Mengenal Tanda Kebesaran Allah Melalui Angin

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al-Baqarah: 164)

Ya, angin adalah salah satu dari tanda kebesaran Rabbul ‘alamin. Dia-lah yang menciptakannya, mengaturnya, dan mengutusnya.

Bergeraknya angin merupakan nikmat yang sangat besar bagi manusia. Kita sangat merasakan adanya nikmat tersebut. Kita pun menyadari manfaatnya. Pengaruh dan manfaat angin sangat banyak, tak terhitung jumlahnya. Seandainya angin hanya diam, tenang tak bergerak, maka seluruh bagian bumi ini, terutama tumbuh-tumbuhan akan busuk. Hewan-hewan akan menjadi bangkai.

Dengan pergerakannya, udara pun menjadi bersih dan jernih. Berbagai penyakit hilang. Berbagai nikmat, kebaikan dan manfaat besar pun datang. Semua itu dengan perantara angin yang Allah atur.

Angin, sebagai makhluk yang tunduk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, memiliki fungsi-fungsi yang Allah Subhanahu wa Ta’ala kehendaki. Di antara fungsi-fungsi tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala sampaikan di dalam Tanzil-Nya (Al-Qur’an yang diturunkan).

1. Sebagai Kabar Gembira Datangnya Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala

Hujan adalah anugerah dan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi penduduk bumi. Dengan hujan ini, bumi yang sebelumnya kering kerontang berubah menjadi segar dan subur. Hewan yang kehausan pun bisa meminum airnya. Telaga juga bisa mengairi pohon sekitarnya. Inilah rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam hujan. Dan Allah menjadikan angin sebagai kabar gembira akan datangnya rahmat Allah ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan Dialah yang mengutus angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan.” (QS. Al-A’raf: 57)

2. Sebagai Penyerbuk Bagi Tetumbuhan

Terjadinya pembuahan pada tanaman adalah dengan terjatuhnya serbuk sari ke kepala putik. Di antara tetumbuhan ada yang serbuk sarinya tidak bisa terjatuh ke putik dengan sendirinya. Tumbuhan tersebut memerlukan perantara untuk mengawinkan serbuk sari dengan putiknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirimkan angin sebagai salah satu perantara tetumbuhan agar terjadi pembuahan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kalian dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kalian yang menyimpannya.” (QS. Al-Hijr: 22)

3. Angin Sebagai Azab

Terkadang, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan angin sebagai azab bagi kaum yang membangkang. Adalah kaum ‘Aad, yang diutus kepada mereka Nabi Hud. Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan hal tersebut agar kaum yang setelahnya mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan pada (kisah) ‘Aad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan. Angin itu tidak membiarkan satu pun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti debu.” (QS. Adz-Dzariyat: 41-42)

Karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membimbing kita untuk berlindung kepada Allah dari angin yang jelek. Beliau membimbingkan doa berikut ini:

ALLAHUMMA INNAA NAS-ALUKA MIN KHAIRI HADZIHIRRIIHI WA KHAIRI MAA FIIHAA WA KHAIRI MAA UMIRATS BIHI, WA NA’UDZUBIKA MIN SYARRI HADZIHIRRIIHI WA SYARRI MAA FIIHAA WA SYARRI MAA UMIRATS BIHI.

“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dari kebaikan angin ini, kebaikan yang di dalamnya, serta kebaikan yang diperintahkan dengannya. Dan kami berlindung kepada-Mu dari kejelekan angin ini, kejelekan yang di dalamnya, serta kejelekan yang diperintahkan dengannya.” (HR. At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah)

Inilah beberapa fungsi angin. Allah Subhanahu wa Ta’ala lah yang mengatur, mengutus, dan memerintahkannya. Dia adalah satu tanda dari sekian banyak tanda kekuasaan Allah. Oleh sebab itu, kita tidak boleh mencela angin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya,

“Janganlah kalian mencela angin karena dia adalah rahmat Allah yang membawa hujan dan azab.” (HR. An-Nasa’i, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah)

Allahu a’lam bish shawab.

[Penulis: Abdurrahman]

Sumber: Majalah Tashfiyah edisi 25 vol. 03/1434 H – 2013 M, hal. 49-52.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 27/08/2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: