Tanya Jawab Ringkas Vol. 27

Pada rubrik Tanya Jawab Ringkas edisi ini, kami muat beberapa jawaban dari al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini.

Jamak-Qashar bagi Musafir

T: Apa boleh orang yang sedang safar (tidak dalam perjalanan) dan tidak tahu kapan dia kembali ke tempat asal menjamak-qashar shalat lima waktunya? (081336xxxxxx)

J: Jika anda musafir dalam perjalanan tanpa ada kepastian kapan pulang, boleh jamak-qashar sampai pulang. Namun, jika anda telah turun menginap di suatu pemukiman kaum muslimin, wajib ikut shalat berjamaah di masjid setiap waktu shalat tanpa jamak dan qashar. Kecuali jika ada teman musafir lainnya, boleh jamak qashar bersama. Afdhalnya, shalat berjamaah di masjid dengan kaum muslimin.

Rujuk Setelah Dua Kali Talak

T: Apabila seorang suami telah menjatuhkan talak dua, apakah masih bisa rujuk dengan cara akad lagi? (082269xxxxxx)

J: Jika suami telah menjatuhkan talak dua, boleh rujuk dalam masa ‘iddah dengan ucapan rujuk (kembali) atau jima’ yang diniatkan rujuk. Jika masa ‘iddah telah habis, boleh menikah kembali dengan akad baru.

Larangan Waktu Nikah

T: Apakah ada larangan waktu nikah secara syar’i? Misal, calon pengantin wanita yang masih haid, larangan nikah saat tanggal di atas 14 pada bulan-bulan Hijriah. (085340xxxxxx)

J:
1. Boleh akad nikah meskipun pengantin wanita haid, tetapi sebaiknya ditunda sampai suci untuk maslahat malam pertama.

2. Tidak ada larangan menikah pada tanggal 1-14 Hijriah dan tanggal lainnya. Jika kebiasaan tersebut karena menganggap pernikahan pada tanggal tersebut adalah faktor kesialan rumah tangga, hal itu tergolong thiyarah; yaitu meninggalkan sesuatu khawatir bernasib sial karena bersandar kepada suatu faktor yang hakikatnya tidak demikian. Ini merupakan syirik kecil.

Hukum Nazar

T: Bagaimana hukum bernazar untuk sesuatu yang diinginkan? (085349xxxxxx)

J: Nazar tidak dianjurkan, bahkan hukumnya makruh. Nazar tidak bisa jadi faktor tercapainya harapan yang diinginkan, tidak berefek pada suatu takdir yang Allah kehendaki. Hal itu sebagaimana ditegaskan oleh Nabi dan beliau melarang bernazar (Hadits Ibnu ‘Umar, muttafaq ‘alaih). Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri dan tokoh-tokoh sahabat tidak bernazar.

Satpam Bank

T: Apa hukumnya kerja sebagai satpam di bank? (085255xxxxxx)

J: Haram, karena termasuk kerjasama dalam perkara yang haram, yaitu kestabilan dan kemakmuran perbankan yang muamalahnya riba yang terlaknat.

Bacaan Shalat Sendirian

T: Apabila shalat sendirian di rumah karena terlambat tidak ikut berjamaah di masjid pada shalat maghrib, isya’, atau shubuh, bagaimana bacaannya (al-Fatihah dan surat pendek) pada rakaat 1 dan 2? (081917xxxxxx)

J: Dijahrkan (dikeraskan).

Puasa untuk Diet

T: Bolehkah kita berpuasa berturut-turut selama tiga minggu untuk menurunkan berat badan? (087829xxxxxx)

J: Puasa adalah ibadah. Ibadah harus sesuai dengan dalil dalam 6 hal: jenis ibadah, sebabnya, kadarnya, sifatnya, waktunya, dan tempatnya. Tidak ada dalil yang menganjurkan puasa tiga minggu berturut-turut agar berat badan turun. Namun, berpuasalah dengan puasa sunnah yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Bersama dengan itu, anda akan merasakan manfaat yang banyak termasuk dalam hal kesehatan, insya Allah.

Puasa Agar Anak Lulus Ujian

T: Apa hukumnya berpuasa agar anak lulus ujian? (087712xxxxxx)

J: Hal itu tidak disyariatkan.

Pengantin Baru Tunda Kehamilan

T: Bolehkah pengantin baru menunda kehamilan? (081938xxxxxx)

J: Tidak mengapa jika ada kebutuhan yang menuntut hal itu, misalnya karena fisiknya sakit dan lemah yang akan bertambah parah jika hamil. Adapun jika karena khawatir tidak bisa memberi nafkah, hal itu tidak boleh.

Hukuman Pelaku Zina

T: Apa hukuman yang diterima kedua orang yang berzina pada masa mudanya dan sekarang telah menikah? (082330xxxxxx)

J: Cukup bagi keduanya bertobat dengan benar dan merahasiakan aibnya di antara mereka berdua. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Penerima tobat.

Zakat Harta Curian

T: Apakah harta hasil dari korupsi/mencuri juga wajib dizakati bila telah mencapai nishab dan haulnya? (+62xxxxxxxxxx)

J: Harta hasil curian/korupsi tidak terkena zakat, karena harta itu bukan milik koruptor/pencurinya. Kewajibannya adalah mengembalikan harta itu kepada pemiliknya yang berhak.

Hadits Keutamaan Bulan Rajab dan Sya’ban

T: “Allahumma bariklana fii Rajab wa Sya’ban wa balighna Ramadhan.” Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke dalam bulan Ramadhan. Apakah hadits tersebut shahih? (0896xxxxxx)

J: Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakr al-Bazzar dalam Musnad-nya dengan kelemahan yang keras sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitab Tabyin al-‘Ajab bi Ma Warada fi Syahri Rajab. Dikeluarkan pula oleh al-Baihaqi dan Ibnu ‘Asakir, dinyatakan dha’if (lemah) oleh al-Albani dalam kitab Dha’if al-Jami’ no. 4395. Alhasil, tidak ada hadits yang tsabit (benar) dalam hal keutamaan bulan Rajab dan keutamaan ibadah secara umum di bulan Rajab, termasuk shalat dan puasa.

Shalat bagi Orang Sakit

T: Bolehkah shalat orang sakit diqashar atau dijamak-qashar? (085720xxxxxx)

J: Dijamak boleh, tetapi diqashar tidak boleh. Karena qashar hanya untuk musafir.

Istri Nusyuz

T: Seorang istri berbuat nusyuz dan lari ke rumah orang tuanya dengan dalih istri ingin bekerja di luar rumah untuk membantu orang tuanya. Suami sudah melarangnya dengan hikmah dan istri tetap nekat. Apa yang harus suami lakukan? Apa suami mempunyai kewajiban untuk menafkahi dan membayarkan zakat fitrah istri dan anaknya? (085272xxxxxx)

J: Nasihati dengan cara memutuskan nafkahnya dan tidak membazarkan zakat fitrahnya. Adapun anak yang dibawanya, suami tetap berkewajiban memberi nafkah dan membayarkan zakat fitrahnya (jika berpendapat bahwa zakat fitrah adalah kewajiban orang yang menanggung nafkah). Jika perlu, ancam akan dicerai jika tidak berhenti dari nusyuznya. Jika tidak ada hasilnya, tidak mengapa diceraikan untuk maslahat suami.

Qadha bagi Wanita yang Baru Melahirkan

T: Bagaimana jika seorang wanita mempunyai utang puasa hampir satu bulan penuh di bulan Ramadhan karena melahirkan? Kapan batas waktu mengqadhanya? (08572xxxxxx)

J: Tidak boleh menunda qadha puasa hingga Ramadhan berikutnya tanpa uzur. Jika hal itu terjadi karena uzur, tidak berdosa. Jika terjadi tanpa uzur, berdosa. Pada kedua keadaan tersebut tetap wajib mengqadha setelah Ramadhan itu berlalu sampai selesai.

Wali Nikah Janda

T: Jika seorang janda menikah, siapakah walinya? (085222xxxxxx)

J: Harus ada walinya. Wali yang berhak adalah ayah, kemudian saudara lelaki sekandung, dst. Tidak boleh dinikahkan oleh siapa saja dalam arti meskipun bukan wali.

Cairan Keputihan

T: Jika keputihan membatalkan wudhu, apakah kita harus mengganti celana yang terkena cairan keputihan itu dulu sebelum wudhu lagi? (085743xxxxxx)

J: Masalah mengganti celana tergantung najis tidaknya keputihan. Keputihan diperselisihkan kenajisannya. Yang menyatakan suci berdalil dengan hukum asal sesuatu suci selama tidak ada dalil yang menyatakan najis. Apalagi jika keputihan keluarnya dari rahim, semakin jauh untuk diqiyaskan dengan air kencing.

Cara Mengetahui Hitungan Talak

T: Bagaimana kita mengetahui bahwa seorang suami sudah menjatuhkan talak 1, 2, atau 3 kepada istrinya? (08526xxxxxxx)

J: Jika dia mengucapkan talak kepada istrinya pertama kali, berarti jatuh talak satu. Lalu dia rujuk pada masa ‘iddah atau menikahinya kembali (dengan akad nikah yang baru). Setelah masa ‘iddah habis, kemudian mengucapkan talak lagi, berarti jatuh talak dua. Kemudian dia rujuk di masa ‘iddah atau menikahinya kembali setelah masa ‘iddah habis, lalu mengucapkan talak lagi, berarti jatuh talak tiga. Dengan itu, keduanya bukan lagi suami-istri, tidak boleh rujuk dan menikahinya kembali, kecuali sudah dinikahi lelaki lain dan digauli olehnya kemudian berpisah dengannya, setelah itu bisa menikahinya kembali. Lihat Asy Syari’ah edisi 72 “Halal Haram Perceraian”.

Talak Orang Depresi

T: Apakah sah talak yang dilakukan oleh laki-laki yang depresi/stress dan menyakiti dirinya sendiri? (081520xxxxxx)

J: Talak orang stress/depresi tidak jatuh, karena kesadarannya hilang. Hukumnya seperti orang yang terkena was-was setan yang bertindak dan berucap di luar kesadaran.

Istihadhah Boleh digauli?

T: Jika istri istihadhah, apakah boleh suami menggaulinya/berjima’? (081911xxxxxx)

J: Boleh.

Talak Via Handphone

T: Bila ada seorang istri mengaku telah berzina kepada suami. Kemudian suami menjatuhkan talak lewat handphone, apakah sah talaknya? (081311xxxxxx)

J: Jika dipastikan bahwa itu benar suaminya (bukan orang yang mengaku), talak itu sah. Wallahu a’lam.

Sumber: Majalah Asy Syariah no. 95/VIII/1434 H/2013, rubrik Tanya Jawab Ringkas hal. 34-37.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 04/01/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: