maka yang dilakukan adalah membiarkannya. Wallahu A’lam.

Sumber: http://dzulqarnain.net/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 28/06/2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: