Tanya Jawab Ringkas Vol. 28

Pada rubrik Tanya Jawab Ringkas edisi ini, kami muat beberapa jawaban dari al-Ustadz Muhammad Afifuddin.

Lafadz “Sayyidina” dalam Shalawat

T: Apakah saat mengucapkan shalawat kita boleh mengucapkan “sayyidina” untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? (08234xxxxxxx)

J: Tidak ada riwayat yang shahih tentang penambahan lafadz “sayyidina” dalam shalawat. Jika dilafadzkan pada bacaan shalawat ketika shalat, sebagian ulama menyatakan hal itu bid’ah.

UMR Pemerintah

T: Apakah seorang pengusaha dalam memberikan gaji kepada karyawan harus sesuai UMR yang ditetapkan pemerintah? Apakah kalau memberikan gaji di bawah UMR termasuk kezaliman? (08386xxxxxxx)

J: Jika UMR termasuk keputusan pemerintah dan menjadi kewajiban pengusaha, wajib bagi pengusaha memberikan upah karyawan sesuai dengan UMR yang berlaku.

Berbeda halnya jika ada kesepakatan bersama antara pengusaha dan karyawan secara pribadi, baik kurang dari UMR maupun lebih.

Sejak Kapan Ada Syariat Haji

T: Apakah syariat haji sudah ada sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam? (08569xxxxxxx)

J: Ya, sudah ada syariat haji sebelum Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Umat-umat terdahulu juga berhaji. Begitu datang Nabi Muhammad, beliau mengajarkan haji sesuai dengan syariat yang beliau bawa. Karena itu, umat beliau wajib melaksanakan haji sesuai dengan tuntunan syariat beliau tersebut.

Bacaan pada Qabliah Subuh

T: Pada shalat sunnah fajar, surat apa yang paling utama untuk dibaca? (08213xxxxxxx)

J: Untuk shalat sunnah qabliah subuh, yang afdal pada rakaat pertama membaca surat al-Kafirun dan pada rakaat kedua membaca al-Ikhlas, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Uzur Shalat Jumat

T: Apa termasuk uzur jika tidak menghadiri shalat Jumat karena hujan? Apa kriteria hujan yang bisa diberi uzur? (0214xxxxxxx)

J: Termasuk uzur tidak menghadiri shalat Jumat karena hujan lebat. Ini terjadi pada masa Ibnu Abbas. Beliau perintahkan muazin mengucapkan “shallu fir rihal” (shalatlah kalian di rumah-rumah).

Hujan yang termasuk uzur adalah hujan yang memberatkan manusia untuk keluar shalat berjamaah, baik jumatan maupun shalat lima waktu. Jika demikian, ia wajib shalat Zhuhur empat rakaat di rumah.

Ipar = Mahram?

T: Apakah adik laki-laki suami (ipar) mahram bagi saya (wanita)? Bolehkah zikir pagi dan petang seusai shalat? (08215xxxxxxx)

J: Adik laki-lakh suami bukan mahram bagi istri, ia disebut al-hamwu. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan, saudara laki-laki suami adalah maut (maksudnya, perlu berhati-hati, kalau tidak maka maut).

Zikir pagi dibaca seusai subuh, sedangkan zikir petang dibaca seusai ashar.

Menggerak-gerakkan Telunjuk saat Tasyahud

T: Apakah benar asy-Syaikh Muqbil menyatakan lemah hadits tentang menggerak-gerakkan telunjuk jari pada saat tasyahud? Padahal hadits tersebut shahih riwayat Ibnu Majah. Kalau benar demikian, apakah ini yang dinamakan ikhtilaf para ulama? (08211xxxxxxx)

J: Benar, karena hadits tersebut beliau anggap syadz (hadits shahih tetapi menyelisihi hadits shahih lain yang lebih kuat keshahihannya). Dalam masalah ini ada ikhtilaf di antara ulama. Ada yang menganggap shahih sehingga mengamalkan hadits tersebut. Ada pula yang menganggapnya dhaif sehingga tidak mengamalkannya. Ini yang disebut ikhtilaf di kalangan ulama.

Sikap kita, kita mengkaji masalah tersebut, lantas kita amalkan yang kita anggap kuat dengan bertoleransi terhadap pendapat yang berbeda.

Hikmah Takbir dan Tasbih saat Menanjak dan Menurun

T: Apa hikmahnya ketika seseorang bertakbir ketika jalan menanjak dan bertasbih ketika jalan menurun? (08234xxxxxxx)

J: Pertama, mengamalkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kedua, ketika naik bertakbir menunjukkan bahwa Allah Mahabesar. Ketika turun bertasbih untuk menyucikan Allah dari sifat-sifat kekurangan.

Menggambar Makhluk Bernyawa Lalu Dihapus

T: Apa hukum menggambar makhluk bernyawa kemudian dihapus lagi? (08533xxxxxxx)

J: Tetap tidak boleh, sebab menggambar makhluk yang bernyawa diancam keras oleh Islam, meski gambar tersebut dihapus lagi. Jangan bermain-main dalam hal yang diharamkan oleh agama.

Kakek Suami, Mahram?

T: Apakah kakek suami termasuk mahram bagi istri? (08532xxxxxxx)

J: Ya. Yang termasuk mahram bagi wanita adalah bapak mertua ke atas, termasuk kakek suami.

Kasus Kontrak Rumah

T: A mengontrak rumah milik B selama setahun dengan harga dua juta rupiah. Sebelum setahun, si A pindah. Apakah wajib bagi si B untuk mengembalikan uang sisa kontrakan? (08574xxxxxxx)

J: Selama tidak ada perjanjian, si B tidak berkewajiban mengembalikan sisa uang kontrak. Berbeda halnya apabila ada kesepakatan bersama di awal akad.

Pakaian Warna Gelap untuk Wanita

T: Bolehkah wanita memakai pakaian wasna gelap selain hitam? (08122xxxxxxx)

J: Boleh, selama tetap menutup aurat dan sesuai dengan ketentuan pakaian wanita yang syar’i di luar rumah. Yang lebih utama menggunakan warna hitam (gelap).

Darah Haid Muncul Setelah Suci

T: Kebiasaan haid seorang wanita adalah lima hari, setelah itu ia mandi suci dan shalat. Setelah itu, dia melakukan jima’, namun kemudian muncul darah. Apakah darah tersebut termasuk darah haid? Bagaimana hukum jima’ tersebut? (08524xxxxxxx)

J: Jika telah dipastikan suci dengan keluarnya cairan bening tanda suci, dia dihukumi suci, lalu mandi suci, shalat, dan jima. Hubungan pasutri dalam kondisi ini diperbolehkan. Adapun darah yang keluar setelahnya dianggap suci, jika darah yang keluar bersifat seperti darah haid, dihukumi darah haid; jima’ yang dilakukan tidak mengapa. Akan tetapi, jika darah yang keluar hanya flek biasa, kuning, keruh, atau kecoklatan, tidak dianggap apa-apa, tetap dihukumi suci, hubungan jima’ tersebut tidak mengapa.

Ingin Berhijab, Dilarang Orang Tua

T: Bagaimana sikap seorang akhwat yang menginginkan untuk memakai cadar tetapi dilarang keras oleh orang tua, sementara ia belum menikah? (08532xxxxxxx)

J: Upayakan memberi penjelasan kepada orang tua dengan cara yang hikmah, lembut, dan santun. Hal ini butuh proses. Sabar, teguhkan pendirian, dan luluhkan hati orang tua dengan semakin berbakti kepada mereka.

Tunjukkan akhlak mulia, budi pekerti yang baik, akhlak yang luhur, bantu mereka dalam hal yang mubah atau syar’i, sambil terus memberi masukan kepada mereka. Jangan lupa berdoa kepada Allah agar membukakan hati orang tua dan menerima hal tersebut.

Vonis Kafir Terhadap Person Tertentu

T: Bagaimana menata hati dalam bab ini, yaitu keyakinan tentang seseorang yang beramal syirik, atau benci dengan syariat, atau melakukan pembatal Islam lainnya: (1) tidak meyakini kekafirannya, ia takut salah di hadapan Allah; (2) meyakini bahwa orang itu kafir, juga takut karena ia pernah mendengar bahwa mengkafirkan bukan urusan ringan, apalagi orangnya masih shalat. Tambah bingung lagi. Bagaimana semestinya hati ini berkeyakinan? (08532xxxxxxx)

J: Yakinkan diri dengan bimbingan syariat. Bedakan antara orang yang terjatuh dalam kesyirikan dan kekufuran, dengan memvonis orang itu kafir.

Kita menyatakan bahwa tindakan orang tersebut adalah kekufuran, tetapi kita tidak bisa memvonis dia kafir sebelum terpenuhi persyaratan-persyaratan pengkafiran dan telah hilang faktor-faktor penghalang.

Dengan prinsip ini, akan tenang hati kita. Sebab, Allah memberikan kita beban untuk kembali kepada bimbingan syariat.

Upah Mengajarkan Ilmu Agama

T: Bolehkah kita meminta upah dalam mendidik di madrasah/pendidikan islamiah/ma’had? Apakah upah tersebut adalah hak kita karena pengorbanan waktu, pikiran, dan tenaga yang sudah kita curahkan? Ataukah yang penting kita tetap mengajar, kalau diberi, alhamdulillah; kalau tidak, ya tidak apa-apa? Mohon dijawab. (08384xxxxxxx)

J: Yang dianjurkan adalah ikhlas dalam mengajarkan ilmu agama. Jika diberi tanpa penentuan nominal dan tanpa meminta, tidak masalah selama tidak ada kaitannya dengan santri yang kita ajari. Jika pengajar tidak memiliki kesempatan untuk cari usaha lain, waktunya habis untuk mengajar, sebagian ulama membolehkannya meminta upah sebatas yang dia perlukan.

Kegiatan Dasawisma

T: Bolehkah kita ikut kegiatan ibu-ibu di lingkungan kita, seperti dasawisma, atau tetap tinggal di rumah? (08585xxxxxxx)

J: Muslimah dituntut memiliki akhlak karimah, terutama kepada tetangga. Jadi, bermuamalah lah dengan mereka dalam batas syariat atau hal yang mubah, namun jangan ikut serta dalam acara yang melanggar syariat.

Salafi Terpecah Belah?

T: Mengapa salafi terpecah belah? (08524xxxxxxx)

J: Salafi tidak terpecah belah. Manhaj salaf itu satu, akidah salaf itu satu. Prinsip mereka satu, yaitu kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman salaful ummah dalam semua aspek kehidupan: ibadah, akidah, muamalah, akhlak, dakwah, dll.

Adapun fenomena yang terjadi bukanlah perpecahan di kalangan salafiyin, tetapi adanya fitnah (ujian/cobaan), yaitu sebagian pihak berusaha keluar dari prinsip yang menyimpang, namun dia membuat ulah di tubuh kaum muslimin. Fitnah itu hikmahnya adalah untuk menyeleksi siapa yang jujur dan siapa yang dusta dalam berpegang dengan manhaj salaf.

Sumber: Majalah Asy Syariah no. 96/VII/1434 H/2013, rubrik Tanya Jawab Ringkas. (Kirim sms pertanyaan ke redaksi 081328078414 atau via email ke tanyajawabringkas@gmail.com.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 24/02/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: