Jenis-Jenis Jual Beli yang Terlarang

Wahai saudaraku kaum muslimin, jika engkau adalah seorang pedagang, maka hendaklah sebisa mungkin engkau mengarahkan perniagaanmu menjadi suatu amalan ibadah. Hal itu bisa terjadi jika engkau bertujuan untuk mendatangkan apa yang dibutuhkan oleh kaum muslimin dan memenuhi apa yang menjadi tujuan mereka. Lalu engkau jujur di dalam perdaganganmu, baik tentang barangnya maupun sifat-sifatnya, serta engkau tidak menipu ketika mendatangkan barang tersebut. Jangan pula engkau menjadi pedagang pendusta yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu, hingga kemudian orang-orang pun membeli barang dagangan tersebut. Pedagang semacam itu adalah para pedagang yang dihilangkan keberkahan hartanya dan mereka menghadapi kemurkaan Sang Penciptanya Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tak kalah pentingnya pula demi memperoleh keberkahan ini, kita harus mengetahui perniagaan-perniagaan yang dilarang agama ini. Berikut adalah jenis-jenis jual beli yang terlarang. [1]

1. Melalaikan dari peribadahan

Jika aktivitas jual beli menyita waktu ibadah, sehingga si pedagang menjadi begitu sibuk dan terlambat mengerjakan shalat berjamaah di masjid, maka hal seperti ini dilarang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Al-Munafiqun: 9)

2. Menjual barang dagangan yang haram

Jika Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengharamkan sesuatu, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengharamkan harganya. Artinya, seorang pedagang menjual suatu barang haram yang terlarang untuk dijual. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang menjual bangkai, khamer, babi, dan patung. Barangsiapa yang menjual bangkai, yaitu daging dari hewan yang tidak disembelih sesuai aturan syariat, maka berarti ia pun mengambil sesuatu dari harga yang haram tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya jika Allah mengharamkan suatu makanan, Dia juga mengharamkan uang hasil penjualan makanan tersebut.” (HR. Ahmad 2678, dari Ibnu Abbas.

3. Menjual alat-alat musik

Menjual alat-alat musik dengan berbagai jenis dan ragamnya, semisal: gitar, kecapi, berbagai perlengkapan alat musik, dan semua alat musik yang digunakan untuk melantunkan musik. Meskipun semua alat-alat musik itu disebut dengan nama-nama yang lain, semisal alat-alat seni, maka semua alat-alat dan perlengkapan ini adalah haram bagi seorang muslim untuk menjualnya. Yang semestinya dilakukan pada alat-alat tersebut adalah harus merusaknya, dan tidak membiarkannya di dalam negeri kaum muslimin. Bagaimana boleh menjual alat-alat musik tersebut dan memakam harga atau hasilnya? Hal ini merupakan perkara yang haram.

4. Menjual gambar atau lukisan makluk bernyawa

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang menjual patung. Adapun yang dimaksud patung adalah gambar, karena patung pada asalnya adalah sesuatu yang bergambarkan patung. Sama saja apakah gambar tersebut gambar sekawanan kuda, burung-burung, binatang-binatang ternak, atau pun gambar-gambar manusia. Semua gambar yang memiliki ruh, menjualnya adalah haram, dan haram pula harga atau hasilnya. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melaknat orang-orang yang menggambar makhluk bernyawa. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah mengabarkan bahwa mereka adalah manusia yang paling keras adzabnya ketika hari kiamat. Demikian pula majalah-majalah yang memampang gambar-gambar makhluk bernyawa, tidak boleh menjualnya.

5. Menjual kaset-kaset nyanyian

Menjual kaset-kaset yang merekam nyanyian-nyanyian yang menyulut syahwat dengan suara para biduan dan biduanita, yang diiringi musik yang berisikan tentang cinta dan kemesraan. Nyanyian-nyanyian ini haram mendengarnya, merekamnya, menjualnya, dan hasil dari usaha ini adalah haram. Laramgan tersebut telah disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan larangan yang sangat keras, karena nyanyian-nyanyian tersebut menyebarkan kerusakan dan kehinaan. Nyanyian-nyanyian tersebut merusak akhlak dan mengantarkan berbagai keburukan ke dalam rumah-rumah kaum muslimin.

6. Menjual suatu barang yang digunakan pembelinya untuk suatu hal yang haram

Jika si penjual tahu bahwa si pembeli akan menggunakan barang yang telah ia beli untuk suatu hal yang haram, maka hukum menjual barang tersebut adalah haram dan batil. Hal tersebut merupakan tolong-menolong di atas doa dan permusuhan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Al-Maa’idah: 2)

7. Menjual secara ‘inah

Apa yang dimaksud menjual secara ‘inah? Maksudnya adalah engkau menjual barang kepada seseorang secara kredit, kemudian engkau membeli kembali barang tersebut darinya dengan harga kontan yang lebih murah dari harga kredit yang telah kau serahkan padanya. Jika pembayaran secara kredit tersebut telah jatuh tempo, engkau pun meminta pelunasan darinya.

Ini yang dimaksud dengan jual beli secara ‘inah, dinamakan ‘inah karena barang yang dijual itu kembali pada pemiliknya sendiri. Ini merupakan suatu hal yang haram, karena jual beli tersebut menggunakan siasat riba. Ini seolah-olah engkau menjual dirham secara kontan dengan dirham secara hutang tapi harganya lebih mahal, dan engkau menjadikan barang tersebut semata-mata tipuan dan wasilah kepada riba.

8. Jual beli secara Najasy

Apa makna Najasy? Najasy maknanya adalah engkau menawar barang dagangan dalam sebuah lelang terbuka. Kemudian datanglah seseorang dan menawar barang tersebut lebih mahal, padahal ia tak ingin membeli barang tersebut. Dia hanya ingin membuat harga barang tersebut lebih mahal di hadapan para pembeli dengan tujuan memperdaya para pembeli. Sama saja apakah dalam aksi tersebut ia bersepakat dengan si penjual ataukah tidak. Orang yang menawar barang itu adalah orang yang tidak ingin membeli barang, ia hanya ingin membuat harga barang tersebut menjadi tambah mahal di hadapan para pembeli lainnya. Orang ini disebut dengan Naajisy (orang yang melakukan Najasy) yang mana ia menyelisihi larangan dan perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tindakan ini merupakan tindakan yang haram, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Dan janganlah kalian melakukan Najasy.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

9. Seorang muslim yang menjual barang pada pembeli yang masih melakukan jual beli dengan penjual lain

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Janganlah sebagian kalian menjual barang (pada pembeli) yang masih melakukan jual beli dengan pembeli lain.”

Bagaimana bisa demikian? Misalnya ada seseorang yang menginginkan barang dan membeli dari salah seorang pedagang. Kemudian pedagang ini memberikan hak khiyar (memilih) kepada si pembeli selama 2 hari atau 3 hari, atau lebih lama dari itu. Maka tidak boleh pedagang lain datang dan masuk lalu berkata kepada si pembeli: “Tinggalkan barang dagangan itu (dari penjual sebelumnya), dan aku akan memberimu barang yang serupa, lebih baik, dan lebih murah!” Tindakan ini adalah haram, karena ia menjual barang (kepada pembeli) yang masih melakukan jual beli dengan pembeli lain.

10. Menjual secara gharar

Yaitu engkau menipu saudaramu sesama muslim dengan engkau menjual barang yang memiliki cacat dan engkau tahu cacat barang tersebut, namun engkau tidak memberi tahu cacat barang tersebut pada si pembeli. Maka jual beli semacam ini tidak diperbolehkan, karena ini tindakan menipu dan membuat tipu daya.

Demikianlah jenis-jenis jual beli yang terlarang yang sudah sepatutnya dijauhi pedagang muslim agar harta yang diperoleh menjadi berkah dan tidak menjadi azab kelak di akhirat. Wallahu a’lam bish-shawab.

Footnote:
[1] Lihat risalah “Al-Buyu’ Al-Hanhi ‘anha fil Islam” karya Dr. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah.

Sumber: Majalah Bisnis Muslim edisi 03/Tahun II, hal. 13 dan 17-19, dengan sedikit penyesuaian tanpa merubah isi.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 16/02/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: