Bolehkah Menjual Barang yang Dianggap Memiliki Barokah

Tanya: Apakah diperbolehkan menjual barang yang dianggap barokah oleh orang awam? Seperti bambu yang memiliki ruas berhadapan, batu-batuan, batu cincin buntat upon? Yang dimana kita menganggap barang ini hanyalah barang biasa, dan apakah hukumnya?

Dijawab oleh Ustadz Askari hafizhahulloh

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan:

ﺍﻟْﺒَﻴِّﻌَﺎﻥِ ﺑِﺎﻟْﺨِﻴَﺎﺭِ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ‏‎ ‎ﻳَﺘَﻔَﺮَّﻗَﺎ، ﻓَﺈِﻥْ ﺻَﺪَﻗَﺎ‎ ‎ﻭَﺑَﻴَّﻨَﺎ ﺑُﻮﺭِﻙَ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﻓِﻲ‎ ‎ﺑَﻴْﻌِﻬِﻤَﺎ، ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺬَﺑَﺎ‎ ‎ﻭَﻛَﺘَﻤَﺎ ﻣُﺤِﻘَﺖْ ﺑَﺮَﻛَﺔُ‏‎ ‎ﺑَﻴْﻌِﻬِﻤَﺎ

“Dua orang yang bertransaksi jual beli itu punya hak khiyar (memilih) selama belum berpisah. Bila keduanya jujur dan menerangkan (apa adanya), maka keduanya akan diberi barakah dalam jual belinya. Tapi bila mereka berdusta dan menyembunyikan (cacat) maka akan dihilangkan keberkahan jual beli atas keduanya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Abu Dawud)

Jelaskan apa adanya.

“Ini apa ini?”
“Ini piring.”
“Piring apa?”
“Piring biasa, lihat sendiri, mau beli silahkan.”

(jangan, -admin)

“Oh ini piring sudah pernah dipakai guru Ijai, ini sudah berapa tahun digunakan oleh guru Ijai, jadi barokahnya lebih…”

Kadzab, dajjal, mau melariskan!

Jual tasbih, yang harganya lima ribu rupiah, jadi lima puluh juta, seharga mobil. Kenapa? Oh, ini pernah dipakai guru Ijai.

Sekarang bukan Ijai saja, guru Ijai dan guru Uje. Allahul musta’an. Jadi mahal, kenapa? Pernah dipakai.

Asy Syaikh Shalih As Suhaimi hafizhahullahu ta’ala, beliau pernah ditanya tentang hukum memakai tasbih, memakai subhah, biji-bijian tasbih. Maka jawaban beliau simpel sekali, “Biji-bijian tasbih, tempatnya tempat sampah”, itu lebih bagus.

Jangan berbisnis dalam perkara bid’ah. Jangan berbisnis dalam hal-hal yang menurut anggapan orang-orang awam bahwa itu memiliki barokah. (karena itu, -admin) Berarti kita ikut menolong mereka untuk terjatuh dalam kesesatan, dalam fitnah.

Jual senjata silakan, jual pisau, jual parang, silakan jual. Tapi kalau mengatakan, “Ini sudah sekian lama, ini peninggalan Ken Arok, ini peninggalan fulan.” Maka ini termasuk ﺗَﻌَﺎﻭَﻧُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺈِﺛْﻢِ ﻭَﺍﻟْﻌُﺪْﻭَﺍﻥِ tolong-menolong di atas perbuatan dosa dan permusuhan. Allahul musta’an.

Download audio di sini.

Sumber: Tanyajawabringkas.blogspot.com

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 10/03/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. ilmunya bermanfaat Gan, bisa tambah-tambah pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: