Bagaimana Kriteria Disebut Anak Yatim?

Oleh: Ust. Dzulqarnain M. Sunusi

Tanya: Siapa sajakah sebenarnya yang bisa digolongkan sebagai anak yatim itu? Apakah seorang perempuan yang sudah akil baligh dan berumur di atas 20 tahun tapi belum menikah masih bisa disebut anak yatim? Lalu bagaimana dengan seorang anak yang orang tuanya masih ada tetapi bapaknya tidak pernah menafkahi dan bertanggung jawab terhadap dirinya dan anak itu juga terlantar bisa disebut anak yatim? Demikian pertanyaan. Syukran.

Jawab:

Ada beberapa hal yang perlu saya jelaskan,

Pertama, dalam definisi ahli fiqih, yatim adalah anak yang meninggal ayahnya sebelum baligh. Adapun setelah baligh, seorang tidak lagi disebut sebagai anak yatim berdasarkan hadits,

ﻟَﺎ ﻳُﺘْﻢَ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﺣْﺘِﻠَﺎﻡٍ

“Tidak ada keyatiman setelah mimpi basah.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan selainnya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Irwâ`ul Ghalîl no. 1244)

Kedua, definisi yang tersebut di atas adalah patokan dalam pembahasan anak yatim dalam syari’at kita. Bukan definisi dalam bahasa Indonesia yang menyebutkan bahwa yatim adalah tidak beribu atau tidak berayah lagi (karena ditinggal mati). Sedang piatu adalah sudah tidak berayah dan beribu lagi.”

Ketiga, apabila anak yatim telah baligh, dia tidaklah lagi disebut yatim. Demikian pula hukum-hukum yang berkaitan dengan anak yatim tidak lagi berlaku padanya.

Keempat, anak yatim yang telah baligh dan belum memiliki kemampuan, terhitung dalam golongan orang-orang faqir atau miskin.

Kelima, tidak masalah memberi seorang anak yang kedua orang tuanya masih hidup dan tidak memiliki kemampuan. Pemberian tersebut terhitung sedekah atau zakat, tapi tidak berkaitan dengan anak yatim.

Wallahu A’lam.

Sumber: http://dzulqarnain.net/siapakah-anak-yatim.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 08/08/2013, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Uswah islam siang ini renungan tentang siapa sebenarnya yang disebut dengan anak yatim itu. Anak yatim adalah seorang makhluk yang lemah tanpa daya, kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya di usia yang sangat membutuhkan kasih sayang mereka berdua. Bila kita bayangkan, orang dewasa saja jika kehilangan orang tuanya akan ada pengaruh psikologis dalam hidupnya, apalagi jika masih usia anak-anak. Si yatim sangat membutuhkan perhatian dan uluran tangan serta pertolongan untuk membantunya menghadapi tantangan hidup yang begitu keras. Islam sebagai agama rahmatan lil alamin telah menjadi pembela dalam memberikan perhatian, pengurusan dan pengayoman kepada mereka. Hal itu tiada lain hanyalah demi dan untuk kemaslahatan mereka. Lalu siapakah yang disebut anak yatim itu. Dari al-Yatim karya As-Suhaibani menjelaskan bahwa anak yatim adalah seorang yang kehilangan ayahnya karena meninggal ketika ia belum baligh, baik itu laki-laki atau perempuan. Dengan demikian seseorang dikatakan yatim bila: 1. Ditinggal wafat ayahnya. Adapun yang ditinggal wafat ibu atau anggota keluarga yang lain tidaklah dikatakan yatim. Begitu juga anak yang ditinggal karena perceraian suami istri. 2. Ditinggal wafat ayahnya ketika belum baligh. Dengan demikian bila ditinggal wafat ayahnya sesudah masa baligh, tidak pula disebut anak yatim. Dari ibnu Abbas yang pernah menerima surat tentang beberapa pertanyaan dan beliau menjawab, “Kamu bertanya kepada saya tentang anak yatim, kapan terputus predikat yatim itu? Sesungguhnya predikat itu putus bila ia sudah baligh dan menjadi dewasa.” Diriwayatkan oleh Muslim.

  2. Anak adalah “masa depan” suatu bangsa selain itu mereka berhak untuk mendapatkan pengawasan yang ekstra agar terhindar dari ketidak adilan. Ini adalah tugas kita semua!!!

  3. apakah anak yang ditinggal ayahnya sejak bayi dan skrg sudah berusia 5 thn, meskipun ayahnya msih hidup tapi tidak pernah memberi nafkah, tidak pernah melihat anaknya lg dan tidak pernh memberi kasih sayang itu dikatakan anak yatim?

  4. Anak yatim adalah anak belum baligh yang ayahnya meninggal. Perbuatan sang ayah tersebut jelas merupakan bentuk kezaliman dan sikap lari dari tanggung jawab, namun hal itu tidaklah merubah status anaknya menjadi anak yatim. Allahua’lam

  5. Apahah boleh seorang adik laki laki yang sudah berumur 20 tahun atau sudah baligh tidur dengan kakak nya yang telah bersuami dan bagaimana hukum nya terimakasih.

  6. Kakak adik yang telah baligh tidak boleh tidur satu kamar, wajib dipisahkan, apalagi jika ia sudah menikah dan telah dewasa. Sebab hal itu merupakan sarana menuju perbuatan zina. Segala sesuatu yang menjadi sarana perzinaan adalah haram. Bukankah setan sangat lihai dalam menggoda manusia, mungkin di awalnya belum terbetik perbuatan tersebut, namun setelah itu…

    Hujan yang deras itu berasal dari tetesan air hujan dan diawali dengan mendung. Segala sesuatu ada sebabnya. Diantara sebab terjadinya perzinaan antar hubungan sedarah adalah tidur satu kamar. Maka jauhilah…

    Wabillahittaufiq

  7. Kalo saat dalam kandungan sudah di tinggal ayah dan sampai saat ini blum pernah tau wajah ayah nya apa itu bisa di golongkan anak yatim. Ini masih di kandungan 6 bulan

  8. Bagaimana dengan seorang wanita yatim piatu yg berumur 28tahun belum menikah namun sdh bekerja dan ingin tinggal sendiri namun tdk diperbolehkan oleh saudaranya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: