Sakit Kemudian Meninggal di Bulan Ramadhan, Hutang Puasanya Bagaimana?

Jika seseorang sakit di bulan Ramadhan, ia tidak puasa selama beberapa hari. Orang akan menganggap ia masih ada utang puasa ketika ia sakit. Apakah utang ini perlu diqadha oleh walinya? Atau membayar fidyah? Berikut pembahasannya poinnya.

– Jika sakit dan meninggal di tengah bulan Ramadhan

– Jika sakit di bulan Ramadhan, kemudian sembuh di akhir Ramadhan dan tidak sempat mengqadha (tidak sengaja melambatkan)

– Jika sakit di bulan Ramadhan kemudian sempat sembuh dan sengaja melambatkan qadha

Jika ada utang puasa maka diqadha oleh walinya (keluarga)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣﻦ ﻣﺎﺕ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺻﻴﺎﻡ ﺻﺎﻡ ﻋﻨﻪ ﻭﻟﻴُّﻪ

“Siapa yang mati dan masih punya utang puasa maka dipuasakan oleh walinya (kerabatnya).” [1]

Akan tetapi yang dimaksud di sini adalah hutang puasa nadzar bukan hutang puasa Ramadhan, ini adalah pendapat terkuat dari beberapa pendapat ulama.

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata,

ﺇِﺫﺍ ﻣﺮﺽ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ، ﺛﻢّ ﻣﺎﺕ‎ ‎ﻭﻟﻢ ﻳﺼﻢ؛ ﺃﻃﻌﻢ ﻋﻨﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻋﻠﻴﻪ‎ ‎ﻗﻀﺎﺀ، ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﻧَﺬْﺭ ﻗﻀﻰ ﻋﻨﻪ‎ ‎ﻭﻟﻴُّﻪ

“Apabila seseorang sakit di bulan Ramadhan, kemudian mati dan belum membayar utang puasa, maka dia ganti dengan memberi makan (fidyah), dan tidak ada qadha. Namun jika dia memiliki utang puasa nadzar maka diqadha oleh walinya atas nama mayit.” [2]

Ini juga pendapat Imam Ahmad rahimahullah, beliau berdalilh dengan atsar,

ﻻَ ﻳَﺼُﻮْﻡُ ﺃَﺣَﺪٌ ﻋَﻦْ ﺃَﺣَﺪٍ ﻭَﻻَ ﻳُﺼَﻠِّﻲ ﺃَﺣَﺪٌ‏‎ ‎ﻋَﻦْ ﺃَﺣَﺪٍ.

“Tidaklah seseorang berpuasa atas nama orang lain dan tidaklah seseorang shalat atas nama oran lain.” [3]

Jadi orang yang sakit dan punya utang Ramadhan tidak perlu diqadha (dipuasakan) oleh walinya.

Jika sakit dan meninggal di tengah bulan Ramadhan

Misalnya mulai sakit tanggal 1 Ramadhan dan meninggal tanggal 5 Ramadhan, maka utang puasa 5 hari tidak teranggap. Ia tidak perlu dibayarkan fidyah oleh walinya karena ini memang di luar kesanggupannya. Allah Ta’ala berfirman,

ﻻَ ﻳُﻜَﻠِّﻒُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻧَﻔْﺴًﺎ ﺇِﻻَّ ﻭُﺳْﻌَﻬَﺎ

“Allah tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah: 286)

Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rahimahullah ditanya,

ﺱ: ﺗﻮﻓﻲ ﻭﺍﻟﺪﻱ ﻳﻮﻡ ﺛﻼﺛﺔ ﺭﻣﻀﺎﻥ،‏‎ ‎ﻓﻬﻞ ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻲ ﺇﻛﻤﺎﻝ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻟﻪ، ﻳﻌﻨﻲ‎ ‎ﺃﺻﻮﻡ ﻧﻴﺎﺑﺔ ﻋﻨﻪ ﺳﺒﻌﺔ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﻳﻮﻣﺎ

Orang tua saya meninggal pada hari ketiga Ramadhan, apakah wajib menyempurnakan bulan Ramadhannya? Yaitu saya mempuasakan menggantikannya selama 27 hari?

ﺝ: ﻟﻴﺲ ﻋﻠﻴﻚ ﺷﻲﺀ؛ ﻷﻥ ﻭﺍﻟﺪﻙ ﻟﻤﺎ‎ ‎ﺗﻮﻓﻲ ﺳﻘﻂ ﻋﻨﻪ ﺍﻟﻮﺍﺟﺐ، ﻓﻠﻴﺲ ﻋﻠﻴﻚ‎ ‎ﺃﻥ ﺗﺼﻮﻡ ﻋﻨﻪ، ﻭﻻ ﻳﺸﺮﻉ ﻟﻚ ﺫﻟﻚ

Jawaban:

Tidak ada kewajiban apa-apa bagimu, karena orangtuamu ketika meninggal telah gugur kewajibannya. Tidak wajib bagimu mempuasakannya dan tidak disyariatkan. [4]

Jika sakit di bulan Ramadhan tidak sempat mengqadha (tidak sengaja melambatkan)

Misalnya ketika sembuh di akhir bulan Ramadhan kemudian meninggal, atau sempat mengqadha tetapi belum semuanya diqadha dan masih ada sisa utang puasa. Maka ini juga tidak perlu membayar fidyah.

Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rahimahullah menjelaskan,

ﺇﺫﺍ ﻣﺎﺕ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻓﻲ ﻣﺮﺿﻪ ﺑﻌﺪ ﺭﻣﻀﺎﻥ‎ ‎ﻓﻼ ﻗﻀﺎﺀ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻻ ﺇﻃﻌﺎﻡ؛ ﻷﻧﻪ ﻣﻌﺬﻭﺭ‎ ‎ﺷﺮﻋﺎ. ﻭﻫﻜﺬﺍ ﺍﻟﻤﺴﺎﻓﺮ ﺇﺫﺍ ﻣﺎﺕ ﻓﻲ‎ ‎ﺍﻟﺴﻔﺮ ﺃﻭ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻘﺪﻭﻡ ﻣﺒﺎﺷﺮﺓ ﻓﻼ ﻳﺠﺐ‎ ‎ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ ﻋﻨﻪ ﻭﻻ ﺍﻹﻃﻌﺎﻡ؛ ﻷﻧﻪ ﻣﻌﺬﻭﺭ‎ ‎ﺷﺮﻋﺎ

“Jika seorang muslim sakit kemudian meninggal setelah Ramadhan, maka tidak ada qadha (diqadhakan) baginya dan tidak pula memberi makan (dibayarkan fidyah). Karena ia mendapat udzur syar’i. Demikian juga seorang musafir (yang tidak berpuasa) jika meninggal ketika safar atau meninggal langsung ketika sampai. Maka tidak wajib qadha dan memberi makan (dibayarkan fidyah). Karena mendapat udzur syar’i. [5]

Jika sakit di bulan Ramadhan kemudian sempat sembuh dan sengaja melambatkan qadha

Maka ia harus dibayarkan fidyah oleh keluarganya (wali), membayar fidyah bisa berupa memberi makan orang miskin dengan makanan pokok di daerahnya yang bisa mengenyangkan, satu hari utang puasa sama dengan satu orang miskin yang diberi makan. Jadi misalnya punya hutang puasa 3 hari, maka memberi makan 3 orang miskin dan boleh mereka dikumpulkan di satu tempat dan waktu kemudian diberi makan.

Dalam Masail Imam Ahmad, riwayat Abu Daud, beliau mengatakan,

ﺳﻤﻌﺖ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﻗﺎﻝ: ﻻ ﻳُﺼﺎﻡُ‏‎ ‎ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻴِّﺖ ﺇﻻَّ ﻓﻲ ﺍﻟﻨَّﺬﺭ، ﻗُﻠْﺖُ ﻟِﺄَﺣْﻤَﺪَ:‏‎ ‎ﻓَﺸَﻬْﺮُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ؟ ﻗَﺎﻝَ: ﻳُﻄْﻌَﻢُ ﻋَﻨْﻪُ

“Saya mendengar Ahmad bin Hambal berkata, ‘Tidak boleh dipuasakan atas nama mayit kecuali puasa nadzar.’ Aku (Abu Daud) tanyakan kepada Ahmad, ‘Bagaimana dengan utang puasa Ramadhan?’ Beliau menjawab, ‘diganti fidyah’.” [6]

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata,

ﺇِﺫﺍ ﻣﺮﺽ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ، ﺛﻢّ ﻣﺎﺕ‎ ‎ﻭﻟﻢ ﻳﺼﻢ؛ ﺃﻃﻌﻢ ﻋﻨﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻋﻠﻴﻪ‎ ‎ﻗﻀﺎﺀ، ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﻧَﺬْﺭ ﻗﻀﻰ ﻋﻨﻪ‎ ‎ﻭﻟﻴُّﻪ

“Apabila seseorang sakit di bulan Ramadhan, kemudian mati dan belum membayar utang puasa, maka dia ganti dengan memberi makan (fidyah), dan tidak ada qadha. Namun jika dia memiliki utang puasa nadzar maka diqadha oleh walinya atas nama mayit.” [7]

Demikian semoga bermanfaat.

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Catatan kaki:
[1] HR. Bukhari 1952 dan Muslim 1147.

[2] HR. Abu Daud 2401 dan dishahihkan Al-Albani.

[3] HR. Malik, kitab Ash-Shiyam, kitab An-Nadzr fish Shiyam wash Shiyam ‘anil Mayyit, secara mauquf pada Ibnu Umar Radhiallahu anhuma.

[4] Majmu’ Fatawa bin Baz 15/376, syamilah.

[5] Majmu’ Fatawa bin Baz 15/366-368, syamilah.

[6] Al-Masail Imam Ahmad, riwayat Abu Daud, hal. 96.

[7] HR. Abu Daud 2401 dan dishahihkan Al-Albani.

Sumber: http://muslimafiyah.com/sakit-kemudian-meninggal-di-bulan-ramadhan-hutang-puasanya-bagaimana.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 05/07/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. ijin nyimak😀 cicakkreatip.com/2014/07/05/kecelakaan-melibatkan-bus-kota-dan-pengendara-honda-revo-pengendara-motor-tewas-seketika-namun-sopir-dan-kernetnya-kabur/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: