Ngaji tapi Tidak Bayar Utang

Pertanyaan: Bismillah, ada sebagian ikhwan yang sudah lama sekali ngaji, bangkan mungkin termasuk awal-awal ngaji, yang berutang kepada ikhwan lain. Ketika ditagih pada waktu yang disepakati, ikhwan tersebut tidak mengemukakan alasan, bahkan tidak menjawab telepon atau sms kami, hingga berulang-ulang kali. Jika tidak ditagih, kami butuh. Tapi jika ditagih justru makan hati dan membuat istri kesal. Mohon nasihat ustadz Qomar untuk kami dan ikhwan semua. (08180975xxxx)

Dijawab oleh Ustadz Qomar ZA, Lc.

Anda sebagai pemberi utang maka anda berhak menagihnya, dia marah atau tidak. Karena itu adalah hak anda.

Dan semestinya bagi yang berutang tahu diri. Dia telah diberi kebaikan dengan diberi pinjaman, mestinya dia balas kebaikan dengan kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS. Ar Rahman: 60)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

“Siapa yang berbuat baik kepada kalian maka balasilah dengan setimpal. Apabila kalian tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya dengan setimpal, maka doakanlah ia sampai kalian merasa telah membalasnya dengan setimpal.” (HR. Ahmad, dan yang lainnya. Dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Al Irwa’)

Demikianlah yang diajarkan Islam.

Bahkan secara hukum, dia wajib mengembalikan hutang jika sudah jatuh tempo walaupun belum ditagih. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Kaum muslimin itu sesuai dengan syarat yang mereka berikan.” (HR. Abu Dawud dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan oleh Al Albani dalam Al Irwa’)

Apalagi dia sudah lama mengaji. Kalau dia tidak tahu hukum tersebut, ini suatu musibah. Tapi kalau sudah tahu lalu melanggar maka ini musibah lebih besar. Artinya, ilmunya tidak bermanfaat. Ia berdosa dan dosanya semakin besar dengan kondisinya yang sudah tahu lalu melanggar. Ilmunya hanya menjadi hujjah atas dirinya. Maka kami nasihatkan agar seseorang berislam secara utuh; akidahnya, manhajnya, ibadahnya, dan akhlaknya, semua dipelajari dan diperbaiki.

Sumber: Majalah Qudwah edisi 04 vol. 01/1434 H/2013, hal. 73-74.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 20/02/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: