Orang Tua Terhalangi dari Neraka karena Anak Perempuan

Tanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang memiliki tiga anak perempuan, lalu ia bersabar membesarkan mereka, memberi makan, minum, dan pakaian kepada mereka, niscaya anak-anak itu akan menjadi hijab/penghalang baginya dari api neraka.”

Apakah mereka menjadi penghalang bagi ayah saja ataukah ibu mereka juga ikut serta terhalang dari api neraka? Karena alhamdulillah, saya memiliki tiga anak perempuan.

Jawab:

Samahatusy Syaikh Ibnu Baz rahimahullah menjawab, “Hadits tersebut berlaku umum untuk ayah dan ibu dengan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Siapa yang memiliki dua anak perempuan lantas ia berbuat baik kepada keduanya, niscaya mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.” [1]

Demikian pula apabila seseorang memiliki saudara perempuan, bibi dari pihak ayah (‘ammah) atau pihak ibu (khalah), atau semisal mereka, lantas berbuat baik kepada mereka, ia pantas beroleh pahala yang besar, terhalangi dari api neraka dan dijauhkan dari neraka karena amalnya yang baik.

Keutamaan ini khusus diberikan kepada kaum muslimin. Apabila seorang muslim mengamalkan kebaikan-kebaikan ini demi mengharap wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya bisa menjadi sebab keselamatannya dari api neraka.

Memang ada banyak sebab untuk selamat dari neraka dan masuk ke dalam surga. Di antaranya adalah orang yang diberi rezeki anak-anak perempuan atau saudara perempuan, lantas berbuat baik kepada mereka. Mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.

Demikian pula orang yang tiga anaknya meninggal sebelum berusia baligh, niscaya anak-anak tersebut akan menjadi penghalang baginya dari neraka.

Ketika ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana apabila dua anak?”

Beliau menjawab, “Dua juga.”

Mereka tidak bertanya tentang satu anak, namun ada riwayat yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

“Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang beriman, saat Aku ambil penduduk dunia kesayangannya, lantas ia mengharapkan pahala dengannya, kecuali balasannya adalah surga’.” [2]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan bahwa tidak ada balasan bagi orang mukmin yang kehilangan orang yang dikasihinya dari penduduk dunia, lantas ia bersabar dan mengharapkan pahala, selain surga.

Jadi, seorang anak yang meninggal termasuk dalam hadits ini. Apabila ayah, ibu, atau kedua-duanya mau bersabar mengharap pahala Allah Subhanahu wa Ta’ala atas musibah kehilangannya, niscaya keduanya akan beroleh surga. Ini adalah keutamaan yang agung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Demikian pula seorang suami, istri, seluruh kerabat dan sahabat, apabila mereka bersabar dan mengharapkan pahala atas musibah tersebut, mereka pun termasuk dalam hadits ini (beroleh surga). Tentu saja dengan memerhatikan pula apakah mereka terbebas dari penghalang-penghalang untuk mendapatkan keutamaan tersebut, yaitu meninggal dalam keadaan berbuat dosa besar. Nas’alullaha as-salamah.”

(Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah, hlm. 565)

Catatan Kaki:
[1] HR. Al-Bukhari dan Muslim.

[2] HR. Al-Bukhari.

Sumber: Majalah Asy Syariah no. 91/VII/1434 H/2013, hal. 104-105.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 20/07/2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: