Membacakan Al Qur’an Pada Air Zam-zam untuk Pengobatan

Pertanyaan: Apa hukum meminta kepada seseorang untuk membacakan Al Qur’an pada air Zamzam, kemudian diberikan kepada orang tertentu untuk satu tujuan, semisal untuk penyembuhan?

Jawab:

Diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau pernah minum air Zamzam, pernah pula membawanya, dan juga menganjurkan untuk meminumnya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Air Zamzam berkhasiat untuk tujuan apa ia diminum.” (HR. Ahmad dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’)

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendatangi orang yang mengurusi air minum (untuk orang yang berhaji) meminta minum darinya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku minta minum.” Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Wahai Fadhl, pergilah ke ibumu dan mintalah minuman untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Namun beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tetap minta minum darinya. “Beri aku minum.” Maka Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Ya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, orang-orang memasukkan tangan mereka dalam air ini. “Berilah aku minumg,” kata beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pun minum, kemudian beliau mendatangi Zamzam. Di sana ada orang-orang yang bertugas mengambilkan air Zamzam. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Ketahuilah bahwa kalian sedang beramal shalih. Seandainya kalian kewalahan mengambilkan air untuk para jamaah haji, aku berharap bisa turun dengan tali yang aku letakkan di sini.” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan pada leher beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR. Al Bukhari)

Juga dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Air Zamzam berkhasiat untuk tujuan apa ia diminum. Seandainya engkau meminumnya sebagai obat, Allah akan menyembuhkanmu. Jika engkau meminumnya supaya kenyang, Allah akan membuatmu kenyang dengannya. Apabila engkau meminumnya untuk menghilangkan dahaga, Allah akan menghilangkan dahagamu. Zamzam digali Jibril, sebagai minuman untuk Ismail.” (HR. At Tirmidzi dan Ad Daruquthni, didhaifkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Dhaiful Jami’)

Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau membawa air Zamzam dan menyampaikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah membawanya pula. (HR. At Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Ash Shahihah)

Dan hadits-hadits lainnya yang menerangkan keutamaan air Zamzam.

Hadits-hadits ini walaupun sebagian ada kritikan dari ulama tentang keshahihannya, namun sebagian ulama ada yang menshahihkannya. Para shahabat juga mengamalkannya dan terus berlangsung sampai hari ini. Apalagi dikuatkan dengan riwayat Muslim, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang Zamzam, “Air yang diberkahi dan makanan yang mengenyangkan.” Dalam riwayat Abu Dawud dengan sanad yang shahih, “Dan obat dari penyakit.” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Ash Shahihah)

Tetapi tidak ada hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca Al Qur’an pada air Zamzam untuk salah seorang shahabat agar diminum, atau diusapkan, dengan tujuan tertentu atau kesembuhan. Padahal beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang agung berkahnya, tinggi derajatnya, luas kebaikannya, dan sangat semangat untuk memberikan kebaikan kepada umat. Dalam keadaan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sering mendatangi air Zamzam tersebut sebelum hijrah, juga dalam beberapa umrah beliau, dan dalam kesempatan haji beliau setelah hijrah.

Tidak ada pula hadits dari beliau shallallahu ‘alaihi wasallam yang memerintahkan para shahabat untuk membacakan Al Qur’an pada air tersebut, padahal wajib bagi beliau shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyampaikan risalah dan penjelasan kepada umat.

Seandainya hal ini disyariatkan, tentu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam akan melakukannya, dan menjelaskannya kepada umat. Karena, tidak satu kebaikan pun kecuali beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskannya kepada umat, dan tidak ada satu kejelekan pun kecuali beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkannya kepada umat.

Hanya saja, tidak mengapa membaca Al Qur’an (atau doa ruqyah yang lain, red), untuk pengobatan sebagaimana air yang lain. Bahkan dengan Zamzam tentu lebih utama, karena adanya barakah dan disebutkannya sebagai obat oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam . Sebagaimana hadits-hadits yang disebutkan.

Wa billahit taufik wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa aalihi wa shahbihi wasallam.

[Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhutsi Al ‘Ilmiyati Wal Ifta’]

Sumber: Majalah Tashfiyah edisi 32 vol. 03 1435 H – 2013 M, hal. 65-67.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 06/06/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: