[Kisah Teladan] Ketika Sang Ulama Mengaku Salah

Oleh: Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifa’i

Suatu hari di masjid raya negeri Fusthat, wilayah Mesir. Seorang ulama terkenal bernama Abul Fadhl Al Jauhari sedang menyampaikan ilmu agama untuk khalayak ramai. Dalam kesempatan tersebut, Al Jauhari menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjatuhkan talak, mengucapkan zhihar, dan melakukan ila’. [1]

Di antara hadirin, terlihat seseorang yang nampak asing bagi Al Jauhari dan orang-orang. Orang asing itu bernama Muhammad bin Qasim Al Utsmani.

Setelah keluar meninggalkan masjid, Al Utsmani bersama satu rombongan orang lantas mengikuti Al Jauhari dari belakang, sampai ke rumahnya. Mereka dipersilahkan masuk. Setelah berbincang-bincang dan tamu-tamu telah beranjak pamit, Al Jauhari memberi kesempatan kepada Al Utsmani untuk berbicara.

“Hari ini, saya menghadiri majelis anda. Saya mendengar anda menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melakukan ila’ dan menjatuhkan talak, hal ini benar. Namun, anda juga mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan zhihar, padahal hal ini tidak pernah terjadi. Sebab, zhihar itu termasuk ucapan mungkar dan dusta. Jadi, tidak mungkin hal ini terjadi pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Al Utsmani berterus terang.

Saat itu juga, Al Jauhari memeluk Al Utsmani dan mencium kepalanya.

Al Jauhari menyatakan, “Sejak detik ini, saya bertaubat dari pendapat tersebut. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas anda dengan kebaikan, atas teguran ini.”

Keesokan harinya, sebagaimana biasa, Al Jauhari menyampaikan ilmu untuk khalayak ramai di masjid raya Fusthat.

Dalam kesempatan tersebut, Al Jauhari mengumumkan rujuknya dari pendapat yang disampaikannya pada hari sebelumnya. Sekaligus beliau memuji Al Utsmani.

“Saya adalah guru kalian. Namun, orang ini (Al Utsmani) adalah guruku. Kemarin, saya menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallah pernah melakukan ila’, menjatuhkan talak, dan mengucapkan zhihar. Namun, tidak ada seorang pun dari kalian yang menegur,” kata Al Jauhari.

Kemudian Al Jauhari menceritakan ulang tentang kejadian kemarin bersama Al Utsmani.

Al Jauhari lalu menutup pembicaraan di majelis tersebut dengan berkata, “Saya menyatakan taubat dari pendapat kemarin dan saya rujuk kepada kebenaran. Barangsiapa yang kemarin hadir, janganlah ia berpendapat demikian! Barangsiapa yang hari ini tidak hadir, hendaknya diberitahu oleh yang hadir. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan.”

Subhanallah!

Pelajaran penting dan berharga! Berani mengaku salah adalah sifat terpuji. Siap untuk merujuk kepada kebenaran merupakan akhlak mulia. Hanya hamba yang berjiwa besar saja yang mampu melakukannya.

Memang berat bukan? Walaupun demikian, marilah kita belajar dan berlatih untuk selalu siap mengaku salah. Buang rasa malu dan sungkan sejauh-jauhnya! Mendahulukan ego tidak akan membawa manfaat. Astaghfirullahal Azhim.

Setelah membawakan kisah di atas, Ibnul Arabi menasihati, “Perhatikanlah! Semoga Allah merahmati kalian. Perhatikanlah agama yang kokoh ini! Juga sikap hormat kepada ilmu dan ahlul ilmi! Di hadapan khalayak ramai, seorang ulama yang berkedudukan tinggi dan telah terkenal kemuliaannya, menerima kebenaran dari seseorang yang asing dan tidak diketahui dari mana asalnya! Teladanilah beliau, pasti kalian akan memperoleh petunjuk!”

Footnote:
[1] Ila’: sumpah seorang suami untuk tidak mendekati istrinya. Waktunya tidak boleh lebih dari empat bulan. Zhihar: ucapan seorang suami kepada istrinya, “Punggungmu seperti punggung ibuku!” Maksudnya mengharamkan istrinya untuk dijima’i.

Referensi: Ahkamul Qur’an, karya Ibnul ‘Arabi rahimahullah surat Al Baqarah ayat 226.

Sumber: Majalah Qudwah edisi 6 vol. 1 1434 H/ 2013 M, hal. 106-107.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 12/09/2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: