Cara Puasa Orang Epilepsi di Bulan Ramadhan

Orang yang terkena penyakit epilepsi memang harus banyak bersabar dan berhati-hati karena dia tidak tahu kapan penyakitnya kambuh dan di mana ia kambuh. Jika kambuh maka ia akan tidak sadar, badan bisa kejang-kejang.

Oleh karena itu penderita epilepsi harus hati–hati, seperti tidak boleh menyetir mobil dan tidak boleh melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi lama dan berkaitan dengan kepentingan orang banyak.

Begitu juga dengan kegiatan puasanya selama bulan Ramadhan. Karena jika kambuh, bisa jadi puasanya batal karena ia terkadang tidak mampu melanjutkan puasa ketika kambuh. Atau karena harus minum obat agar tidak kambuh yang dosisnya 3 kali sehari dan tidak boleh terlambat.

Pertanyaan:

ﻋﻦ ﺭﺟﻞ ﻳﻘﻮﻝ: ﺇﻧﻲ ﻣﺼﺎﺏ ﺑﻤﺮﺽ‎ ‎ﺍﻟﺼﺮﻉ ﻭﻟﻢ ﺃﺗﻤﻜﻦ ﻣﻦ ﺻﻮﻡ ﺷﻬﺮ‎ ‎ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺍﻟﻤﺒﺎﺭﻙ، ﻭﺫﻟﻚ ﻻﺳﺘﻤﺮﺍﺭﻱ ﻋﻠﻰ‎ ‎ﺍﻟﻌﻼﺝ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻭﻗﺎﺕ ﻳﻮﻣﻴﺎً، ﻭﻗﺪ ﺟﺮﺑﺖ‎ ‎ﺻﻴﺎﻡ ﻳﻮﻣﻴﻦ ﻭﻟﻢ ﺃﺗﻤﻜﻦ، ﻋﻠﻤﺎً ﺃﻧﻨﻲ‎ ‎ﻣﺘﻘﺎﻋﺪ، ﻭﺗﻘﺎﻋﺪﻱ ﻳﺼﻞ ﺇﻟﻰ ﺛﻼﺛﺔ‎ ‎ﻭﺛﻤﺎﻧﻴﻦ ﺩﻳﻨﺎﺭﺍً ﺷﻬﺮﻳًّﺎ، ﻭﺻﺎﺣﺐ ﺯﻭﺟﺔ‎ ‎ﻭﻟﻴﺲ ﻟﻲ ﺃﻱ ﻭﺍﺭﺩ ﻏﻴﺮ ﺗﻘﺎﻋﺪﻱ، ﻓﻤﺎ‎ ‎ﺣﻜﻢ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﻓﻲ ﺣﺎﻟﺘﻲ ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﺃﺗﻤﻜﻦ‎ ‎ﻣﻦ ﺇﻃﻌﺎﻡ ﺛﻼﺛﻴﻦ ﻣﺴﻜﻴﻨﺎً ﺧﻼﻝ ﺷﻬﺮ‎ ‎ﺭﻣﻀﺎﻥ؟ ﻭﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﺒﻠﻎ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﺩﻓﻌﻪ؟

“Saya terkena penyakit epilepsi dan saya tidak mampu untuk puasa (penuh) di bulan Ramadhan karena saya harus terus-menerus minum obat 3 kali sehari. Saya telah mencoba puasa dua hari tetapi saya tidak mampu. Perlu diketahui saya adalah seorang pensiunan dengan gaji pensiun 83 dinar sebulan (cukup sedikit). Saya punya istri dan tidak ada pemasukan selain gaji pensiun.

Bagaimana hukumnya jika saya tidak mampu memberi makan 30 orang miskin selama bulan Ramadhan dan berapa jumlah yang harus saya tunaikan?

Jawaban:

ﻓﺄﺟﺎﺏ ﻓﻀﻴﻠﺘﻪ ﺑﻘﻮﻟﻪ: ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻫﺬﺍ‎ ‎ﺍﻟﻤﺮﺽ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻟﻢّ ﺑﻚ ﻳﺮﺟﻰ ﺯﻭﺍﻟﻪ ﻓﻲ‎ ‎ﻳﻮﻡ ﻣﻦ ﺍﻷﻳﺎﻡ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻮﺍﺟﺐ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻥ‎ ‎ﺗﻨﺘﻈﺮ ﺣﺘﻰ ﻳﺰﻭﻝ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﺮﺽ ﺛﻢ‎ ‎ﺗﺼﻮﻡ، ﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ} :ﻭَﻣَﻦ ﻛَﺎﻥَ‏‎ ‎ﻣَﺮِﻳﻀًﺎ ﺃَﻭْ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻔَﺮٍ ﻓَﻌِﺪَّﺓٌ ﻣِّﻦْ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﺃُﺧَﺮَ‏‎ ‎ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻜُﻢُ ﺍﻟْﻴُﺴْﺮَ ﻭَﻻَ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺑِﻜُﻢُ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮَ‏‎ ‎ﻭَﻟِﺘُﻜْﻤِﻠُﻮﺍْ ﺍﻟْﻌِﺪَّﺓَ ﻭَﻟِﺘُﻜَﺒِّﺮُﻭﺍْ ﺍﻟﻠﻪَ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ‎ ‎ﻫَﺪَﺍﻛُﻢْ ﻭَﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺸْﻜُﺮُﻭﻥَ{ ، ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ‎ ‎ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﺮﺽ ﻣﺴﺘﻤﺮًّﺍ ﻻ ﻳﺮﺟﻰ ﺯﻭﺍﻟﻪ‎ ‎ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻮﺍﺟﺐ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻥ ﺗﻄﻌﻢ ﻋﻦ ﻛﻞ‎ ‎ﻳﻮﻡ ﻣﺴﻜﻴﻨﺎً، ﻭﻳﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﺗﺼﻨﻊ ﻃﻌﺎﻣﺎً‏‎ ‎ﻏﺪﺍﺀ ﺃﻭ ﻋﺸﺎﺀ ﻭﺗﺪﻋﻮ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﺴﺎﻛﻴﻦ ﺑﻌﺪﺩ‎ ‎ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﺸﻬﺮ، ﻭﺗﺒﺮﺃ ﺫﻣﺘﻚ ﺑﺬﻟﻚ، ﻭﻻ ﺃﻇﻦ‎ ‎ﺃﺣﺪﺍً ﻳﻌﺠﺰﻋﻦ ﻫﺬﺍ ﺇﻥ ﺷﺎﺀﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ،‏‎ ‎ﻭﻻ ﺣﺮﺝ ﻋﻠﻴﻚ ﺇﺫﺍ ﻛﻨﺖ ﻻ ﺗﺴﺘﻄﻴﻊ ﺃﻥ‎ ‎ﺗﻄﻌﻢ ﻫﺆﻻﺀ ﺍﻟﻤﺴﺎﻛﻴﻦ ﻓﻲ ﺷﻬﺮ ﻭﺍﺣﺪ‎ ‎ﺃﻥ ﺗﻄﻌﻢ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻓﻲ ﺷﻬﺮ، ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ‎ ‎ﻓﻲ ﺷﻬﺮ، ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﻓﻲ ﺷﻬﺮ، ﺣﺴﺒﻤﺎ‎ ‎ﺗﻘﺪﺭ ﻋﻠﻴﻪ.

Jika sakit yang engkau derita bisa diharapkan kesembuhannya pada suatu hari (umumnya epilepsi adalah penyakit seumur hidup, hanya bisa dikontrol dan sulit disembuhkan, pent), maka wajib bagi engkau menunggu sampai sakit tersebut hilang (sembuh) kemudian engkau berpuasa (qadha). Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Al-Baqarah: 185)

Adapun jika sakit engkau terus-menerus dan tidak bisa diharap kesembuhannya maka wajib bagi engkau memberi makan orang miskin sesuai dengan jumlah hari. Engkau telah melepaskan bebanmu. Saya tidak mengira ada seorangpun yang tidak mampu –insya Allah-. Tidak masalah bagi engkau jika tidak mampu memberi makan orang miskin dalam satu bulan, maka engkau beri makan sebagian di bulan yang lain dan sebagiannya lagi di bulan yang lain sesuai dengan kemampuanmu.

(Fatawa wa Rasa’il Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah, 19/132, Darul Wathan, 1413 H, syamilah)

Penerjemah: Raehanul Bahraen

Sumber: http://muslimafiyah.com/cara-puasa-orang-epilepsi-di-bulan-ramadhan.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 01/07/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: