Adab-Adab Islami Terhadap Binatang

Kaum muslimin telah diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk berakhlak mulia kepada siapa saja. Tak terkecuali terhadap hewan. Sebab, hewan juga merupakan salah satu makhluk Allah yang memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik. Kecuali beberapa jenis hewan yang memang sangat bermadharat bagi manusia.

Apalagi, hewan tersebut adalah hewan yang membantu kemaslahatan hidup. Maka sikap ihsan kepada mereka adalah suatu kewajiban. Nah, bagaimanakah bentuk ihsan tersebut? Berikut ini diantaranya.

1. Bersikap rahmah (kasih sayang) kepada mereka

Rahmah dalam pergaulan mutlak diperlukan dalam kehidupan kita. Sampai pun terhadap hewan-hewan di sekitar kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya,

“Pada setiap yang mempunyai hati yang basah (hidup) itu terdapat pahala (dalam berbuat baik kepadanya).” (HR. Al-Bukhari)

Lebih tegas lagi beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya,

“Barangsiapa yang tidak berbelas kasih niscaya tidak dibelaskasihi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dengan lafazh perintah, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya,

“Sayangilah siapa yang ada di bumi ini, niscaya kalian dikasihani oleh Yang ada di langit.” (HR. At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash Shahihah)

Demikianlah keutamaan kasih sayang kepada makhluk lainnya. Suatu perkara yang akan menyebabkan pemiliknya diberi pahala, dan kasih sayang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

2. Memberikan hak-hak binatang peliharaan

Termasuk dari hak binatang peliharaan adalah mendapatkan makan dan minum. Apalagi bila hewan-hewan tersebut dikurung, diikat, dan semisalnya, yang tidak bisa mencari makan dan minum sendiri. Maka, tidak menunaikan hak binatang atau mengurangi porsi yang semestinya ditunaikan dalam hal ini merupakan bentuk kemaksiatan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Seorang wanita masuk neraka dengan sebab kucing yang ia ikat. Ia tidak memberinya makan, tidak pula melepaskannya agar ia dapat memakan hewan-hewan di tanah.” (HR. Al-Bukhari dari shahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma)

3. Tidak menjadikan hewan sebagai sasaran tembak/memanah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ketika melihat sebagian shahabat menjadikan burung sebagai sasaran memanah, (artinya):

“Allah melaknat orang yang menjadikan sesuatu yang bernyawa sebagai sasaran bidik.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Dalam hadits lain:

“Janganlah kalian jadikan sesuatu yang memiliki ruh (makhluk bernyawa) sebagai sasaran bidik.” (HR. Muslim dari shahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma)

Menjadikan hewan sebagai sasaran memanah, menembak, dan semisalnya, tanpa tujuan yang hak merupakan bentuk kezaliman. Oleh karenanya, Allah Subhanallahu wa Ta’ala melaknat pelakunya. Adapun dengan tujuan berburu, semisal memanah hewan yang masih liar, yang tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan memanah, maka hal ini bukanlah termasuk larangan dalam hadits ini.

4. Berbuat baik dalam menyembelih atau membunuhnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan ihsan (berbuat baik) atas segala sesuatu. Maka apabila kalian membunuh, hendaklah berlaku ihsan dalam pembunuhan, dan apabila kalian menyembelih, hendaklah berlaku baik di dalam penyembelihan. Hendaklah salah seorang kalian membuat tenang sembelihannya, dan hendaklah ia mempertajam mata pisaunya.” (HR. Muslim)

Termasuk perbuatan baik ketika menyembelih adalah tidak mengasah pisau di depan hewan tersebut. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewati seorang yang meletakkan kakinya di atas perut kambing sambil mengasah pisau, sedang kambing itu melihatnya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya,

“Mengapa engkau tidak melakukannya sebelum ini? Apakah engkau hendak membuatnya mati dua kali?” (HR. Ath-Thabarani dari shahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan dihasankan oleh Al Albani rahimahullah dalam Ash-Shahihah)

Demikian pula kita dilarang membunuh hewan dengan cara menyiksa. Seperti menusuk dengan besi panas sampai mati, membenamkan ke dalam air, membakar, meracuni dengan gas beracun, mencekik, dan segala perkara yang keluar dari makna ihsan dalam membunuh.

5. Tidak menyiksanya dengan cara apapun

Seperti memukuli, membebani dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnya.

Suatu ketika dalam sebuah safar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat sarang semut yang telah dibakar oleh sebagian shahabat. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapakah yang membakarnya?” Kami pun menjawab, “Kami, ya Rasulullah.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya tidak semestinya menyiksa dengan api selain Rabb pemilik api.” (HR. Abu Dawud dishahihkan oleh Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah)

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Abu Dawud disebutkan, suatu saat Rasulullag shallallahu ‘alaihi wasallam memasuki sebuah kebun milik seorang shahabat Anshar. Di kebun itu terdapat seekor unta, yang tiba-tiba mengeluarkan air mata ketika melihat Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam. Akhirnya beliau bertanya, “Siapa pemilik unta ini?” Saat itu seorang pemuda datang dengan mengatakan, “Saya, wahai Rasulullah.” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pun menyampaikan,

“Apakah engkau tidak takut kepada Allah mengenai binatang ini? Sesungguhnya ia mengadu kepadaku, bahwa engkau membiarkannya lapar dan terus-menerus memaksanya bekerja.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah)

6. Boleh membunuh hewan yang mengganggu

Ada beberapa hewan yang diperbolehkan syariat untuk dibunuh. Hewan-hewan itu seperti anjing buas, ular, kalajengking, tikus, gagak, rajawali, cicak/tokek, dan sebagainya. Hewan-hewan ini adalah hewan yang bermudharat bagi manusia, atau karena suatu hikmah Allah yang tidak kita ketahui. Oleh karenanya, demi kemaslahatan, diperbolehkan bahkan diperintahkan membunuh hewan-hewan tersebut.

Nah, demikianlah sekelumit adab terhadap binatang semoga bermanfaat.

Penulis: Hammam

Sumber: Majalah Tashfiyah edisi 28 vol. 03/1434 H/2013 M, hal. 56-60.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 26/02/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: