Hukum Beribadah di Kuburan Para Wali

Soal: Apakah hukum thawaf di kuburan para wali, atau menyembelih untuk orang yang telah mati, atau nadzar untuknya? Dan siapakah wali menurut hukum Islam? Apakah boleh meminta doa dari para wali yang masih hidup ataupun yang telah meninggal?

Jawab:

Menyembelih untuk orang yang telah meninggal atau bernadzar untuk mereka merupakan syirik besar. Adapun wali adalah seorang yang menjadi wali Allah dengan menjalankan ketaatan. Ia melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang syariat. Walaupun tidak nampak tanda-tanda karamah darinya.

Tidak diperkenankan meminta doa kepada wali atau selain mereka setelah meninggalnya. Namun boleh meminta doa kepada orang-orang shalih yang masih hidup.

Dan tidak diperbolehkan thawaf di kuburan. Sebab, thawaf itu ibadah yang dikhususkan di Ka’bah. Siapa yang thawaf di kubur-kubur dengan niat untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, maka itu adalah amalan bid’ah yang mungkar. Pekuburan tidak boleh untuk dithawafi ataupun dijadikan tempat shalat, walaupun tujuannya mencari ridha Allah.

Wa billahit taufik wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shahbihi wa sallam.

[Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhutsi Al ‘Ilmiyati Wal Ifta’]

Sumber: Majalah Tashfiyah edisi 25 vol. 03/1434 H – 2013 M, hal. 53.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 29/08/2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: